----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

PT bisa 'paksa' Gus Dur berbagi kekuasaan dengan Mega

satunet.com -

Poros Tengah [PT] bisa saja menggerakkan suatu upaya untuk 'memaksa' Gus Dur
berbagi kekuasaan dengan Megawati, kata satu anggota MPR.

Isyarat itu dikemukakan Zoelvan Lindan, anggota F-PDIP DPR/MPR kepada
wartawan Selasa siang ini. Hal itu menurutnya mungkin saja dilakukan
mengingat enam fraksi akan memberikan nilai merah atas pidato progress
report Gus Dur. Mereka yang akan memberikan nilai merah itu masing-masing
adalah FPDIP, Golkar, Reformasi, PPP, PBB dan F-PDU.

Menurutnya, nilai merah itu sebenarnya memiliki konsekuensi moral agar Gus
Dur mengundurkan diri sebagai presiden.

Dia mengakui, ada pihak-pihak di DPR/MPR yang menginginkan agar Gus Dur
diganti. "Tetapi kita harus melihat secara luas, jangan hanya melihat
kepentingan satu dua fraksi saja demi menjaga persatuan dan kesatuan
bangsa," katanya.

Menurut Zoelvan, solusi yang akan dimunculkan adalah pembagian kekuasaan.
Yakni berupa pemisahan antara kepala negara dan kepala pemerintahan. Gus Dur
lebih memegang posisi kepala negara, sedangkan Megawati kepala pemerintahan.

Tetapi usulan itu tidak akan dimunculkan F-PDIP. Dia memperkirakan usulan
itu akan muncul dari poros tengah. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan
obyektif bukan hanya menguntungkan sebuah parpol.

Selain itu dia menilai, saat ini Gus Dur memiliki hambatan yang sangat
serius dalam hal kemampuan manajemen.

"Dalam tiap pernyataan dan policynya Gus Dur selalu melakukan penyimpangan,"
katanya.

Zoelvan menyatakan, dirinya tak yakin jika setelah sidang tahunan Gus Dur
dipertahankan sebagai presiden dengan penuh, ia tidak akan legi melakukan
penyimpangan.

Sementara DPR sendiri terus aktif menggunakan hak-haknya, seperti
interpelasi dan hak angket yang akan berpengaruh pada posisi presiden.

"Untuk mencegah itu, sangat logis kalau sekarang ada sharing power dengan
kekuatan politik yang ada," tandasnya.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 8 Aug 2000 jam 13:24:52 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke