----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Senin, 31 Juli 2000, 18:13 WIB

Hasballah: Kekhawatiran Atas Pengungsi Maluku di Irian Berlebihan

Jakarta, Senin
Meneg HAM Hasballah M Saad menilai penolakan Jayapura atas Kapal Dobonsolo
yang membawa sekitar seribu pengungsi asal Maluku berlebihan dan tidak
manusiawi.

Hasballah sebelum diterima Presiden Abdurrahman Wahid di Bina
Graha Jakarta, Senin, mempertanyakan rasa kemanusiaan masyarakat
Jayapura dan Sorong yang menolak kapal tersebut bersandar di
kotanya.

"Sebagian besar pengungsi itu seiman dengan masyarakat Sorong
dan Jayapura, seharusnya mereka menolong mereka," katanya.

Dalam kondisi apapun, kata Hasballah, pengungsi yang bukan orang
Indonesia saja harus ditolong, apalagi sesama anak bangsa Indonesia.

Kekhawatiran bahwa para pengungsi membawa masalah baru bagi
masyarakat Sorong dan Jayapura, kata Hasballah terlalu berlebihan.

Ketika menjawab pertanyaan bahwa Pemda Jayapura menanti isyarat
dari Jakarta sebelum menerima para pengungsi tersebut, Hasballah
menyatakan dia segera mengirim pejabat seniornya untuk membahas
masalah tersebut.

Terlepas dari itu, dia mengingatkan dalam kondisi apa pun, hak
warga negara atas perlindungan tidak boleh dikurangi.

"Saya sudah berkomunikasi dengan Kapolres, dan mengingatkan
harus hati-hati karena masalah ini lebih berdimensi kemanusiaan, dan para
pengungsi tersebut sebagian besar perempuan dan anak-anak," katanya.

Diingatkannya, mereka mengungsi bukan karena keinginannya tetapi
keadaan yang memaksa harus mengungsi.

"Kapolres menyatakan akan membantu sekuat tenaga, dan akan
mengirim perkembangan terakhir," katanya.
Ganggu Keinginan Merdeka

Pada kesempatan lain, Hasballah mengatakan, karena dianggap akan
mengganggu keinginan masyarakat Irian Jaya (Irja) untuk merdeka,
para pengungsi dari Ambon yang akan memasuki wilayah Irja tidak
diperbolehkan masuk.

"Saya tadi malam (Minggu 30/7) melakukan komunikasi dengan
Kapolda dan pejabat di sana. Memang ada semangat kuat dari Satgas
Papua yang khawatir kalau pengungsi Ambon yang datang ke sana akan menggangu
keinginan mereka untuk merdeka," kata Hasballah.

Hasballah yang ditemui seusai berbicara dalam diskusi panel
tentang Konsepsi, Kebijaksanaan dan implementasi HAM dalam
Perspektif Nasional dan Internasional di Direktorat Hukum (Dirkum) TNI-AD,
Senin, mengatakan, kekhawatiran muncul dari kalangan rakyat bawah yang tidak
mengetahui persoalan sesungguhnya.

"Kesan itu datang dari kelompok rakyat yang paling bawah yang
tidak tahu persoalan, padahal pengungsi itu terdiri dari anak-anak dan
ibu-ibu yang membutuhkan bantuan kemanusiaan," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya akan segera melakukan pendekatan
kepada warga di daerah tersebut untuk memberi penjelasan bahwa kasus itu
adalah masalah kemanusiaan.

"Kita juga tetap melihat Irja sebagai bagian yang sah dari RI,
oleh karena itu seluruh warga negara berhak datang ke sana, apalagi
pengungsi," katanya.

Sebagai tindakan sementara, kata Hasballah, pihaknya telah
meminta aparat pemerintah untuk tidak membiarkan mereka kelaparan
dan ketakutan serta harus ada penyelesaian. "Paling tidak hak makan dan hak
hidup harus tetap dijaga," ujar Hasballah.

Kapal Dobonsolo yang mengangkut pengungsi dari Ambon dilarang
mendarat di Irja sejak beberapa hari lalu dan hingga Senin (31/7), menurut
Hasballah, masih berada di perairan Irja.(Ant/jy)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 1 Aug 2000 jam 08:27:14 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke