----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Soeharto Ingin Hadir di Persidangan

JAKARTA, Mandiri -

Sekretaris mantan Presiden RI Soeharto, Superintenden Anton Tabah
mengemukakan, Pak Harto ingin memenuhi panggilan persidangan, namun para
dokter tidak mengizinkannya sehingga pada sidang Kamis (31/8) kursi terdakwa
di pengadilan kosong.

"Pak Harto bersemangat untuk datang, tetapi para dokter tidak mengizinkan
karena resiko kesehatannya sangat besar," kata Anton Tabah kepada wartawan
di Jakarta, Rabu (6/9).

Anton menerangkan, pada Rabu (30/8) atau sehari sebelum pemeriksaan, para
dokter yang merawat Soeharto telah berada di Jl. Cendana No.8, dan pada
Kamis pagi (31/8) mereka memeriksa kondisi kesehatan Soeharto, dan ternyata
ia tidak cukup sehat untuk menghadiri sidang.

"Beliau menderita kerusakan otak permanen, walau fisiknya terlihat biasa,
namun memori dan syarafnya terganggu. Saat itu jika tetap menghadiri sidang,
maka resiko terjadi sesuatu yang fatal mencapai 100 persen," kata Anton
Tabah.

Menyinggung rencana persidangan pada Kamis (14/9), Anton mengemukakan, tim
dokter pada hari persidangan akan kembali memeriksa kesehatan Soeharto untuk
mengetahui apakah dirinya cukup sehat atau tidak untuk mengikuti sidang.

Pada Rabu (6/9) siang, Jaksa Agung Marzuki Darusman mengatakan, pihaknya
telah mengirimkan surat pemanggilan kepada mantan Presiden Soeharto untuk
menghadiri proses persidangan pada Kamis (14/9).

"Untuk persidangan tanggal 14 September mendatang, sudah ada surat
pemanggilan kembali dari Kejaksaan Agung, dan pada saat itu, kita tentunya
menunggu kehadirannya untuk dapat dibacakan dakwaannya," katanya.

Marzuki Darusman juga mengatakan bahwa pada persidangan tersebut akan ada
pemberian keterangan oleh tim dokter.

Menanggapi pertanyaan tentang kemungkinan digelarnya persidangan tanpa
kehadiran Soeharto, dia mengatakan, proses hukum seperti itu bisa saja
digelar, dan tentunya memerlukan keputusan Mahkamah Agung.

Menurut dia, Kejaksaan Agung akan tetap menempuh proses hukum yang normal,
dan akan dilakukan upaya untuk mengetahui kehadiran terdakwa.

Sehari sebelumnya, Ketua PN Jaksel Lalu Mariyun SH mengumumkan pembentukan
tim dokter independen untuk memeriksa kesehatan terdakwa Soeharto agar
pengadilan dapat mengetahui kondisi mutakhir Soeharto pada tahapan
persidangan yang akan datang.

Tim tersebut melibatkan dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) serta
kalangan akademisi seperti dari Universitas Indonesia, Universitas
Airlangga, dan Universitas Gajah Mada.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 8 Sep 2000 jam 04:50:04 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke