----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Gus Dur Benarkan akan Lakukan Reshuffle

Jakarta - 07 Aug 00 12:27 WIB (Astaga.com)

Presiden Abdurrahman Wahid akhirnya membenarkan bahwa dirinya akan melakukan
perombakan kabinet. Kendati begitu, Gus Dur menambahkan bahwa rencana
tersebut masih terus dimatangkan, sehingga belum terpikir siapa saja yang
akan terkena reshuffle tersebut.

"Sekarang ini saya belum berpikir ke arah siapa-siapa saja yang akan
di-reshuffle. Wong MPR-nya saja belum selesai bersidang," katanya ketika
memberikan pengantar progress report pemerintah dalam sidang paripurna II
MPR di Jakarta, Senin (7/8).

Dijelaskan Gus Dur bahwa setelah perombakan, maka Presiden akan lebih
berkonsentrasi pada aspek-aspek hubungan luar negeri bersama Menteri Luar
Negeri.

"Sementara penggarapan politik domestik yang bersifat teknis akan diurus
kabinet," katanya.

Gus Dur melanjutkan, perubahan pembagian tugas tersebut dilakukan untuk
menjawab perubahan lingkungan internasional yang menghendaki Indonesia lebih
meningkatkan kiprahnya di dunia internasional.

"Sampai saat ini saja saya menerima sebelas permintaan untuk melibatkan
Indonesia dalam penyelesaian masalah negara lain," tambahnya.

Di bagian lain, Gus Dur juga menepis isu seputar perseteruannnya dengan
Ketua MPR Amien Rais dan Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri.

Presiden mengakui bahwa antara dirinya dengan Amien memang ada beberapa
perbedaan, namun itu menurutnya tidak menghalangi persaudaraan dan kerjasama
antara keduanya.

"Dalam sebuah kesempatan saya pernah mengatakan kepada Pak amien bahwa yang
ada bukan perbedaan antara saya dengan Amien Rais, tapi antara Amien Rais
dan Rais Aam," kata Gus Dur yang juga dikenal sebagai Rais Aam Nahdlatul
Ulama itu.

Mengenai hubungan dengan Mega, Gus Dur juga mengakui bahwa memang perbedaan.
"Kami biasa berhubungan sebagai kakak dan adik selama bertahun-tahun,"
katanya.

Di akhir pidato pengantarnya, Gus Dur menyatakan bahwa karena tidak bisa
membaca, dirinya meminta Sekab Marsilam Simanjuntak untuk membacakan laporan
kemajuan pemerintah.

Dijelaskannnya, penunjukkan Marsilam dilakukan dengan dua pertimbangan.
Yaitu, pertama, karena Presiden hadir, sehingga laporan tidak perlu
dibacakan Wakil Presiden.

"Kalau Wakil Presiden yang membacakan itu artinya presiden tidak hadir,"
jelasnya.

"Alasan kedua, ini untuk meredakan ketegangan, biar sekali-sekali anggota
dewan melihat Marsilam memakai kopiah," katanya berseloroh.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 7 Aug 2000 jam 11:33:11 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke