----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Kiriman dari Faried B. Silahkan dikomentari.

Terus terang saja, kelompok kami adalah kelompok yang cukup fanatik dengan
Kwik Kian Gie dan kita rasanya mau membela habis-habisan agar Kwik mampu
memberdayakan ekonomi bangsa. Tulisan-tulisan Kwik dalam bidang ekonomi
sangat hebat dan mencerminkan patriotisme dan mencerminkan kecerdasan
seorang ekonoom ulung. Pendek kata, ia merupakan pahlawan dan merupakan
simbol seorang nasionalis yang cerdas. Kiprahnya di PDI-P dan geliatan
politiknya sangat bagus sehingga ia berhasil diangkat sebagai Ketua PDI-P
dan merupakan andalan PDI-P dalam bidang ekonomi dan keuangan. Kwik berhasil
mewakili bangsa ini sebagai Menteri Koordinator, suatu jabatan tinggi yang
sangat dihormati. Sayang sekali ada beberapa informasi yang mengagetkan dan
dari sumber-sumber yang sangat dipercaya, ternyata Kwik adalah manusia biasa
yang sangat berambisi dan akhirnya menurut sumber berita tersebut, Kwik
menjadi POLITIKUS yang sulit ditebak : Nasionalis atau Ambisialis.

Pada waktu permulaan Sidang Tahunan MPR 2000, ditengarai bahwa Gus Dur akan
jatuh. Koran-koran memberitakan bahwa : Pemerintahan Gus Dur Tinggal
Hitungan Hari Saja. Beberapa politikus ulung seperti Amien Rais sangat
jelas mengatakan bahwa Gus Dur akan diganti, kemudian Amien menyadari bahwa
Gus Dur ternyata tidak mudah untuk dijatuhkan dan ucapannyapun lain lagi
NADANYA: Gus Dur akan tetap sebagai presiden. Pernyataan lainnya ialah
Pemerintahan Gus Dur akan jatuh karena ekonomi tidak membaik. Paduan suara
politikus jelas memberikan gambaran bahwa pemerintahan Gus Dur sangat jelek
dan dipastikan akan jatuh. Media masa kebanyakan menyuarakan ANTI Gus Dur,
tidak demikian dengan suara rakyat, rakyat tetap menggemari Gus Dur karena
ia seorang HUMANIS dan PLURALIS yang memberikan kesejukan kepada bangsa
ini. Ada pula kelompok yang mengatakan bahwa Gus Dur tidak mampu meredam
kerusuhan Maluku yang diduga dibiayai oleh kelompok yang berkeinginan
mempertahankan STATUS QUO dan Fuad Bawazier termasuk yang dituduh
menggerakan kelompok tersebut. Sangat jelas kelompok STATUS QUO bukan
kekuatan kecil dan kemampuannya untuk membeayai kerusuhan luar biasa dan
tersingkap adanya pencetakan uang yang jumlahnya TRILYUNAN RUPIAH. Sempat
juga tertangkap beberapa perwira TNI yang tersangkut peredaran uang ASPAL
tersebut. Tetapi kasusnya diragukan akan terbongkar karena kuatnya jaringan
pendukungnya.

Bagaimana pemerintahan Gus Dur mampu mengatasi kesulitan ekonomi bangsa
kalau selalu diobok-obok dengan berbagai isu maupun kerusuhan Maluku yang
berkepanjangan ? Jadi POLA yang dilakukan kelompok anti Gus Dur ialah
mengacaukan ekonomi dan mengacaukan keamanan dengan dukungan DANA yang luar
biasa dan banyaknya PEMAIN bayaran yang digerakan secara intensif. Media
masa seperti TV dan koran serta majalah digerakan dengan pemberitaan yang
sangat negatip terhadap Gus Dur. Roy Suryo, pakar komunikasi sangat jelas
membeberkan kegiatan media masa yang BERAT SEBELAH dan sangat tidak FAIR
dengan harapan mempengaruhi OPINI publik agar anti Gus Dur. Demikian ucapan
politikus anggauta DPR dan MPR mengenai IMPEACHMENT, mengenai Bulogate,
Bruneigate dan sebagainya, padahal jumlah TRILYUNAN RUPIAH yang dijarah ORBA

dan komplotan Habibie tidak tersentuh. Katakanlah dana Bulog yang menguap
sebesar 1,9 Trilyun Rupiah, Dana Reboisasi yang hampir 4 trilyun Rupiah,
Dana Taperum yang dituduhkan ke Akbar Tanjung sebesar 200 Milyar Rupiah.
Disini telah terjadi DISTORSI informasi, sebagai bagian dari skenario
menjatuhkan Gus Dur.

Pada waktu lawan-lawan Gus Dur menilai bahwa posisi Gus Dur sangat lemah dan
sudah waktunya untuk menjatuhkan VONIS, mulailah gerakan politik dari
kelompok LAWAN , diantaranya : dari PDI-P ada nama Herry Akhmadi (mantan
demonstran ITB yang memiliki nama baik sebagai aktivis, tetapi sangat anti
Gus Dur), Pramono Anung (tokoh politikus muda yang anti Gus Dur), Poros
tengah : Fuad Bawazier (koruptor dan kroni Cendana yang kaya raya), Bambang
Sudibyo (menteri keuangan pengikut setia Amien Rais) dan Hatta Rajasa
(politikus ambisius yang angat anti Gus Dur). Mereka mengadakan pertemuan
diruang kerja Kwik Kian Gie bersama dengan Theo Sambuaga dan Agung Laksono ,
mantan menteri Suharto yang dikenal sangat ambisius dan sangat bernafsu
untuk menjatuhkan Gus Dur dengan isu bahwa Gus Dur sakit sehingga harus
diganti. Sebenarnya Kwik mengundang Fahmi Idris, mantan menteri Suharto dan
sangat ambisius, tetapi Fahmi sangat tajam penciumannya dan ia mengutus
kader Golkar Theo dan Agung. Pada pertemuan tersebut Kwik tidak mengundang
PKB � partai yang mendukung Gus Dur, disini terlihat jelas bahwa Kwik memang
memiliki pendapat kuat bahwa Gus Dur akan jatuh. Ada dugaan bahwa Kwik
melakukan konspirasi politik yang kemudian lazim disebut ABORTIVE COUP�ETAT,
suatu coup d�etat yang gagal karena kelewat pagi diluncurkannya. Dan
kemudian sebagai kosmetik abortive coup d�etat tersebut, Kwik mengundurkan
diri sebagai Menko Ekuin pada tanggal 10 Agustus, ialah masa yang dianggap
kritis bagi posisi presiden Gus Dur. Kwik merasa Gus Dur akan jatuh dan ia
meninggalkan kapal yang akan tenggelam tersebut, kapal kabinet Gus Dur.
Rencananya bersama dengan Bambang Sudibyo , yang sebelumnya didahului dengan
SALING MEMUJI. Kwik mengatakan bahwa Bambang harus dipertahankan, dan
Bambang menyatakan Kwik-lah yang harus dipertahankan. Suatu cara yang sangat
KUNO dan membosankan, kalau mau mundur , yah mundur saja, nggak usah saling
memuji. Ternyata Bambang mendapat petunjuk lain dari ketua PAN agar ia tidak
mengikuti Kwik mengundurkan diri dari jabatan menteri keuangan. Pertemuan
dikantor Kwik dilakukan tangal 8 Agustus, tetapi kemudian Theo Sambuaga
melaporkan ke Akbar Tanjung yang sangat berang mengingat situasi akan
menjadi sangat sulit bagi negara ini , bukan saja kemungkinan menjatuhkan
Gus Dur sangat membahayakan mengingat dukungan masyarakat kepada Gus Dur
sangat besar.

Bayangkan kekacauan yang terjadi seandainya Gus Dur dijatuhkan secara
INKONSTITUSIONIL dan marahnya barisan pendukung Gus Dur, mahasiswa dan
rakyat kecil yang kadung menyukai Kyai yang sangat bersahabat tersebut.
Nyatanya setelah posisi Gus Dur tak tergoyahkan, Kwik kembali menghadap Gus
Dur dan tentunya untuk ditunjuk kembali sebagai TOKOH negeri ini. Pantaskah
orang macam ini diangkat kembali sebagai Menko Ekuin ? Menteri atau Menteri
Koordinator seharusnya dijabat oleh profesional yang betul-betul berjuang

untuk negeri ini, bukannya orang ambisius yang menghalalkan segala cara.
Disinilah puncak kekecewaan kelompok pendukung Kwik, sebab ia sudah
meninggalkan nilai-nilai yang harus diemban : membangun ekonomi bangsa. Dan
sempat pula Kwik menyuarakan agar jabatan menteri dipegang oleh orang-orang
partai. Apa orang tak berpartai dianggap tidak layak menjadi menteri ?

Buntut dari kuatnya Gus Dur menyebabkan beberapa TOKOH anti Gus Dur kembali
menjilat ludahnya. Ekky Syahrudin yang ucapan-ucapannya cenderung untuk
dianggap tidak mengenal sopan santun dan selalu mengritik Gus Dur
diberitakan meminta posisi Duta Besar. Kemudian Fahmi Idris yang dikenal
tenang tetapi politikus yang ulung yang selamat disegala zaman. Zaman
Suharto, zaman Habibie maupun zaman Gus Dur sebagai anggauta MPR dan tokoh
Golkar. Mengingat kemungkinan menjadi menteri sulit baginya, ia melamar
untuk diangkat sebagai Duta Besar. Dalam pernyataannya Kwik tetap
menginginkan jabatan menteri kabinet Gus Dur, suatu tindakan tak terpuji dan
menjilat air ludah. Kalau sudah mundur, yah �. mundur saja, toch selama
pemikirannya tidak sejalan dengan kenyataan barangkali pengangkatan Kwik
lebih banyak ruginya ketimbang untungnya. Apalagi Kwik dinilai sangat lemah
di TEAM WORK dan juga LEADERSHIP serta kemampuan mengorganisirnya lemah.
Kwik seorang individualis yang sangat mampu bekerja sendiri dan bukannya
menggerakan suatu TIM. Para politikuspun menyuarakan bahwa Kwik disukai
pasar, pasar politik barangkali ! Perlu disimak bahwa catatan pada Indeks
Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Nilai Tukar US $ terhadap Rupiah justru
menunjukan bahwa mundurnya Kwik malah memacu Indeks Harga Saham dengan
kenaikan yang signifikan dan nilai tukar US $ terjadi kondisi membaik. Jadi
jangan mencoba mengelabui masyarakat dengan memanipulir DISUKAI PASAR atau
TIDAK.

Catatan :
Antara tanggal 8 Agustus sampai 10 Agustus 2000 angka kurs US $ menunjukan
kisaran harga Rp 8445 � 8625, dan setelah pengumuman pengunduran diri Menko
Ekuin malah US $ turun keangka Rp 8348 berarti membaik. Sedangkan IHSG
antara tanggal 8 sampai 10 Agustus 2000 berkisar pada angka 480, begitu Kwik
mundur pada tanggal 10 Agustus 2000, tanggal 11 Agustus 2000 langsung IHSG
langsung melonjak ke angka diatas 505, suatu lonjakan yang tidak pernah
terjadi. Jadi apakah angka-angka ini menunjukan bahwa Kwik bukan orang yang
disukai pasar ? Jadi agaknya terlalu mengada-ngada dan sangat sembrono
mengatakan bahwa Kwik disukai pasar, ini omongan politik mendukung Kwik yang
dilakukan oleh kelompok yang dulunya menginginkan tergusurnya Gus Dur,
termasuk mantan Menko Ekuin Kwik sendiri. Negara menghendaki menteri-menteri
yang sanggup menyelamatkan ekonomi bangsa, bukan orang yang disukai pasar
politikus. Dan Pro Gus Dur sangat penting dalam menggerakan ekonomi bangsa
dimana geliatan politiknya sudah dipastikan keberpihakan rakyat kepada Gus
Dur. Politikus kita kembali terbukti bukannya mementingkan rakyat, tetapi
tetap berbendera politik untuk politik atau lebih lugasnya : POLITIK UNTUK
KEPENTINGAN GOLONGAN DAN PRIBADI : bagaimana moralnya ?

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 31 Aug 2000 jam 06:11:20 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke