---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Bangsa Ini Sudah Sangat Lelah Elite Politik Agar Tingkatkan Kearifan Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii Ma`arif meminta kepada seluruh elite politik agar mengembangkan sikap kearifan tingkat tinggi. Sehingga berbagai persoalan bangsa yang kini sedang dibicarakan dalam Sidang Tahunan MPR bisa segera teratasi. Dalam pandangan PP Muhammadiyah, perkembangan politik saat ini mencapai puncak yang sangat meresahkan. Oleh karena itu diminta kepada seluruh anggota MPR agar secara jernih, cerdas, aspiratif, dan bertanggung jawab membuat keputusan dan ketetapan yang terbaik bagi rakyat guna mengakhiri masa transisi yang sangat krusial saat ini. "Bangsa ini sudah terlampau lelah dan kehilangan kepercayaan jika masa transisi dan multikrisis yang telah berlangsung selama ini tidak segera bisa diakhiri," tegas Syafi`i di Jakarta, Senin. Pernyataan pers PP Muhammadiyah ini disampaikan sehubungan perkembangan politik selama berlangsungnya Sidang Tahunan MPR dinilai sangat meresahkan masyarakat. Makanya, Syafii sebagai pimpinan Muhammadiyah merasa perlu memberikan pernyataan tersebut. Menurut Syafii, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid hendaknya lebih mengedepankan hati nurani yang tulus untuk benar-benar mau mendengar, menyimak, memperhatikan, dan melakukan koreksi yang serius atas berbagai kritik yang disampaikan para wakil rakyat dalam Sidang Tahunan MPR. Kritik-kritik tersebut menggambarkan melemah atau hilangnya kepercayaan atas kesungguhan dan kemampuan pemerintah dalam menyelesaikan krisis serta mengemban amanat reformasi. Untuk itulah, menurut Syafii, perlunya kinerja dan manajemen pemerintahan yang terfokus, terukur, dan menghasilkan kebijakan-kebijakan yang konkret dan konsisten serta dapat dirasakan langsung oleh rakyat. "Memang semua tahu pemerintah saat ini telah diwarisi tumpukan masalah. Tetapi tunjukkan kepada rakyat arah yang jelas serta peta yang jelas tentang masa depan," tegas Syafii. Dalam pandangan Ketua PP Muhammadiyah tersebut, Gus Dur belum memberikan arah dan tujuan ke masa depan bangsa dan negara ini yang jelas. Saat ini telah terjadi kegalauan sistem politik dan hal ini akan berakibat fatal apabila tidak dapat diselesaikan dengan baik. "Mudah-mudahan tidak sampai terjadi revolusi sosial," tegas Syafii yang juga Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (sebelumnya IKIP Negeri Yogyakarta). Menanggapi keinginan agar terdapat Tap-Tap MPR yang memisahkan kewenangan pemerintahan kepada Wapres, Syafi`i menyatakan bahwa pada prinsipnya dirinya masalah itu diatur dalam bentuk suatu aturan yang tetap agar tidak bisa diubah-ubah semaunya. "Tap atau yang lain namanya, bagi saya yang penting bisa mengikat dan dibuat oleh lembaga yang lebih tinggi dari presiden, sehingga tidak diubah-ubah semaunya," kata mantan dosen University Kebangsaan Malaysia (UKM) di Kuala Lumpur itu. Syafii mengakui, kalau hanya diatur melalui Keppres, ia merasa khawatir bahwa di masa mendatang akan diubah lagi melalui Keppres yang lain. "Kalau dengan Keppres nanti diubah lagi oleh presiden dengan Keppres lagi, toh mengeluarkan Keppres merupakan kewenangan presiden," kata Syafi`i. Sedangkan dalam pernyataan tertulis PP Muhammadiyah yang dituangkan dalam enam butir pernyataan, menurut JPO antara lain menyatakan, kejernihan berpikir dan kejujuran serta keberanian mengoreksi diri amat diperlukan oleh para pemimpin nasional dalam mengakhiri masa transisi dan krisis, agar terhindar dari kecenderungan menyalahkan masa lalu. Di tengah benturan dan percaturan politik yang cenderung keras di tubuh bangsa ini, hendaknya segenap kekuatan agama dan organisasi-organiasi keagamaan dapat menjadi kekuatan peredam sekaligus mampu menjadi obor yang membawa nilai-nilai kedamaian, keutamaan serta kejujuran. "Kenyataan buruk akibat berbagai deraan yang multidimensi krisis ini, harus benar-benar menyadarkan kita semua untuk memulai langkah-langkah baru agar bisa hidup bebas dari penyimpangan-penyimpangan yang terbukti telah memerosokkan bangsa ke bibir kehancuran," katanya.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 16 Aug 2000 jam 08:45:27 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
