----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

3.000 Pengungsi Ambon Ditolak Masuk Irja
* Berniat Mengungsi ke Luar Negeri

Jayapura, Kompas
Setelah ditolak di Irian Jaya (Irja), sekitar 3.000 pengungsi Ambon yang
menumpang Kapal Motor (KM) Dobonsolo memutuskan akan berjuang mengungsi ke
luar negeri. Di tanah kelahirannya mereka merasa tidak aman, di propinsi
lain ditolak. Karena itu, tidak ada pilihan kecuali mengungsi ke luar
negeri.
Penolakan pengungsi Ambon di Irja ini dilakukan oleh masyarakat bersama
Satuan Tugas (Satgas) Papua. Di Sorong, Jumat (28/7), KM Dobonsolo juga
dilarang merapat oleh masyarakat.
Sementara itu, Sulawesi Utara juga telah menyatakan tertutup untuk
pengungsi, karena bebannya sudah terlampau berat.
Wakil Gubernur Sulawesi Utara Freddy Harry Sualang kepada wartawan, Jumat,
melukiskan sulitnya kehidupan sekitar 30.000 pengungsi asal Ambon, Maluku
Utara, dan Poso (Sulawesi Tengah) di Sulut. "Sulut kini tertutup bagi
pengungsi baru. Untuk jadi tempat transit bisa, tetapi untuk tempat tujuan,
tidak lagi. Sebab kondisinya tidak memungkinkan lagi," kata Wagub.
Khawatir mengimbas
Di Jayapura, ratusan warga bersama Satgas Papua juga menolak dengan
mengadakan unjuk rasa di Kantor DPRD. Mereka khawatir kerusuhan serupa akan
mengimbas ke Irja, karena dikabarkan orang-orang yang membuat onar di Maluku
akan datang ke Irja. Orang-orang dari pedalaman turun ke kota dengan membawa
persenjataan untuk melawan. Penolakan yang sama juga terjadi di Biak dan
Manokwari.
Sampai semalam, KM Dobonsolo masih di Pelabuhan Jayapura, tanpa menurunkan
pengungsi. Kapal hanya mengisi bahan bakar, air minum, dan bahan pangan.
Dari sana, KM Dobonsolo akan kembali ke Jakarta dengan melalui rute
Biak-Manokwari-Sorong-Ambon-Kupang-Benoa (Denpasar)-Surabaya-Jakarta. Nasib
3.000 pengungsi Ambon yang masih tetap berada di dalam kapal belum
diketahui. Saat ini ada sekitar 30.000 pengungsi Ambon dan Maluku yang telah
berada di Irja.
Wakil pengungsi, Hengky Hattu, kepada Wali Kota Jayapura MR Kambu dan Kepala
Polres Jayapura Superintendent Daud Sihombing di dalam KM Dobonsolo, yang
berlabuh 300 meter dari Dermaga Jayapura, Minggu, mengatakan, warga Ambon
sangat malu. Ini bukan kesalahan warga Irja tetapi kesalahan elite politik
di Jakarta. "Kami minta maaf kepada seluruh masyarakat Irja karena telah
mengganggu ketenteraman warga. Kami, sejak awal, tidak bermaksud mengungsi
ke Irja tetapi hanya menjadikan Irja sebagai transit untuk ke Bitung, Tual,
dan daerah lain di Maluku. Perjalanan melalui darat di Ambon tidak
memungkinkan lagi karena ada wilayah-wilayah yang tidak boleh dilalui
kelompok dari aliran lain," kata Hattu.
"Di daerah sendiri kami tidak aman karena elite politik sedang bermain
memperebutkan kekuasaan. Antara Kristen dan Islam diadu domba. Karena di
daerah lain kami ditolak, kami memutuskan meminta bantuan luar negeri,"
tambah Hattu.
Wali Kota Jayapura Kambu mengatakan, "Kami hanya menyampaikan amanat dari
Pemda Irja dan masyarakat untuk menolak pengungsi. Pengungsi dipulangkan ke
daerah asal atau ke NTT, Poso, dan Jakarta. Kami sudah hubungi
propinsi-propinsi ini. Mereka bersedia menerima."
Sony Krisipi, wakil mahasiswa Irja di Ambon yang mendampingi pengungsi dalam
KM Dobonsolo, mengatakan, jika menolak warga Ambon, bagaimana dengan 1.000
warga Irja yang ada di Ambon, termasuk para mahasiswa. Krisipi mati-matian
memperjuangkan pengungsi turun dari kapal. Namun, tetap ditolak Wali Kota
Kambu. "Soal warga Irja di Ambon akan dibicarakan kemudian," kata Kambu.
Sekitar dermaga, ribuan warga Irja memasang spanduk dengan tulisan "kami
menolak pengungsi Ambon". Mereka juga mengancam para pejabat, termasuk wali
kota, jika menerima para pengungsi.
Di dalam KM Dobonsolo, Kambu mengumumkan bahwa ada tiga kelompok penumpang
KM Dobonsolo. Pertama adalah penumpang dengan tujuan Sorong. Kedua penumpang
dengan tujuan Jayapura. Ketiga adalah pengungsi asal Ambon. Kategori pertama
dan kedua diturunkan di Jayapura. Penumpang Sorong akan melanjutkan
perjalanan dengan KM Umsini, Senin. Sedang pengungsi Ambon tetap berada di
dalam kapal. Air bersih, makanan, dan kebutuhan lain akan dipenuhi.
Di dalam KM Dobonsolo, sekitar 5.000 penumpang termasuk pengungsi tampak
lesu, capai, dan tak berdaya. Sebagian di antara mereka sedih bercampur malu
melihat sosok orang Irja yang masuk ke dalam kapal.
Mereka umumnya mengungsi setelah kampung-kampung di Ambon yang tadinya aman
tiba-tiba diserang. Rumah mereka dibakar, termasuk segala harta benda, pada
malam hari. "Kami lari hanya mengenakan pakaian di badan. Tidak punya
apa-apa lagi di Ambon," kata Ny Maria Sopalase sambil menangis.
Ny Niken Nusipati asal Kampung Unipukan, Ambon, bersama lima anaknya
menuturkan, ada pengungsi anak-anak yang diturunkan di Sorong, Manokwari,
dan Biak tetapi orangtuanya masih di dalam kapal. Ada pula pengungsi yang
meninggal dan melahirkan di kapal. (kor/fr)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 1 Aug 2000 jam 08:26:38 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke