----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Serupa, Bom di BEJ dan Kedubes Filipina

Jakarta, LippoStar

Kadispen Polda Metro Jaya, Superintendent Nur Usman, menyatakan, berdasarkan
pola kerusakan dan robekan pada wahana pengangkut bom dan keadaan
lingkungannya, ada kesamaan antara bom yang meledak di lantai parkir (P2)
Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan yang terjadi di rumah Dubes Filipina
beberapa waktu lalu.

"Efek bakar, robekan, dan cara pelaku menangani bom itu serupa.
Juga pemicunya memakai 'timer' yang telah disetel sedemikian rupa.
Tetapi jenisnya yang belum diketahui, apakah TNT, C3, atau C4,
bahkan mungkin Semtex," katanya saat berbincang dengan pers, di
Gedung BEJ, Jakarta, Kamis (14/9).

Di samping itu, katanya, high explosive yang meledak di pagar
depan rumah Dubes Filipina sehingga melukai Dubes Leonides T Caday
dan menewaskan sopir serta seorang lain, berkekuatan setara 20 kg
TNT sehingga bisa merobek dan membakar mobil sedannya, sedangkan bom
plastik yang di BEJ hanya 15 Kg.

Untuk penyelidikan lebih lanjut Polda Metro Jaya bekerja sama
dengan Puslabfor Polri sedang mencari jejak dan bekas-bekas ledakan,
selain jelaga dan serpihan serta pola api yang terjadi karena dari
sana bisa diketahui jenis peledak yang dipakai.

"Yang jelas bukan petasan. Untuk TNT, dia memiliki kekhasan,
yaitu daya ledaknya sangat tinggi dan debu bekas ledakannya akan
bersenyawa dengan sisa pembakaran obyek yang dituju sehingga sukar
ditelusuri dengan metode yang sederhana," katanya.

Dalam peristiwa ledakan yang menewaskan 15 orang di lantai
parkir Gedung BEJ, Rabu (13/9) pada pukul 15.17 wib, pada titik
ledakan berasal diketahui ada satu mobil Toyota Kijang merah tua
memasuki pelataran itu sekitar 15 menit sebelum peristiwa.

Mobil niaga itu kemudian diparkir di belakang deretan mobil yang
terdiri dari satu mobil sedan yang diduga merek Toyota Corolla lama
atau Toyota Crown dan Toyota Starlet yang sebelumnya telah diparkir
di pelataran yang khusus untuk pengunjung itu.

Berdasarkan keterangan lima saksi, kata Usman, dari Kijang itu
lalu keluar seorang lelaki yang langsung menuju lantai atas,
sedangkan kedua mobil sedan di depannya itu sejak sedari awal sudah
tidak ada pengemudinya.

Kerusakan paling parah terjadi di mobil kedua, yaitu Corolla/Crown itu,
terutama pada bagian bagasinya yang terobek-robek dan tidak berbentuk
lempengan badan mobil lagi, yang dari mesinnya tersisa satu plat nomor mesin
berisikan angka 21.

"Nomor mesinnya telah dirusak, hanya angka 21 itu saja yang tersisa sehingga
kami harus bekerja lebih keras lagi mengungkap identitas mobil dan pemilik
serta pengemudinya. Dari ledakan itu, diketahui paling tidak 81 mobil rusak
parah di P2," katanya.

Peristiwa ledakan di rumah Caday terjadi bersamaan dengan
pertemuan lima tokoh nasional, yaitu Ketua MPR, Amien Rais, Presiden
KH Abdurrahman Wahid, Wapres Megawati Soekarnoputri, Ketua DPR
Akbar Tandjung, dan Sultan Hamengkubuwono X, di Keraton Yogyakarta.

Sedangkan ledakan di BEJ terjadi kurang dari 24 jam menjelang
sidang pengadilan terhadap bekas Presiden Soeharto atas dakwaan KKN
yang diduga dilakukan bekas penguasa Orba itu berkaitan dengan tujuh
yayasan yang dipimpinnya.

Dua pekan sebelum persidangan pertama atas Soeharto yang tidak
dihadirinya itu, Kamis (31/8) di Aula Gedung Deptan, Jakarta
Selatan, semalam sebelumnya juga terjadi "ledakan" di dalam satu
mini bus yang diparkir sekitar 100 meter dari gedung yang dijadikan
arena pengadilan itu.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 15 Sep 2000 jam 09:33:43 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke