----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

"Dokumen Yogyakarta"
Elite Sadar, Pertentangan Sengsarakan Rakyat

Rabu, 2 Agustus 2000
Yogyakarta, Kompas

Presiden Abdurrahman Wahid, Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri, Ketua
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Amien Rais, Ketua Dewan Perwakilan
Rakyat (DPR) Akbar Tandjung, dan tuan rumah Sultan Hamengku Buwono (HB) X,
Selasa (1/8), mengeluarkan kesepakatan bersama yang tertuang dalam "Dokumen
Yogyakarta". Namun, dalam dokumen itu tidak terdapat kesepakatan di antara
keempat tokoh bagaimana menyikapi Sidang Tahunan MPR bulan Agustus 2000.

Kesepakatan itu keluar setelah kelima tokoh nasional itu mengadakan
pertemuan sekitar 1,5 jam di kediaman HB X di Gedong Jene, kompleks Keraton
Yogyakarta. Pertemuan itu berlangsung bertepatan dengan syukuran Tumbuk
Ageng, hari ulang tahun tujuh windu HB X, tepat Selasa Wage, 1 Agustus 2000.
Secara berurutan, Akbar Tandjung tiba di keraton pukul 10.30 didampingi
istri dan fungsionaris DPP Partai Golkar Enggartiasto Lukito.

Sekitar pukul 11.15, Presiden dan Wakil Presiden datang bersamaan, sedangkan
Amien Rais datang sekitar 10 menit kemudian.

"Saya shalat lebih dulu. Saya shalat tahiyatul," kata Amien Rais, yang
datang satu pesawat dengan Akbar Tandjung, namun lebih dulu mengunjungi
Kantor PP Muhammadiyah di Yogyakarta.

Kehadiran empat elite politik nasional itu tidak bersamaan, karena itu
Sultan Hamengku Buwono X harus menunggu berdiri di depan pintu gerbang Regol
Srimanganti sekitar 1,5 jam untuk menanti tamu-tamunya. Tampak kelelahan,
Sultan HB X beserta istri GKR Hemas dan didampingi adik-adiknya, GBPH
Hadiwinoto, GBPH Joyokusumo, dan GBPH Prabukusumo terpaksa diambilkan kursi
untuk duduk di depan pintu gerbang keraton.

Pertemuan itu diliput ratusan wartawan dalam dan luar negeri. Semula,
panitia menyiapkan Bangsal Srimanganti untuk tempat jumpa pers para tokoh.
Di tempat itu sudah disiapkan empat kursi berjejer dan satu kursi di
belakangnya. Juru kamera televisi dan fotografer juga telah bersiap-siap
meliput jumpa pers tersebut. Akan tetapi, jumpa pers hanya disampaikan oleh
adik Sultan, GBPH Joyokusumo, yang membacakan isi "Dokumen Yogyakarta".

Sekitar pukul 12.25, Megawati yang mengenakan busana merah bata keluar
terlebih dahulu. Wartawan tak berhasil meminta keterangan tentang pertemuan
itu, karena Megawati hanya
diam menanggapi berbagai pertanyaan. Sekitar pukul 13.40, Amien Rais
meninggalkan keraton.

Menurut GBPH Joyokusumo, Megawati dan Amien Rais meninggalkan pertemuan
terlebih dahulu bukan karena keduanya tidak menyepakati isi pertemuan di
Gedong Jene. Megawati pamit lebih dahulu karena akan berziarah ke makam
ayahnya, Bung Karno, di Blitar, Jawa Timur (Jatim), sedang Amien Rais harus
segera kembali ke Jakarta untuk mempersiapkan agenda Sidang Pleno Badan
Pekerja (BP) MPR yang belum selesai. Keduanya telah menyepakati isi
kesepakatan, setelah makan siang bersama.

Takkan geser Presiden

Presiden yang keluar bersama Akbar Tandjung dan didampingi HB X di depan
gerbang Regol Donopratopo mengemukakan, hasil pertemuan akan disampaikan
dalam press release.

Kepada Presiden, para wartawan bertanya, apakah pertemuan ini bisa
menyelesaikan masalah-masalah kita? "Masalah selalu ada," kata Presiden
disambut tawa para wartawan. Apakah bisa menurunkan tensi politik? "Mana
saya tahu. Itu urusan yang ngatur suhu...," katanya disambut tawa wartawan
lagi.

Apakah ada kesepakatan yang berkaitan dengan Sidang Tahunan MPR? "O ya...
Sidang ini hanyalah Sidang Tahunan MPR. Dan semua pihak, Pak Amien, Bang
Akbar, Mbak Megawati, saya, maupun Sri Sultan, sepakat bahwa ini hanya
Sidang Tahunan, dan tidak akan ada upaya menggeser Presiden," kata Presiden
sambil menambahkan, kalaupun ada kritik dari MPR, itu hal yang wajar.

Bagaimana jalannya sidang? "Ooh, suasananya riang sekali...," kata Presiden
sambil menambahkan bahwa hubungan antarpribadi para undangan yang hadir itu
sebenarnya sangat baik, karena hampir tiap hari saling berkomunikasi melalui
telepon.

"Dokumen Yogyakarta"

Dalam penjelasannya kepada pers, GBPH Joyokusumo mengemukakan "Dokumen
Yogyakarta" terdiri atas empat latar belakang dan empat kesepakatan (lihat
tabel). Akan tetapi, tidak disebutkan secara spesifik kesepakatan bagaimana
menghadapi Sidang Tahunan MPR.

Akbar Tandjung yang ditanya pers usai pertemuan menggambarkan pertemuan
berlangsung dalam suasana yang baik penuh keakraban.

Ketua MPR HM Amien Rais, yang keluar dari Gedong Jene setelah Megawati,
kepada pers dengan wajah gembira mengatakan, pertemuan dan pembicaraan
berlangsung sangat sukses membahas antara lain masalah penegakan keamanan
nasional dan pemulihan perekonomian nasional. Pertemuan juga menghasilkan
kesepakatan bahwa Sidang Tahunan mendatang harus dijaga dan akan
dilaksanakan secara normal, demikian pula perlunya konstitusi dijaga oleh
semua pihak.

HB X kepada pers mengemukakan, keempat tamu undangannya bisa menyadari
problematika yang sekarang ada, dan bagaimana menghadapi reformasi sehingga
pertemuan kemudian sepakat bagaimana memperbaiki performance mereka untuk
memberikan harapan pada masyarakat, baik di dalam integritas wilayah,
penanganan masalah KKN, maupun kondisi sosial ekonomi yang terpuruk saat
ini.

Sedangkan Akbar Tandjung dalam penjelasannya kepada pers sebelum pertemuan
mengemukakan, pertemuan itu didasari niat yang baik dari semua pihak dalam
rangka menciptakan iklim yang kondusif bagi kehidupan masyarakat, dan tidak
menimbulkan kekhawatiran. Dengan demikian, masyarakat bisa tenang, tidak ada
kekhawatiran akan terjadi keributan, pergantian pemerintahan, atau akan
terjadi pendongkelan terhadap Presiden.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 2 Aug 2000 jam 08:07:33 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke