----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Stockholm, 1 Agustus 2000

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

INDONESIA TERLIBAT DALAM KONFLIK DI FILIPINA
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.

INDONESIA MEMANG TERLIBAT DALAM KONFLIK DI FILIPINA

Tadi pagi, seperti biasa beberapa menit meluangkan waktu untuk membaca
berita dan mendengar berita. Tetapi, berita yang saya baca dan dengar tadi
pagi bukan berita saling bunuhnya di Maluku, melainkan hancurnya mobil
mercedez dan pemiliknya Duta Besar Filipina Leonidas T Caday yang mengalami
luka parah beserta sopir-pribadinya Eben Heizer yang juga mengalami luka
cukup parah oleh suatu ledakan bom yang cukup besar kekuatannya didepan
rumah kediaman Dubes di Jl. Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

Setelah membaca dan mendengar berita meledaknya bom di depan rumah kediaman
Dubes Filipina dan sekaligus melukai Duta Besar timbul dalam pikiran saya
bahwa memang secara langsung bahwa Indonesia terlibat dalam masalah
pergolakan yang ada di Filipina melalui keterlibatan menjadi penengah dalam
konflik Mindanau antara MNLF  (Moro National Liberation Front) pimpinan Nur
Misuari dengan pemerintah Manila. Dimana yang ditunjuk sebagai penengah
yaitu Menlu Ali Alatas, Hasan Wirajuda, Abu Hartono, S Wirjono dan Pieter
Damanik dalam konflik Mindanau itu yang melahirkan kesepakatan damai antara
Moro dan Manila yang diteken di Jakarta tahun 1996.

Memang usaha Indonesia jadi pihak penengah merupakan kelanjutan dari
perjanjian damai di Tripoli Libya antara MNLF dan Manila pada tahun 1976
yang tidak sukses.

Karena Nur Misuari pemimpin MNLF (Moro National Liberation Front) dianggap
tidak mampu membawa keinginan sebagian besar muslim Moro dengan telah
menandatangani kesepakatan dengan pemerintah Manila tanpa ada satupun
penyelesaian prinsipil bagi rakyat Moro, maka Salamat Hasyim keluar dari
MNLF dan membentuk MILF (Moro Islamic Liberation Front) tahun 1984 dengan
tujuan berdirinya negara Islam di selatan Filipina.

MUNCULNYA KELOMPOK ABU SAYYAF

Tetapi ternyata walaupun telah muncul MILF (Moro Islamic Liberation Front)
dibawah Salamat Hasyim tetap belum memuaskan semua pihak rakyat muslim Moro,
sehingga pada tahun 1991 muncullah kelompok Abu Sayyaf yang juga bertujuan
untuk membangun negara Islam di Mindanau dengan gerakan perlawanan
bersenjatanya. Salah satu gerakan bersenjata kelompok Abu Sayyaf yang
dilakukan terakhir ini yaitu pada tanggal 30 April 2000 yang lalu telah
menculik 21 orang warga sipil (sebagian para turis) di pulau Sipadan dekat
Malaysia yang sampai sekarang masih belum bisa diselesaikan secara tuntas.
Dimana berita penculikan para turis warga asing itu telah memenuhi
berita-berita di seluruh dunia dengan penampilan sebagian anggota kelompok
Abu Sayyaf  yang kelihatan masih muda-muda dengan perlengkapan senjatanya
yang selalu siap siaga menjaga para sandera yang diculiknya itu.

Jadi dalam situasi konflik yang sampai saat sekarang masih terus berlangsung
di Filipina inilah tidak bisa dilepaskan dari meledaknya bom dan melukai
Duta Besar Filipina Leonidas T Caday di tempat kediamannya di Jl. Imam
Bonjol, Jakarta Pusat.

INDONESIA IKUT BERTANGGUNG JAWAB DALAM KONFLIK DI MORO

Dan tentu saja peledakan bom yang ditujukan kepada pemerintah Filipina
melalui Dubesnya di Jakarta memberikan tanda kepada pihak Indonesia bahwa
secara langsung Indonesia terlibat dalam konflik antara Moro dan Manila
dengan keterlibatan sebagai penengah yang hasilnya ternyata belum terasa
oleh sebagian besar rakyat Moro.

Dan dengan meledaknya bom di depan kediaman wakil pemerintah Filipina dan
melukai Dubesnya menunjukkan bagaimana mudahnya menerobos jaring-jaring
keamanan di Jakarta dan sekitarnya.

Jadi bagaimanapun Indonesia tidak bisa terlepas dari tanggung jawab dalam
masalah penyelesaian kaum muslimin di Mindanau. Dan peledakan bom ini
merupakan satu tanda kegagalan dalam menyelesaikan krisis rakyat Mindanau
yang sebagian besar adalah kaum muslimin.

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.
Ahmad Sudirman
[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 2 Aug 2000 jam 04:28:18 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke