----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Korupsi Indonesia Paling Buruk No 5

Berlin, LippoStar

Indonesia ditempatkan pada rangking 86 dalam daftar peringkat kebersihan
negara dari tindak korupsi oleh lembaga anti korupsi internasional,
Transparency International yang dikeluarkan di Berlin, Kamis (14/9).
Indonesia menempati urutan nomer lima dari bawah daftar itu.

Indonesia ditempatkan bersama -sama dengan sepuluh negara yang paling buruk
tingkat korupsinya. Di bawah Angola, Kamerun atau Kenya. Dan lebih baik dari
Azerbaijan, Ukraine, Yugoslavia, dan yang paling buruk Nigeria.

Lembaga itu melakukan survey sejumlah komunitas bisnis, analisa risiko
investasi dan masyarakat umum. Setiap negara diberi tanda antara 0 (korupsi
tingkat tinggi) dan 10 (betul-betul bersih dari korupsi). Dan Indonesia
hanya mendapat nilai 1,7.

Dibanding beberapa negara Asia lain yang masuk dalam daftar itu Indonesia
juga menempati tingkat paling rendah. Malaysia berada di urutan 36, China
pada ranking 63 dan Jepang 23. Negara Asia yang menduduki tingkat 10 besar
negara bersih dari korupsi adalah Singapura di rangking menakjubkan, 8.

Sedangkan negara Asia lain seperti Irak, Banglades, Pakistan dan Korea tidak
masuk dalam daftar itu bisa jadi karena kurangnya data dari negara tersebut.
Sementara India dan Thailand tingkat korupsinya jauh lebih bersih
dibandingkan Indonesia.

Finlandia dinobatkan sebagai negara terendah tingkat korupsinya oleh survey
itu dengan nilai 0 dan menempatkan Nigeria sebagai negara dengan tingkat
korupsi terburuk dengan nilai 10.

Tranparency International (TI) menyusun daftar 90 negara dalam indeks
korupsi tahunannya dan menggambarkan korupsi sebagai "Kanker global" yang
menghantam stabilitas politik dan masuknya investasi asing ke dalam suatu
negara.

Sembilan dari 12 negara terbersih berada di Eropa mulai dari Finlandia (1) ,
Denmark (2), Swedia (4), Iceland (6), Norwegia (7), Belanda (9), Inggris
(10), Luxembourg (11) dan Switzerland (12).

Jerman yang tercemar oleh skandal keuangan partai yang menimpa mantan
Kanselir Helmut Kohl, tergelincir dari rangking sebelumnya 14 pada tahun
1997 ke rangking 17 tahun ini.

"Jerman korupsinya semakin meningkat dari sebelumnya. Ini sesuatu yang harus
kita cermati secara serius," kata Chairman TI Peter Eigen di depan
konferensi pers di Berlin.

Spanyol berada di posisi 20 dan Belgia 25 yang diberi catatan sebagai negara
yang dikatakan fantastik penurunan tingkat korupsinya. Bekas negara-negara
republik Soviet semakin jatuh, menempati enam tempat dari 16 rangking
terbawah.

Rusia berada di rangking 83, sedikit lebih baik dari Azerbaijan di rangking
87 dan Ukraina 88. Moldova, Armenia dan Uzbekiztan berada di rangking 75, 76
dan 79.

Yugoslavia di posisi 89, di atas Nigeria. Tetapi Chairman TI Frank Vogl
memperingatkan bahwa negara-negara di Afrika Barat adalah negara yang paling
buruk tingkat korupsinya, tetapi tidak dimasukkan dalam daftar itu karena
kekurangan data.

Sebagai contoh adalah Pakistan berada di rangking 87 dari posisi 99, tahun
lalu. Tetapi tidak masuk dalam daftar tahun ini. Honduras yang menempati
rangking terburuk dari negara-negara Amerika Latin pada tahun 1999 lalu,
juga tidak ada dalam daftar itu tahun ini.

Transparency International- adalah sebuah non-governmental organisation
(LSM) yang berkedudukan di Berlin didirikan tahun 1993 untuk memerangi
korupsi.***

Rank Country PIScore
1. Finland 10.0
2. Denmark 9.8
3. New Zealand 9.4
4. Sweden 9.4
5. Canada 9.2
6. Iceland 9.1
7. Norway 9.1
8. Singapore 9.1
9. Netherlands 8.9
10. United Kingdom 8.7
11. Luxembourg 8.6
12. Switzerland 8.6
13. Australia 8.3
14. USA 7.8
15. Austria 7.7
16. Hong Kong 7.7
17. Germany 7.6
18. Chile 7.4
19. Ireland 7.2
20. Spain 7.0
21. France 6.7
22. Israel 6.6
23. Japan 6.4
24. Portugal 6.4
25. Belgium 6.1
26. Botswana 6.0
27. Estonia 5.7
28. Slovenia 5.5
29. Taiwan 5.5
30. Costa Rica 5.4
31. Namibia 5.4
32. Hungary 5.2
33. Tunisia 5.2
34. South Africa 5.0
35. Greece 4.9
36. Malaysia 4.8
37. Mauritius 4.7
38. Morocco 4.7
39. Italy 4.6
40. Jordan 4.6
41. Peru 4.4
42. Czech Republic 4.3
43. Belarus 4.1
44. El Salvador 4.1
45. Lithuania 4.1
46. Malawi 4.1
47. Poland 4.1
48. South Korea 4.0
49. Brazil 3.9
50. Turkey 3.8
51. Croatia 3.7
52. Argentina 3.5
53. Bulgaria 3.5
54. Ghana 3.5
55. Senegal 3.5
56. Slovak Republic 3.5
57. Latvia 3.4
58. Zambia 3.4
59. Mexico 3.3
60. Colombia 3.2
61. Ethiopia 3.2
62. Thailand 3.2
63. China 3.1
64. Egypt 3.1
65. Burkina Faso 3.0
66. Kazakhstan 3.0
67. Zimbabwe 3.0
68. Romania 2.9
69. India 2.8
70. Philippines 2.8
71. Bolivia 2.7
72. C"te-d'Ivoire 2.7
73. Venezuela 2.7
74. Ecuador 2.6
75. Moldova 2.6
76. Armenia 2.5
77. Tanzania 2.5
78. Vietnam 2.5
79. Uzbekistan 2.4
80. Uganda 2.3
81. Mozambique 2.2
82. Kenya 2.1
83. Russia 2.1
84. Cameroon 2.0
85. Angola 1.7
86. Indonesia 1.7
87. Azerbaijan 1.5
88. Ukraine 1.5
89. Yugoslavia 1.3
90. Nigeria 1.2

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 15 Sep 2000 jam 09:34:14 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke