---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Tunggu TNI dan Polri Sadar Fraksi Parpol Tolak TNI/Polri di MPR koridor.com [18 Aug, 11:35] Peran politik TNI dan Polri di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), tidak perlu menunggu hingga tahun 2009. Tetapi, tergantung kesadaran TNI dan Polri, melihat tuntutan atau keberatan rakyat Indonesia. Mayoritas Fraksi Partai Politik di MPR dalam persidangan komisi, sebenarnya menolak keberadaan TNI/Polri. Namun sikap Fraksi TNI/Polri, selalu ngotot mempertahankan peran politik mereka di DPR dan MPR. "Partai Golkar dan Partai Politik lainnya sudah mengupayakan agar TNI/Polri, tidak perlu lagi duduk di DPR dan MPR," ujar Ketua DPP Partai Golkar Slamet Effendi Yusuf, di Gedung DPR/MPR, Jumat (18/8). Sayangnya kata Slamet, sikap ngotot Fraksi TNI/Polri di MPR, dalam pembahasan amandemen UUD 45 dan Tap. mengenai TNI/Polri, mengalahkan fraksi dari Partai Politik, Utusan Golongan dan Utusan Daerah. "Padahal rakyat sudah tidak menghendaki lagi," tandas Slamet. Apalagi menurut Slamet, Fraksi Parta Golkar (F-PG) dan fraksi lainnya, tidak mampu meyakinkan Fraksi TNI/Polri. Sehingga, semuanya tergantung kesadaran TNI/Polri, untuk meninggalkan panggung politik nasional, sesuai aspirasi rakyat, yang diagendakan dalam reformasi. Slamet Effendi Yusuf mengatakan, "Keberadaan TNI/Polri sampai tahun 2009 itu adalah usaha terakhir sebagai hasil kompromi." Di sisi lain, Slamet menepis anggapan, kalau elit politik sipil, tidak berdaya menghadapi elit politik dari kalangan militer dan polisi. Namun lanjut Slamet, bisa saja Tap. MPR tersebut dicabut, tidak perlu menunggu hingga 2009. Ini, kalau TNI dan Polri sadar, serta masyarakat terus keberatan dan melakukan penekanan. Seperti diketahui, beberapa hari belakangan, marak protes dari rakyat dan mahasiswa, terhadap sikap MPR dalam sidang tahunan, yang membiarkan peran politik TNI dan Polri, karena merupakan pengkhianatan, terhadap agenda perjuangan reformasi, yang telah banyak memakan korban nyawa.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 18 Aug 2000 jam 11:36:12 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
