----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

detik.com,  16 Agustus 2000

Juru Bicara PBB: Pasukan PBB Takkan ke Maluku
Reporter: Iwan Triono

detikcom - Jakarta, Jubir PBB Farhan Haq mengatakan, meskipun
ada permintaan dari Komnas HAM, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
tidak berencana mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Maluku.
Namun, sekarang ini sejumlah sukarelawan dan staf badan
kemanusiaan PBB, sudah berada di propinsi yang tengah dilanda
konflik tersebut.

"Maluku bukan Timor Timur. Kawasan itu adalah bagian integral
dari wilayah Indonesia. Pasukan PBB baru bisa dikirim atas
undangan pemerintah Indonesia," kata Jurubicara PBB Farhan Haq
seperti diberitakan LKBN Antara di Markas Besar PBB New York,
Rabu (16/8/2000).

PBB mengakui Maluku sebagai bagian dari wilayah nasional
Indonesia yang sah. Sedangkan untuk kasus Timor Timur, PBB tidak
mengakui kedaulatan Indonesia atas wilayah bekas jajahan
Portugal itu. PBB mengkategorikan Timtim sebagai "wilayah yang
belum berpemerintahan sendiri".

Farhan mengakui ada permintaan dari Komisi Nasional Hak Asasi
Manusia (Komnas HAM) untuk mengirim pasukan internasional ke
pulau-pulau di Maluku. Komnas HAM mengusulkan, pasukan PBB
tersebut sebaiknya terdiri atas polisi sipil, lebih disukai
kalau berasal dari negara tetangga ASEAN.

Menurut Komnas HAM, adanya pasukan PBB akan membantu tercapainya
gencatan senjata di Maluku, karena pemerintah Indonesia dianggap
telah gagal untuk menghentikan kekerasan. Terhadap keinginan
Komnas HAM tersebut, Farhan mengatakan PBB siap saja untuk
berperan lebih besar di Maluku asal ada permintaan resmi dari
pemerintah Indonesia. Namun, saat ini PBB hanya bisa menunggu
permintaan formal dari pemerintah Indonesia.

"Permintaan itu harus datang dari pemerintah Indonesia, bukan
dari LSM," tegas dia. Sedangkan pemerintah Indonesia sendiri
sejauh ini menolak kemungkinan hadirnya pasukan asing di Maluku
dan bertekad mengatasinya sendiri.

Menurut Farhan, saat ini badan kemanusiaan PBB telah hadir di
Maluku, terdiri atas lima staf PBB yang bertugas di Ambon dan
dua di Ternate. zis

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 28 Aug 2000 jam 08:04:12 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke