---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- RATUSAN JURNALIS CETAK & ELEKTRONIKA GELAR AKSI PROTES KE MAPOLDA ACEH BANDA ACEH, Radio Nikoya-FM (Senin, 31 Juli 2000). Kekerasan terhadap wartawan yang dilakukan oleh aparat keamanan kembali terjadi di Lhokseumawe, Aceh Utara, Sabtu (29/7/2000) lalu, kali ini untuk kedua kalinya menimpa wartawan Harian Serambi Indonesia terbitan Banda Aceh, Ibrahim Ahmad yang sedang bertugas di Aceh Utara. Pemukulan terhadap wartawan harian lokal Aceh itu diduga akibat dari berita yang ditulisnya beberapa hari lalu. Kekerasan terhadap pekerja jurnalis di zona konflik Aceh yang dilakukan oleh aparat keamanan, setidaknya sudah empat kali terjadi sejak bergulirnya reformasi dan era pers bebas, korban lainnya adalah reporter RCTI Lhokseumawe, Umar HN saat kunjungan Kapolri ke Mapolres Aceh Utara tahun lalu serta ketika reporter itu sedang membuat liputan kontak senjata di depan Mapolsek Lhoksukon, Aceh Utara. Saat mulai efektifnya Jeda Kemanusiaan di Aceh merupakan peristiwa pertama yang terjadi. Berbagai tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh aparat keamanan serta melanggar hukum itu, ternyata telah membuat gerah para wartawan dari berbagai media massa cetak dan elektronika lokal maupun nasional yang ada di Aceh. Hari ini, Senin (31/7/2000) pukul 10.00 Wib, rencananya ratusan wartawan cetak dan elektronika yang tergabung dalam berbagai organisasi kewartawanan, seperti AJI Banda Aceh, PWI Reformasi dan PWI Aceh, akan melancarkan aksi protes mereka kepada Kapolda Aceh di Markas Polisi Daerah Istimewa Aceh (Mapolda Aceh), Jalan Cut Meutia Banda Aceh, dan menuntut pertanggung jawaban Polri terhadap perlakukan aparat-nya di Kabupaten Aceh Utara terhadap wartawan Harian Serambi Indonesia biro Lhokseumawe, Ibrahim Ahmad itu. Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh, Nazamuddin Arbi, kepada RADIO NIKOYA-FM semalam mengatakan, "AJI mengecam tindakan pemukulan terhadap wartawan harian lokal itu, seharusnya jika ada sesuatu yang tidak berkenan terhadap pemberitaan di media massa, pergunakanlah hak jawab atau bila perlu tuntut media massanya ke pengadilan, jangan main hakim sendiri. Kekerasan terhadap wartawan di Aceh Utara itu adalah, pengekangan terhadap kebebasan pers di Indonesia, hal itu merupakan langkah mundur pemerintah Indonesia dalam mewujudkan demokrasi". Untuk dapat mengetahui apakah peristiwa itu akan ditindak lanjuti melalui jalur hukum oleh Committee Protection for Journalist (CPJ) Aceh, redaksi RADIO NIKOYA-FM Banda Aceh tidak berhasil menghubungi Koordinator CPJ Aceh, Adnan NS sejak semalam karena telepon selularnya diluar jangkauan. Hingga berita ini diturunkan, belum tampak adanya reaksi maupun dukungan solidaritas dari berbagai organisasi kewartawanan di Propinsi lainnya atas peristiwa itu. (Tim). News Division RADIO NIKOYA 106.15 FM Banda Aceh Hit Radio Station UNESCO Local Radio Network [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 1 Aug 2000 jam 04:44:33 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
