----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Pengadilan Jaksel 'Dikepung'
Hari-hari Menjelang Pak Harto Diadili

koridor.com [21 Aug, 9:58]

Hari-hari menjelang digelarnya sidang terdakwa mantan Presiden RI Soeharto,
gedung sekitar Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan Jalan Ampera Raya No
133 Jakarta Selatan `dikepung` aparat keamanan.

Dua pos penjagaan pada pintu masuk dan pintu keluar halaman parkir beberapa
aparat keamanan berpakaian lengkap dan senjata laras panjang berada di sana.

Bila Anda masuk ke areal parkir, di sana beberapa orang berpakaian preman
dengan HT di tangan dan beberapa berpakaian dinas siaga di depan gedung
pengadilan.

Tidak cukup itu. Di depan PN Jakarta Selatan, sejumlah laki-laki berambut
panjang dan pendek berbaur dengan pengunjung pengadilan. Mereka ini tidak
lain adalah intel dan reserse yang diterjunkan oleh Polda Metro Jaya, Polres
Jakarta Selatan, Polsek Pasar Minggu, dan Kodim Jakarta Selatan.

Menurut salah seorang petugas yang berjaga di PN Jakarta Selatan, selain di
lingkungan gedung pengadilan, aparat juga bersiaga di lokasi yang tidak jauh
dari situ. "Sebagian ditempatkan di sana, biar tidak mencolok," kata petugas
sambil menunjuk ke arah yang dimaksud.

Kehadiran aparat keamanan di pengadilan yang berdiri tahun 1976 ini tidak
hanya siang hari, pada tengah malam pun mereka terus bersiaga.

Humas PN Jakarta Selatan Soedarto membenarkan adanya peningkatan penjagaan
menjelang sidang Soeharto dalam perkara tindak pidana korupsi. Pengamanan
dilakukan sejak berkas perkara tindak pidana korupsi Pak Harto dilimpahkan
ke pengadilan, Selasa (8/7). "Aparat keamanan bersiaga selama 24 jam," kata
Soedarto.

Dia menjelaskan aparat keamanan yang diterjunkan kurang lebih 10 orang yang
tampak berpakaian dinas. Sedangkan yang berpakaian preman, Soedarto tidak
menjelaskan. Dia hanya tersenyum. "Kami tetap mengantisipasi hal-hal yang
tidak diinginkan," katanya.

Sebab, lanjut Soedarto, bukan tidak mungkin menjelang persidangan dan saat
persidangan terjadi aksi demonstrasi. Hal ini juga diakui salah seorang
petugas yang biasa berjaga di sana. "Setiap hari mendapat informasi akan ada
demonstran yang datang ke PN Jakarta Selatan," katanya.

Dalam melakukan pengamanan gedung PN Jakarta Selatan tidak
setengah-setengah. Petugas yang berjaga di terdiri dari dua regu dan terbagi
menjadi dua shift. Shift pertama siang hari dan menjelang malam hari, regu
lainnya menggantikannya.

Senin lalu Kapolres Jakarta Selatan Senior Superintendent Edward Aritonang,
Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Lalu Mariyun, dan Kodim Jakarta
Selatan Letkol Abrahim Saleh bertemu selama tiga jam di ruang Ketua PN
Jakarta Selatan membicarakan pengamanan sidang terdakwa bakas orang nomor
satu di Indonesia itu.

Usai pertemuan itu, Edward Aritonang tidak bersedia menjelaskan hasil
pertemuan dan teknis pengamanan menjelang dan saat berlangsungnya sidang.
"Saya tidak berhak menjelaskan, itu hak ketua pengadilan,"` katanya.

Dalam pertemuan itu, kata Edward, tiga instansi membicarakan sistem
pengamanan sidang. Bila tiba-tiba situasi keamanan tidak mengizinkan, maka
sidang akan dipindahkan dari PN Jakarta Selatan. "Pada prinsipnya sidang
dilakukan di PN Jakarta Selatan, kecuali ada eksepsional," katanya.

Tetapi, hingga kini, pihak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menurut Media
belum memutuskan secara pasti tempat dan waktu sidang Soeharto digelar.
Meski demikian, pengamanan terus dilipatgandakan.

Saat sidang digelar, pengunjung yang akan masuk ke gedung PN Jakarta Selatan
harus meninggalkan identitas diri dan mengenakan tanda masuk. Hal serupa
juga akan diterapkan kepada wartawan luar dan dalam negeri yang akan
meliput.

Menurut rencana, sidang terdakwa mantan Presiden Soeharto akhir Agustus ini.
Kapan tepatnya? Ketua PN Jakarta Selatan Lalu Mariyun menjelaskan sidang
digelar bulan Agustus. "Setelah Sidang Tahunan MPR selesai dan masih bulan
ini," katanya.

Dia sendiri akan memimpin majelis hakim, dibantu empat hakim anggota,
masing-masing Sumarno, I Gde Putra Jadnya, M Munawir, dan Sultan Mangun.

Sedangkan jaksa penuntut umum jumlahnya juga berlipat delapan orang. Antara
lain Muhtar Arifin, Umbu Lage Lozara, Yan Mere, Agus Sutoto, Hermun Ahmadi,
Harry Wahyudi, Mia Amiyati, dan Febri Priyanto.

Semuanya serba dilipatgandakan, ya pengamanan, jumlah hakim, dan jumlah
jaksa. Maklumlah, karena untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia
pengadilan mengadili mantan presiden.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 21 Aug 2000 jam 07:52:44 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke