----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Bom Guncang BEJ, 15 Tewas
* Ratusan Mobil Terjebak di Dalam Gedung

JAKARTA (Media):

Bom meledak lagi di Ibu Kota. Kali ini memorak-porandakan gedung Bursa Efek
Jakarta (BEJ) di Kawasan Bisnis Sudirman, Jakarta Pusat. Hingga pukul 24.00
WIB tercatat sebanyak 15 korban tewas. Ratusan mobil diperkirakan rusak
berat.

Lima korban tewas telah dilarikan ke RSCM, masing-masing Widodo Chandra, 40,
sopir PT Maxus; Nawawi, 49; Munawir, 43; Radiman, 50; dan seorang lagi belum
dikenali. Enam korban tewas lainnya di RS Pertamina, Marsidi, Husni (Satpam
BEJ), Firmansyah, Kokong Jaya, dan korban selebihnya belum diketahui
identitasnya.

Di luar korban tewas itu, terdapat sedikitnya 23 korban luka yang dibawa ke
RS Pertamina, sembilan di antaranya harus memperoleh perawatan lanjutan.
Empat di antara sembilan korban itu masih dalam keadaan gawat dan dirawat di
ruang UGD rumah sakit tersebut.

Sembilan korban luka berat itu Kardimun, Roni, Ujang, Bambang Suherman,
Murdiono, Suryadi, Sigit, Winarsih, dan Dewi. Semuanya karyawan PT Maxus,
kecuali dua wanita yang disebut terakhir, dan Sigit, sekuriti PT Maxus.

Ledakan terjadi pukul 15.15, di Sektor P2 lantai bawah tanah. Diduga, alat
peledak ditaruh di sebuah mobil sedan dan mobil Kijang yang diparkir di
Sektor P2. Menurut Kadispen Polda Metro Jaya Superintendet Nur Usman, bom
yang meledak berjenis TNT seberat 50 kg. "Sebanyak 15 kendaraan yang berada
di dekat kedua kendaraan luluh lantak. Pada kendaraan sedan ditemukan
sayatan tempat penyimpanan bom," paparnya seraya membenarkan 15 korban
tewas.

Konsultan Fortune, Indah Soepraba, yang ditempatkan di PT Cemex Indonesia,
di lantai 24, mengaku sangat kaget mendengar ledakan keras itu. "Kami kira
ada gempa bumi, karena lantai 24 bergoyang. Kami tidak tahu ada ledakan
bom," katanya.

Menurut Indah, tak lama setelah guncangan, sirene berbunyi dan semua
karyawan di lantai 24 turun melalui tangga darurat. "Saat itu kami tetap
tidak tahu ada ledakan. Kami kira hanya latihan kebakaran saja, dan harus
turun secara tertib," kata Indah.

Semua pengunjung di lantai 24, berduyun-duyun turun melalui tangga darurat
selebar satu meter. Secara tertib, setiap baris berjejer tiga orang, turun
perlahan-lahan dari lantai 24. "Wah, bayangkan, turun lewat tangga sebanyak
24 lantai. Mana karyawan di lantai 24 ada yang sedang hamil tua, kasihan,"
kata pemilik mobil Hyundai B 1126 UU yang rusak akibat ledakan saat diparkir
di Sektor P2 lantai bawah tanah itu.

Banyak pemilik belum berhasil menemukan kendaraan yang diparkir di basement.
Lampu mati dan luapan air akibat pecahnya pipa besar menyulitkan pencarian.

Kapolri Jenderal Rusdihardjo mengatakan sekitar 400 mobil masih terjebak di
lokasi ledakan. "Belum diketahui berapa banyak orang terjebak di ruang itu,"
katanya kepada pers di tengah hiruk-pikuknya massa saat upaya penyelamatan,
kemarin sore.

Kapuskodalops Polda Metro Jaya Senior Superintendent Nono Suprijono yang
memimpin evakuasi untuk penyelamatan korban yang kemungkinan masih terjebak,
mengaku kesulitan. Karena lampu di areal parkir basement I, tempat ledakan,
yang merupakan tempat bagi komunitas satpam dan sopir berkumpul, padam
total.

Mantan Kapolres Jaksel ini telah memerintahkan anak buahnya bertugas sampai
pagi hari mengantisipasi kemungkinan adanya korban lain. Menurutnya,
kelemahan strategi intelijen membuat polisi sulit mendeteksi teror bom.
"Kantor Polda Metro juga bisa dibom karena strategi intelijen kita memang
lemah," paparnya.

Di samping itu warna mobil terlihat seragam, semuanya legam terkena asap dan
semburan api. Puluhan kendaraan mengalami kaca pecah dan bodi penyok. Paling
parah yang parkir di dekat sumber ledakan, dekat lubang udara. Di kawasan
penghubung parkir I dan II itu sekitar 10 kendaraan hangus dan tidak bisa
dikenali. Sebagian besar mobil jenis BMW, Honda Maestro, dan Vitara.

Kadispenum Polri Senior Superintendent Saleh Saaf menjelaskan, pihak
kepolisian belum bisa menduga ledakan itu adalah teror, baik itu teror untuk
menggagalkan sidang mantan Presiden Soeharto atau bukan. "Yah, kan pelakunya
belum jelas. Lagi pula tidak ada ancaman sebelum terjadinya ledakan itu,"
kata Saleh Saaf.

Kaditserse Polda Metro Jaya Senior Superintendent Harry Montolalu
mengatakan, bisa saja ledakan di BEJ ini ada kaitannya dengan rencana
pengadilan Pak Harto, yang akan digelar kembali Kamis (14/9) ini. Mengingat
pada rencana sidang pertama, 31 Agustus lalu, malam sebelumnya juga terjadi
ledakan dari sebuah angkutan umum, tak jauh dari tempat sidang. "Bisa ada
hubungannya. Mungkin saja ada, untuk bikin gangguan keamanan. Kemungkinan
itu akan didalami lagi, sebab banyak motif yang mungkin melatarbelakangi
peledakan itu."

Hal senada dikemukakan Kabakin Letjen Arie J Kumaat. "Jangan
mengait-ngaitkan, kalau tidak ada kaitan lalu kita bilang ada kaitan, kan,
nggak benar," katanya kepada wartawan di Jakarta, kemarin petang.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 14 Sep 2000 jam 10:17:40 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke