---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Partai Golkar Seperti Kucing Arbi: Biang KKN Kok Nuduh KKN Partai Golkar dinilai hipokrit karena sebagai biang kerok KKN pada masa lalu, sekarang justru berapi-api menyerukan beerantas KKN seperti lupa akan dosa masa lalunya. "Biang kerok KKN dulu itu siapa, dia (Golkar) yang lakukan KKN tuduh orang lain, hipokrit dan munafik," cetus Pengamat Politik dari Universitas Indonesia kepada Koridor.com, Rabu (9/8) yang dihubungi melalui telpon. Arbi menilai, sebaiknya Golkar tidak melakukan kritik tentang kasus KKN sebelum membersihkan dirinya dahulu dan meminta maaf kepada seluruh rakyat. Menangggapi keikutsertaan Partai Golkar dalam kesepakatan enam fraksi untuk memisahkan kekuasaan presiden dan wakil presiden, dimana presiden sebagai kepala negara dan wakil presiden sebagai kepala pemerintahan, Arbi menilai, sebagai bagian dari upaya Golkar untuk kembali 'nebeng' kekuasaan untuk menyalurkan kepentingan politiknya. "Golkar itu seperti kucing, kalau perlu, siapapun bisa ditebengin," cetus Arbi. Bagi Arbi, pemisahan kekuasaan antara presiden dan wakil presiden tersebut tidak akan memecahkan persoalan. Karena, baik Gus Dur maupun Mega masing-masing mempunyai kelemahan. " Gus Dur punya kelemahan fisik, Mega punya kelemahan intelektual dan wawasan, tidak akan memecahkan persoalan" ujar Arbi. Karena itu, Arbi menilai pemisahan kekuasaan tersebut hanya akan memindahkan persoalan. Padahal, selama iniBahayanya lagi, lanjut Arbi, dengan memanfaatkan kelemahan Mega ,peran para pembisik tetap akan dominan. Namun, Arbi mengakui bahwa secara real politik kekuasaan Mega dan Gus Dur sebenarnya sudah terpisah karena pemilihan presiden dan wakil presiden juga terpisah walaupun secara konstitusi tidak ada pemisahan kekuasaan. " Sebagai wakil presiden, Megawati mendapat dukungan suara yang lebih banyak dari MPR, dibanding Gus Dur yang hanya mendapat 52 % suara MPR waktu itu" ujar Arbi . Hal itu sudah ditunjukkan Mega dengan penolakannya untuk membacakan jawaban atau pidato presiden baik ketika interpelasi maupun pada sidang Umum tahunan MPR. Arbi melihat , pengangkatan menteri pertama akan jauh lebih efektif dibandikan dengan pemisahan kekuasaan. Dan orang yang tepat untuk menduduki jabatan tersebut adalah Sultan Hamengkubowono X , sebagai salah seorang tokoh bisa dianggap setara dengan Gus Dur dan Mega.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 10 Aug 2000 jam 08:26:35 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
