----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Enam Fraksi Capai Kompromi
Megawati Kepala Pemerintahan

Enam fraksi MPR telah menyepakati agar Presiden Abdurrahman Wahid berfungsi
sebagai kepala negara, dan Wapres Megawati Soekarnoputri tampil menjadi
kepala pemerintahan.

Kesepakatan itu dicapai dalam forum lobi intensif yang dilakukan di
sela-sela Sidang Tahunan MPR, kata anggota Fraksi Partai Golkar MPR Syamsul
Muarif di Jakarta, kemarin. Namun menurut sumber, pimpinan PDIP dan PAN
belum mengakui hasil lobi yang dilakukan kadernya.

Keenam fraksi itu adalah Fraksi Partai Golkar, PDIP, Reformasi, PBB, PPP,
dan Utusan Golongan. Syamsul yang juga Ketua F-PG DPR itu menjelaskan
kesepakatan itu merupakan kompromi politik setelah keenam fraksi sepakat
agar Gus Dur tidak dilengserkan.

Hasil lobi keenam fraksi itu masih dicarikan formulasi yang tepat apakah
berupa Tap MPR atau cukup dikonsensuskan. Karena itu, kata Syamsul, pihaknya
akan melakukan pembicaraan dengan Gus Dur dan melakukan lobi dengan PKB.
"Kita percayakan PDIP untuk melobi PKB," katanya.

Fraksi PKB MPR mengaku sudah dilobi fraksi lain, namun masih belum bisa
menentukan sikap. Ketua F-KB KH Yusuf Muhammad mengatakan pemisahan dalam
pengertian pembagian kerja bisa dilakukan, tetapi tidak dalam pengertian
pemisahan kewenangan.

Meski begitu Gus Yus, begitu Yusuf Muhammad disapa, mengatakan hal itu
tergantung sepenuhnya kepada Presiden. "Kita harus melihat aturan
permainannya atau sistem ketatanegaraan yang kita anut. Jika aturannya
memberikan peluang dan memang dirasa ada kebutuhan untuk itu, ya silakan
saja," tegas Gus Yus.

Menurutnya, baik kewenangan kepala negara maupun kepala pemerintahan, ada di
tangan Presiden, sehingga sepenuhnya terserah Presiden untuk melakukan
pembagian kerja. F-KB sendiri, mengarah pada pembagian kerja dan bukan
pemisahan.

Gus Yus mengaku memang ada fraksi yang menawarkan hal itu sebagai sebuah
kompromi, "Tetapi dalam pengertian pembagian, bukan pemisahan. Sebab kalau
pemisahan harus dilakukan perubahan terhadap sistem ketatanegaraan,"
katanya.

Namun dikatakan Gus Yus lagi, "Pemisahan kewenangan presiden kan masih
kontroversi. PKB masih membicarakan kemungkinan tersebut," katanya.

Sedangkan Syamsul menjelaskan, ada kegalauan dalam masyarakat jika Gus Dur
masih memerintah dengan gaya yang sama. "Kalau gaya Gus Dur memerintah ke
depan seperti sekarang, ya hasilnya tetap sama yakni tidak ada perbaikan
ekonomi yang signifikan," katanya.

Keenam fraksi, melihat tidak ada `dosa` yang dilakukan Gus Dur sehingga
memaksa MPR memberhentikannya. Kelemahan pemerintahan Gus Dur, kata dia,
terletak pada manajemen.

Pada kesempatan terpisah, sumber Media menyebutkan PDIP pecah menghadapi
manuver yang dilakukan Partai Golkar. Kelompok Arifin Panigoro, terlibat
aktif dalam lobi enam fraksi itu. Sedangkan sikap resmi fraksi tetap
mendukung duet Gus Dur-Megawati.

Wakil Ketua Fraksi PDIP MPR Royani Haminullah menolak pemisahan antara
kepala negara dan kepala pemerintahan, sebab kecuali bertentangan dengan UUD
1945 juga akan menimbulkan dualisme penyelenggara pemerintahan.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 9 Aug 2000 jam 09:21:37 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke