----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

satunet.com, 11 September 2000

'Tak benar kecurangan Unamet hanya 2%'

Laporan Elvy Yusanti

satunet. com - Salah seorang tersangka kasua dugaan Pelanggaran
HAM Timtim Kolonel M Nur Muis membantah kecurangan yang
dilakukan Unamet hanya 2% seperti yang dilansir selama ini.

"Itu tidak benar. Berdasarkan hitungan saya kecurangannya
mencapai puluhan ribu suara yang hilang," ujar Muis usai
diperiksa Tim Penyidik Senin petang.

Diperiksa untuk keenam kalinya Muis menegaskan dirinya sudah
secara maksimal menjalankan tugasnya meskipun akhirnya ada
dampak pembakaran-pembakaran oleh masyarakat yang kecewa
terhadap kecurangan-kecurangan yang dilakukan Unamet.

Dalam pemeriksaan yang diketuai M Manoi SH, Nur Muis mengaku
dihujani 25 pertanyaan dan dirinya juga mengaku memberikan
fakta-fakta yang sebenarnya karena menurutnya hanya kebenaran
yang dicari dan menolak diinjak-injak pihak luar.

"Saya rela berkorban hidup mati untuk bangsa tetapi saya tidak
rela berkorban untuk maling-maling (dalam hal ini Unamet),"
katanya.

Nur Muis menjelaskan, pada tanggal 13 Agustus 1999 dirinya
menerima jabatan baru sebagai Danrem 164 Wiradarma, Timtim dari
Kolonel Tono Suratman yang juga dijadikan salah satu tersangka
saat berlangsung kampanye jajak pendapat. Dikatakannya, pada 30
Agustus 1999 dilaksanakan jajak pendapat yang diumumkan pada
tanggal 4 September 1999. "Jadi waktu saya menerima jabatan
tersebut saya berada dalam periode yang rawan," ujarnya singkat.

Mengenai komando pengendalian saat itu ada dua pihak yakni Polri
yang menangani keamanan di Timtim hingga tanggal 5 September
1999, sementara TNI setelah tanggal 5 September hingga 5
September pukul 24:00 WITA. Dan selanjutnya tanggal 7 September
pada pukul 00:00 WITA diberlakukan darurat militer. "Saya
memegang komando pengendalian selama 28 jam," tambah Nur Muis.

Dalam kesempatan tersebut Nur Muis menjelaskan, pada 30 Agustus
malam usai jajak pendapat dirinya meminta jawaban dari Unamet
mengenai situasi jajak pendapat yang kemudian jadwal pengumuman
jajak pendapat menjadi dimajukan sehingga kelompok pro integrasi
kecewa dan karena komplain mereka belum ditanggapi atas
diajukannya pengumuman.

Pihak Danrem sendiri dengan pasukan yang sangat terbatas,
katanya telah berusaha menyelamatkan 2 ribu personil Unamet yang
dikejar-kejar massa dari 13 kabupaten. "TNI berhasil
menyelamatkan seluruh staf Unamet untuk dikumpulkan di Dili
kemudian dievakuasi ke Australia melalui Baucau," katanya.

Sebelum dievakuasi dilakukan dirinya sempat mempertanyakan
situasi Timtim kepada Ian Martin. Dan Ian Martin selalu
mengiyakan apa yang ditanyakan kepadanya seperti setujukan
situasi sekarang ini tidak baik, apakah anda tahu persis
penyebabnya. Bahkan Ian Martin mengaku jika situasi yang terjadi
kala itu disebabkan adanya kecurangan-kecurangan yang dilakukan
pihak Unamet.

Nur Muis menjalani pemeriksaan intensif sejak pukul 09:15-!7:40
di Ruang Jampidum. Dan pemeriksaan lanjutan akan dilakukan
Selasa pukul 09:00 di ruang yang sama.[anr]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 13 Sep 2000 jam 08:47:10 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke