---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- KOMPAS: Satgas Papua Ambil Alih Keamanan di Bandara Wamena Jayapura, Selasa Satgas Papua di Wamena, Ibukota Kabupaten Jayawijaya, Irian Jaya, Senin pagi (31/7) mengambil alih keamanan setempat, sementara aparat kepolisian dan satpam yang bertugas di bandara itu tidak dapat berbuat apa-apa. Sekitar seratus orang Satgas Papua bersenjatakan panah dan pentongan kayu melakukan penjagaan ketat di pintu masuk dan keluar halaman terminal penumpang di bandara tersebut. Begitu juga di pintu masuk ke ruang tunggu dijaga ketat, termasuk di ruang penimbangan barang. Puluhan orang Satgas Papua melakukan penggeledahan barang-barang penumpang yang akan dikirim ke Jayapura. Semua penumpang yang masuk ke terminal untuk membeli tiket diawasi ketat, bahkan ada yang ditolak sehingga ada beberapa orang calon penumpang yang terpaksa mengurungkan niatnya untuk berangat ke Jayapura. Dari barang penumpang yang digeledah itu terdapat 20 koli dokumen sensus penduduk tahun 2000 di Kabupaten Jayawijaya yang akan di bawah Kepala Kantor Sensus dan Statistik setempat, Amin Nazar, ke Jayapura. Ke-20 koli dokumen Negara itu nyaris dirampas Satgas Papua untuk dibakar, namun berhasil diselamatkan Patroli Polres Jayawijaya yang dipimpin langsung Wakapolres, Mayor Polisi Robert Djonso, sehingga dokumen tersebut berhasil diamankan ke Mapolres setempat. Kepala Sensus dan Statistik Jayawijaya, Amin Nazar kepada Antara di Wamena Selasa mengatakan, selain ke 20 coli dokumen Sensus, dokumen penting lainnya yang disimpan dalam koper pakaiannya pun ikut dirampas Satgas Papua. "Saya terpaksa menunda keberangkatan ke Jayapura karena dokumen penting itu ditahan Satgas Papua", ujarnya. Setelah ke-20 koli dokumen Sensus itu diamankan di Mapolres Jayawijaya, maka sekitar 300 Anggota Sagas Papua dipimpin Yafet Yelemaken mendatangi Polres untuk meminta dokumen tersebut. Tetapi setelah dilakukan perundingan dengan Kapolres Jayawijaya, Super Intendent D.Suripatty sampai pukul 14.00 WIT, maka dokumen tersebut akhirnya diijinkan untuk dikirim ke Jayapura. Menurut Kapolres Suripatty, kelompok satgas itu menolak pelaksanaan sensus di Jayawijaya sehingga menyangka pelaksanaan sensus tersebut rekayasa. Sementara Kepala Sensus dan Statistik Jayawijaya, Amin Nazar mengatakan, dalam pelaksanaan Sensus 2000 di Kabupaten Jayawijaya terbagi dalam 1.154 blok tersebar pada 576 desa dari 28 kecamatan yang ada di daerah ini. Dari 1.154 blok itu hanya 186 blok yang sampai saat ini belum dilaksanakan karena penduduknya menolak disensus. "Hasil sensus itu sesuai fakta karena Kepala Desa aktif melakukan sensus sehingga data yang diperoleh jelas akurat," ujarnya. Sebuah sumber di Wamena mengatakan, mobilisasi Satgas Papua ke Bandara Wamena itu bukan untuk mencegah pengiriman dokumen sensus, tetapi sehubungan dengan informasi bahwa ada 300 orang mengungsi asal Maluku yang akan tiba di Wamena.(Ant/jy) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 1 Aug 2000 jam 08:37:53 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
