---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Link Cendana Produksi Peledak Kapolres Jaksel Membantah PT Multi Nitritama Kimia (MNK), diindikasikan sebagai satu-satunya perusahaan swasta memproduksi bahan peledak, selain PT Pindad. Pemegang sahamnya, PT Bima Kimia Citra, anak perusahaan Bimantara dan Yayasan Dhakab, punya Soeharto. Sumber koridor.com mengungkapkan, PT Pupuk Kujang Jawa Barat, yang disebut-sebut milik keluarga adik mantan Pangkostrad Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto mantu Soeharto, (Hasyim Djojohadikusumo) ikut sebagai pemegang saham PT MNK, yang berlokasi di wilayah Cikampek Jawa Barat. Menurut informasi Telkom, PT MNK mempunyai kantor di Jalan Tandean No.28 Jakarta Selatan. "Tetapi, maaf pak pemilik perusahaan, meminta nomor teleponnya dirahasiakan," tutur salah seorang staf 108 Telkom, kepada koridor.com, Kamis (3/7). Direktur Utama PT MNK, kata sumber koridor.com, bernama Heri Kusnanto. Salah satu direkturnya, bernama Syahril Nasution, yang disebut-sebut telah diperiksa aparat kepolisian, dalam kaitan peledakan bom di Gedung Bundar Kejaksaan Agung pada hari Rabu, 5 Juli lalu. Namun Kapolres Metro Jakarta Selatan, Senior Superintendent Edward Aritonang membantah, soal pemeriksaan Syahril Nasution. "Tidak ada saksi bernama Syahril Nasution, kita periksa, karena saya tahu persis, nama-nama saksi yang diperiksa dalam kaitan bom di Gedung Bundar Kejagung," tandas Edward Aritonang, kepada koridor.com, Kamis (3/7). Edward juga membenarkan, pihak kepolisian tidak pernah memeriksa PT Multi Nitritama Kimia (MNK), menyangkut peledakan bom di Kejaksaan Agung. "Hanya PT Pindad Bandung yang kita periksa, karena bahan peledak bom yang ada di Kejaksaan Agung, diproduksi PT Pindad sudah jelas," tambah Edward Aritonang. Sehingga kata Edward Aritonang, aparat kepolisian, tidak lagi mengembangkan penyelidikan ke perusahaan lain, yang juga memperoduksi bahan peledak, seperti PT MNK, yang disebut-sebut perusahaan bahan peledak, punya link Cendana. Sesuai hasil penyelidikan sementara Tim Forensik Mabes Polri, komponen bom yang meledak di Jalan Imam Bonjol, seperti bahan peledak, detonator atau alat peledak beserta bahan TNT (Trinitrotuluena) serta komponen lainnya, diyakini produksi pabrikan (factory). Sebab jenis ledakannya sangat besar atau high explossive. Masih berkaitan dengan peledakan bom di depan rumah Dubes Philippina Leonadus T. Caday, pada Selasa (1/8) lalu, salah satu sumber koridor.com mengungkapkan, tujuannya untuk menggoncang politik nasional dengan memamfaatkan Dubes Philippina, yang kebetulan pemerintahnya bersengketa dengan kelompok Abu Sayaff. "Jadi, pihak Philippina serta Dubesnya di Indonesia, juga terlalu cepat mempercayai, motif peledakan bom itu, ditujukan kepada mereka," tuturnya. Dia meyakini, peledakan bom di Jalan Imam Bonjol, merupakan ulah kroni Cendana, yang terus bergerilya membagi-bagikan uang ke kelompok mana saja, yang mau disuruh membuat kekacauan atau kerusuhan di Indonesia. "Saya dapat info A-1 (pasti-Red), bahkan ada seseorang yang memberitahu saya, dia ditawarkan Tommy Soeharto sejumlah uang membuat kerusuhan," papar sumber koridor.com, Kamis (3/7). Jadi. Menurutnya bom di Jalan Imam Bonjol, tersebut hanya semacam blessing in disguise atau mencari keuntungan dengan cara tersembunyi. Padahal tujuan sebenarnya mau menggertak, agar keluarga dan kroni Cendana, jangan diutak-atik.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 4 Aug 2000 jam 09:02:44 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
