----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

PERCIKAN BUDAYA 117/IV/2000
[EMAIL PROTECTED]

UNTOUCHABLE AL CAPONE INDONESIA AKAN DIHABISI

Oleh Ki Gareng Pamungkas

Memang bagi orang awam sangat sukar dimengerti, mengapa MH Soeharto begitu
sukar diadili. Berapa tahun lamanya para mahasiswa mendemo, memprotes,
teriak-teriak agar dia diseret ke pengadilan, toh sampai sekarang belum
berhasil dihadapkan ke meja hijau. Dengan ditetapkan statusnya sebagai
terdakwa saja, ada sebagian orang yang mengatakan kemajuan hebat. Jelas,
sama sekali tidak hebat. Tetapi keputusan amat terlambat, pada hal hanya
mengenai status terdakwa. Kalau dulu-dulu sudah dijadikan terdakwa, Haji
Mohammad Soeharto (HMS) belum begitu pikun, jompo, lemah ingatan,
sakit-sakitan. Jadi alasan neko-neko dari dokter sekarang ini bahwa HMS
sakit, tidak akan berlaku. (Pada hal dia di rumah metiki terong di kebunnya,
kata Gus Dur di Amerika saat ini.)

Tapi memang semuanya sudah diatur dan dibuat. Lha mengenai cara
othak-athiknya, kroni-kroni HMS dan pendukung-pendukungnya yang kebanyakan
masih nongkrong dengan enak di birokrasi, MPR, DPR, lembaga yudikatif dll.
ahli sekali melaksanakannya. Bahkan mereka ini bermetode bunglon: keras
sekali teriak reformasi, HAM dan demokrasi. Wah ciaklat beneran, sehingga
orang dibikin keblasuk-blasuk.

Jadi praktis HMS itu sungguh-sungguh untouchable seperti halnya
bandot-bandit Al Capone di Amerika tahun 20-an. Situasi kebobrokan tatanan
hidup di Amerika pada waktu itu memang menyerupai di tanah air kita dewasa
ini, dalam arti aparat-aparat bisa di bungkam dengan sebongkok uang. Jadi si
bandit selalu lolos.

Dan yang sangat menarik praktek lembaga yudikatif di Amerika jaman itu mirip
juga dengan lembaga yudikatif kita dewasa ini. Bandit Al Capone diadili (dan
dihukum) karena kejahatan melanggar aturan pajak, bukan
pembunuhan-pembunuhan kejam yang dia lakukan. Sedang HMS kita juga kini
diajukan ke pengadilan (belum diadili, apalagi dihukum) karena KKN, bukan
karena tanggung jawabnya atas terjadinya pembunuhan massal 1965-1966,
pembunuhan kasus Tanjung Priok, Timtim, Aceh, Lampung d.l.l. Astaga, betul
dia untouchable.

Karena di Indonesia sistem dan kekuatan Orde Baru memang belum terkikis
habis (untuk itu memang sukar), maka untouchable para Al Capone, baik Al
Capone Panglima Besar, maupun Al Capone krucuk, itu akan tetap terjadi.
Masih bisa merusak dan bikin rusuh Indonesia. Tetapi semua ada batasnya.
Tidak bisa para Al Capone itu menuntut hidup seribu tahun lagi. Rakyat kini
sudah tidak bisa dibodohi. Biar pun mereka tunjang palang seperti binatang
jalang, kalau sampai waktunya para Al Capone tentu akan disudahi. Pasti!!!

Gunung Gandul, Salagiri.
07 September 2000

Ralat:
PERCIKAN BUDAYA no.116/III/2000 seharusnya no.116/IV/2000
Terima kasaih. -.Cikbud.-

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 8 Sep 2000 jam 04:39:38 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke