---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Sidang Tahunan MPR Dipastikan Aman Jum'at, 28 Juli 2000 JAKARTA, Mandiri - Sidang Tahunan MPR dipastikan aman, menyusul pernyataan Panglima TNI Laksamana Widodo AS yang memerintahkan semua Pangdam untuk melakukan upaya perbantuan maksimal kepada polisi dalam menjaga stabilitas keamanan daerah menjelang berlangsungnya Sidang Umum (SU) MPR tahunan. Selain itu, TNI berkonsentrasi lebih efektif dalam mengatasi gangguan keamanan di Aceh, Maluku, Irian Jaya (Irja), dan Poso supaya tidak menganggu kelancaran SU di Jakarta, kata Widodo dalam rapat konsultasi dengan Dewan Pertimbangan Agung (DPA) di Jakarta, Jumat. Panglima juga telah memerintahkan Pangdam Jaya untuk mem"back up" Polda Metro Jaya sepenuhnya dalam menjaga keamanan di Jakarta. Hingga sekarang, kata Widodo, TNI sesuai permintaan Polda Metro Jaya telah menyiapkan pasukan sebanyak 4.181 orang yang terdiri atas enam Batalyon TNIAD, dua batalyon Marinir, dan satu batalyon Paskhas TNIAU. Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan yang tidak diinginkan menjelang SU, 10 batalyon TNI lainnya telah di BKO (Bawah Kendali Operasi)-kan kepada Kodam Jaya, yang akan diturunkan apabila situasi membutuhkannya dan atas permintaan Polda Metro Jaya. Dalam rapat konsultasi yang dipimpin oleh Ketua DPA, Ahmad Tirtosudiro tersebut, hadir beberapa pejabat dari TNI antara lain Kaster Letjen Agus Widjoyo, Kabais, Marsekal Madya Ian Santoso, Kasum Letjen Djamari Chaniago, Asops Kasum, Mayjen Adam Damiri, Pangdam Jaya mayjen ryamizard Ryacudu dan Kapuspen Marsekal Muda Graito Usodo. Selain mengenai keamanan SU, masalah Irian, Aceh dan Maluku juga dibahas dalam rapat itu. Panglima TNI mengatakan, untuk masalah Maluku terutama di Maluku Utara, kondisi keamanan sudah semakin kondusif. Sedangkan di Irja meskipun tindakan kekerasan tidak ada, namun gerakan politik untuk membentuk opini publik domestik maupun intermasional perlu ditanggapi secara serius. Sementara di Aceh, pendekatan kultur dan agama dengan menggunakan dialog menuju rekonsiliasi merupakan kebijakan makro pemerintah dalam menyelesaikannya. Aparat keamanan akan melakukan tindakan terukur dan tegas dalam mengatasi setiap gangguan hukum dan keamanan di Aceh. Sedangkan masalah di perbatasan NTT dan Timtim, masih digunakan oleh pihak-pihak internasional untuk menekan TNI dan Indonesia. Padahal pemerintah maupun TNI sudah berusaha untuk mengembalikan para pengungsi ke Timtim, yaitu dari 280 ribu pengungsi sekarang yang ada hanya 130 ribu.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 28 Jul 2000 jam 12:12:35 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
