---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Antara, 17 Agustus 2000 TNI TIDAK TERLIBAT PELANGGARAN DI TIMOR LESTE Kupang, 17/8 (ANTARA) - Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak terlibat dalam sejumlah "insiden" di wilayah Timor Leste, yang oleh pihak asing selalu menuduh TNI berada di belakang "insiden" dimaksud. Komandan Korem 161 Wirasakti Kupang, Kol. Art. Jurefar, yang dimintai tanggapan seusai mengikuti upacara peringatan HUT RI ke- 55 di alun-alun rumah jabatan Gubernur NTT, di Kupang, Kamis mengatakan hingga saat ini, Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Timtim (UN-PKF) tidak bisa membuktikan keterlibatan TNI. "Sampai saat ini, PKF tidak bisa membuktikan keterlibatan TNI," kata Danrem Wirasakti Kupang. Dia mengatakan, peristiwa penembakan terhadap seorang prajurit UN-PKF asal Selandia Baru, Leonard Manning (24) beberapa waktu lalu, pihak asing selalu menuduh TNI terlibat namun hingga saat ini tidak ada bukti yang memperkuat tuduhan itu. Danrem mengatakan, peristiwa itu terjadi 17 kilometer di wilayah Timor Leste dan bukan di garis perbatasan dengan Nusa Tenggara Timur (NTT) apalagi di dalam wilayah NTT. Dia mengatakan, beberapa saat setelah penembakan itu, UN-PKF langsung mengerahkan helikopter untuk memantau perbatasan, namun tidak ditemukan orang atau kelompok yang lari ke wilayah NTT. Karena itu, menurut Danrem Wirasakti, tuduhan-tuduhan yang dialamatkan ke TNI hanya bermaksud untuk memojokkan TNI dan pemerintah Indonesia di dunia internasional. Dia mengatakan, pasukan TNI tetap menjaga wilayah perbatasan agar tidak menjadi basis kegiatan milisi pro-integrasi sebagaimana digembar-gemborkan pihak asing, sekaligus mewaspadai kemungkinan terjadi penyusupan ke wilayah Indonesia. "TNI tetap meningkatkan kewaspadaan di perbatasan guna mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi," katanya. Sementara mantan Wakil Komandan Pasukan Pejuang Integrasi (PPI), Eurico Gutteres, menilai peristiwa penembakan seorang anggota UN-PKF lebih merupakan kelemahan pasukan PBB di Timor Leste, tetapi menuding pemerintah Indonesia bertanggungjawab atas kelemahan mereka. Eurico Guterres berkali-kali meminta pemerintah Indonesia untuk tidak menanggapi tuduhan dunia internasional, karena peristiwa tersebut merupakan masalah dalam negeri Timor Leste. (U.KPG02/KPG03/170800/B/11.00 Wita) NNNN ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 23 Aug 2000 jam 07:29:47 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
