---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Dewan Papua tolak opsi otonomisasi Warga Papua menolak tawaran pemerintah pusat untuk memberi otonomi penuh kepada Papua. "Kami sama sekali tidak ingin otonomisasi. Kami tetap menuntut hak kami untuk merdeka secara penuh yang pernah diperoleh tahun 1961 dari Belanda untuk dikembalikan secara bulat," kata salah seorang anggota Presidium Dewan Papua, Melkias Mandosir di sela-sela upacara penutupan menumen Pepera di Manokwari, Sabtu. Melkias menambahkan, sekiranya pemerintah sportif dan berjiwa besar seperti pemerintah Belanda waktu itu yang rela dan ikhlas memberikan kemerdekaan kepada rakyat Papua untuk menentukan nasibnya sendiri, namun dirampas pemerintah RI 1 Mei 1963. Pihak presidium pun, katanya telah membentuk tiga tim khusus untuk melobi serta meminta dukungan guna mewujudkan kemerdekaan yang diinginkan. Tim tersebut bertugas mendatangi sejumlah negara, di antaranya negara-negara di kawasan Asia, Eropa dan Pasfik termasuk Amerika Serikat. Sebagian anggota presidium lainnya, ujar Melkias, tetap tinggal di dalam negeri guna menetralisasi kondisi dan situasi yang akhir-akhir ini semakin menghangat sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. "Satu-satunya aspirasi yang dibawa keluar negeri yakni tuntutan masyarakat Papua untuk merdeka tanpa tawar-tawaran lainnya dalam bentuk apa pun," katanya. Menurut Mandosir, masalah Papua sebenarnya telah sampai ke PBB, namun ada pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan Papua Merdeka sehingga menghilangkan dokumen-dokumen tersebut, termasuk dokumen negara Belanda tentang Papua di PBB. Menyangkut suhu politik yang akhir-akhir ini semakin meningkat, dia menegaskan, tidak akan mengurangi niat dan perjuangan merdeka. Karena itulah, "Kami juga memintakan perhatian pemerintah pusat untuk ikut mengamankan situasi sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, terutama menjaga stabilitas keamanan, kesejahteraan rakyat dan pembangunan tetap berjalan sesuai dengan program yang digariskan." Menyinggung kemungkinan dukungan negara-negara luar karena pertimbangan agama, dia menandaskan, masyarakat Papua tidak berpikir agama. "Yang kami pikirkan adalah kemerdekaan. Jadi semua golongan agama kami satukan dalam bingkai dan konsep persatuan bangsa Papua," tandasnya. Dijelaskannya, sejauh ini telah diperoleh dukungan dari sejumlahnegara di kawasan Pasifik bahkan Belanda telah menurunkan sejumlah anggota parlemen ke Papua pada 10 Juni lalu. Tim itu, tutur Melkias, datang untuk mempelajari tuntutan tersebut di mana mereka juga berjanji akan memperbanyak hasil Mubes dan Kongres II Papua kepada 150 anggota parlemennya guna dipelajari di samping meluruskannya ke HAM Internasional di Genewa, Swiss serta membantu melobi di Eropa dan Asia guna memperoleh dukungan. Menyinggung tentang SU MPR memutuskan hanya memberikan otonomi penuh, Melkias menegaskan, warga Papua hanya ingin merdeka dan lepas dari NKRI. "Kami tidak ingin bangkit melawan pemerintah karena rakyat Papua lebih cinta damai dan persatuan. Kami tidak akan melakukan hal-hal yang paling fatal, kalau pemerintah berjiwa besar berikanlah kebebasan kepada kami untuk mandiri dan mengatur diri sendiri selain menghindari konflik," katanya. "Kami tidak inginkan terjadinya konflik. Kami ingin hidup damai dengan warga non Papua termasuk melindungi masyarakat di lokasi transmigrasi serta memberikan hak dan kedudukan yang sama dengan masyarakat Papua. Pastinya, TNI dan Polri dapat melakukan pendekatan dengan semua tokoh adat Papua sehingga bisa bergandengan tangan menciptakan keamanan dan ketertiban terutama mewujudkan kemerdekaan Papua," demikan Melkias Mandosir. (ant) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 1 Aug 2000 jam 09:07:05 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
