---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- satunet.com, 6 September 2000 BI OPTIMIS PERTUMBUHAN EKONOMI 3-4% TERCAPAI Laporan Charles M Siahaan satunet.com - BI optimis proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2000, 3-4 persen dapat dicapai, bahkan mungkin terlampaui menyusul perkembangan positif di bidang ekonomi, moneter dan perbankan. Meskipun demikian, BI dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu, tetap memandang perlu adanya peninjauan kembali terhadap asumsi- asumsi dasar yang digunakan dalam penetapan sasaran laju inflasi pada 2000. Peninjauan terhadap asumsi dasar tersebut terutama didasari atas perkembangan rata-rata nilai tukar yang hingga saat ini berada di atas asumsi yang digunakan pada awal tahun. Selain itu, peninjauan asumsi dasar juga perlu dilakukan karena ada perubahan rencana kebijakan harga seperti BBM, tarif dasar listrik, dan tarif angkutan kelas ekonomi dan kebijakan pendapatan oleh pemerintah serta adanya kelangkaan BBM beberapa waktu lalu. Untuk itu Dewan Gubernur BI dalam rapatnya pada Selasa menetapkan berbagai upaya untuk menahan laju inflasi agar tetap terkendali. Dewan Gubernur BI menetapkan tiga langkah penting untuk meredam laju inflasi. Pertama, terus mewaspadai kemungkinan melemahnya nilai tukar rupiah dalam jangka pendek karena dapat meningkatkan inflasi khususnya untuk kelompok barang yang diperdagangkan. Untuk itu BI terus berupaya menstabilkan perkembangan kurs lebih lanjut, di antaranya dengan melakukan pengawasan terhadap penerapan kehati-hatian perbankan seperti Net Open Position (Posisi Devisa Netto) dan pembatasan transaksi forward jual rupiah kepada non residen. Kedua, BI akan tetap berupaya menyerap kelebihan likuiditas dengan memperhatikan perkembangan suku bunga dan nilai tukar termasuk meminimalkan penggunaan sumber dana rupiah yang berpotensi digunakan untuk kegiatan spekulatif. Ketiga, memantapkan dan meningkatkan koordinasi antara kebijakan moneter, fiskal dan kebijakan ekonomi lainnya perlu dipertahankan dalam rangka mempertahankan stabilitas moneter. Membaik Mengenai perkembangan ekonomi makro, Dewan Gubernur BI menilai hingga Agustus 2000 terdapat banyak cukup perkembangan positif. Proses pemulihan ekonomi terus berlangsung dengan kegiatan ekonomi yang cenderung meningkat. Peningkatan kegiatan ekonomi tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi (PDB) pada triwulan II/2000 yang menunjukkan peningkatan sebesar 4,1 persen. Penyumbang terbesar terhadap PDB tersebut berasal dari ekspor (5,7 persen), investasi (4,1 persen) dan konsumsi (2 persen). Sementara nilai ekspor non migas periode Januari hingga Juli 2000 juga meningkat pesat mencapai 25,4 miliar dolar atau meningkat 18,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain impor juga mengalami peningkatan khususnya pada impor barang-barang modal dengan nilai kumulatif mencapai 12,73 miliar dolar AS atau tumbuh 10,9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Perkembangan nilai rupiah juga membaik. Selama Agustus 2000, rupiah cenderung menguat sekitar 7,9 persen setelah melemah sekitar 6,3 persen pada bulan sebelumnya. Suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) juga mulai menurun kembali hingga mencapai 13,53 persen pada Agustus 2000. Permintaan uang kartal juga cenderung menurun setelah sempat melonjak tinggi pada Mei 2000. Dengan mulai masuknya dana kembali ke sistem perbankan secara bertahap uang primer menurun dari Rp94 triliun pada Juni 2000 menjadi Rp92,5 triliun pada akhir Agustus 2000. Tingkat uang primer tersebut telah berada 3,46 persen di atas target yang diinginkan. Di sektor perbankan juga menunjukkan indikator positif seperti meningkatnya sumber dana perbankan sebesar 2,6 persen, permodalan perbankan meningkat Rp24,4 triliun menjadi Rp30,4 triliun. Laba operasional meningkat Rp4,9 triliun dari bulan sebelumnya Rp1 triliun, dan angka NPL (kredit bermasalah) membaik menjadi 29,3 persen dari total kredit atau turun 0,7 persen dibanding Juni. [anr] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 7 Sep 2000 jam 09:50:51 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
