---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Masa Depan Bangsa Tidak Ditentukan oleh Elit Politik!!! Betapa bodohnya kita, mensakralkan struktur2 formal kenegaraan, yg pada dasarnya tidak ada hubungannya dng nasib dan kehidupan kita hari ini dan besok, serta seterusnya Coba lihat, kegiatan bisnis dan investasi harus memperlambat dan bahkan menghentikan diri menanti lewatnya kereta api politik, seperti Sidang Interpelasi, Sidang Tahunan MPR, Sidang Istimewa dan segala taik kucing itu...! Rakyat pun ikut2an was2 di rumah masing2. Saling bertukar informasi, tentang keamanan mereka pergi bekerja atau mengedarkan dagagannya..! Apa benar orang2 yg namanya Gus Dur, Amien Rais, Megawati, Akbar Tanjung dan cecunguk2nya macak Ade Komaruddin, Eky Syachrudin, Muhaimin Iskandar, Taufik Kiemas, Fatwa adalah para penentu masa depan bangsa ini? Begitu pasrahkah kita menyerahkan nasib dan hidup kita kepada mereka? Inilah mental orang tertindas!! Dan ternyata mental ini masih kental, meski kabarnya Indonesia sudah mulai jadi negara demokrasi. Mengapa demikian? Karena kita semua MENSAKRALKAN SIMBOL2 dan STRUKTUR2 FORMAL yg pada dasarnya adalah ALAT PELESTARI dan PEMELIHARA SUASANA DAN POLA BERPIKIR PENINDASAN!!! Apakah perubahan2 yg terjadi selama ini diakibatkan oleh kerja simbol2 dan struktur2 formal itu? Suharto tidak turun oleh kerja simbol2 dan struktur2 formal tersebut. Indonesia tidak memproklamirkan kemerdekaannya lewat2 simbol2 dan struktur2 formal yg ada. Semua disebabkan oleh fait accomply rakyat untuk membuat perubahan atas nasibnya sendiri!!! Penting dipahami: Nasib dan hidup kita, sedikit atau banyak, ditentukan oleh kita sendiri. Kalau kita merasa diri umat beragama, selain diri kita plus peran tangan Tuhan. Jadi, kenapa kita harus pusing dan repot2 dng sirkus dan akrobat para elit politik? Kenapa harus pusing2 mendengarkan igauan insan media ttg peran dan fungsi para pemain akrobat itu? Jika simbol2 dan struktur2 formal tidak mengakui dan mengingkari kita, rakyat, beserta segala masalah yg kita hadapi, kenapa kita harus mengakui simbol2 dan struktur2 formal itu? Sama halnya, kita pun tak perlu mengakui informasi yg disampaikan pers, jika mereka mengingkari eksistensi kita, rakyat, beserta segudang masalah yg kita hadapi. Mari kita refleksikan. Mau bikin sejuta demo di Kejakgung utk seret si anu dan si itu, toh yg terjadi bukan kita yg tentukan. Tapi para badut berjubah di gedung yg baru dibom itu! Toh, kisah dan pesan demo itu tidak sampai karena keputusan utk membuat pesan itu jadinya kayak apa ada di tangan orang2 pers! Bukan di tangan kita! Atau, mau bikin sejuta demo dan unjuk rasa di gedung DPR/MPR, toh yg menyetir agenda sidang dan hasil2nya bukan kita, tapi para preman berdasi yg fasih baca hadits dan ayat ttg bagaimana suatu pemerintahan yg baik dan bersih harus berjalan .! Mau tuntut ini itu ke gedung2 anu, sebagai simbol dan struktur formal yg disakralkan, toh jalan ceritanya ditentukan oleh mereka, bukan kita! Dan informasi yg disebarkan oleh pers pun bisa berkisah secara lain ttg pesan yg lain sama sekali ! Untuk itu, mari kita beranikan diri utk bongkar mental orang tertindas dari kepala kita! Jangan beli koran, tabloid dan majalah!! Jangan peduli dng apa yg terjadi di gedung sirkus akrobat dan komedi tak lucu di Senayan!! Lebih baik kita kumpul sesama kita utk bicarakan masalah dan nasib kita sehari-hari. Jangan2 tetangga sebelah dan yg dari RT lain ternyata punya solusi ampuh masalah yg kita hadapi . Kok nggak dari dulu? Ya, karena kita terlalu percaya bahwa DPR, MPR, Eksekutif dan simbol2 lainnya yg akan memecahkan masalah kita, rakyat kebanyakan!!! Untuk saudara2 di daerah, hentikan berpikir bahwa Jakarta adalah gudang pemecahan masalah! Justru Jakarta adalah gudang segala masalah!! Mari rapatkan barisan. Tiru apa yg sudah dilakukan saudara2 di Riau, Aceh, dan Papua Barat!! Tuntut pemisahan dari NKRI!! Jangan lupa, NKRI bukanlah sesuatu yg mutlak dan final. Hanya orang arogan dan takabur yg berani bilang NKRI adalah sesuatu yg mutlak dan final. Untuk umat yg percaya kpd agama, orang2 yg bilang itu mencoba meyakinkan kita semua bahwa mereka sama dengan Tuhan!! Jika Jakarta menganggap angin segudang masalah yg menimpa kita di daerah masing2, kenapa kita harus menganggap para pemain akrobat sirkus politik di Jakarta? Mari kita pecahkan masalah kita sendiri di kampung halaman kita sendiri!! Tidak usah tunggu Jakarta. Tidak usah kirim utusan ke Jakarta, minta ini itu. Toh, mereka tidak memprioritaskan masalah2 kita! Kenapa repot2? Mari! ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 1 Aug 2000 jam 06:26:01 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
