---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- PBHI minta Kapolri dan Kapolda mundur satunet.com - Pengusutan sejumlah peledakan di ibukota yang tidak tuntas hingga kini, Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) minta Kapolri dan Kapolda mundur dari jabatan. Siaran pers PBHI yang diterima redaksi satunet.com menyatakan, ketidakmampuan kepolisian mengungkap rangkaian teror dan kekerasan yang terjadi belakangan ini seharusnya membawa konsekwensi pada pertanggungjawaban moral dan profesi pimpinan kepolisian. "Permintaan maaf kepada publik bukan sesuatu yang mencukupi. Maka, Kapolda Metro Jaya dan Kapolri seyogyanya mempertimbangkan serius untuk mengambil sikap mengundurkan diri dari jabatannya sbagai suatu sikap ksatria dan bertanggungjawab," demikian siaran pers yang ditandatangani Ketua PBHI Hendardi. Dengan mundur, akan mendorong pimpinan baru dan sekuruh jajaran kepolisian untuk segera mengungkap berbagai aksi teror dan kekerasan yang terjadi sekaligus memenuhi kewajibannya sebagai pelindung keamanan masyarakat, demikian sikap PBHI. Berulangnya peristiwa bom dalam bulan-bulan terakhir di Jakarta menunjukkan lemahnya kontrol pemerintah atas penguasaan alat-alat kekerasan khususnya produk-produk bahan peledak yang semestinya berada dialam kontrol yang sangat ketat. "Pemerintah harus mengkaji ulang dan membenahi dengan segala sistem kontrol atas penguasaan alat-alat yang diproduksi melalui upaya pengetatan pemeriksaan atas kemungkinan usaha penyelundupan alat-alat kekerasan tersebut dari luar," kata Hendardi. Menyangkut kejadian yang terulang menjelang persidangan mantan Presiden Soeharto, semakin menegaskan upaya menegakkan supremasi hukum akan berhadap-hadapan dengan kekuatan yang selalu mampu dan tak pernah segan menggunakan teror dan kekerasan. Dalam konteks tersebut, penyelidikan atas pelaku sudah harus didekatkan dan diarajkan pada anasir-anasir kekuatan orde lama (orde baru) yang paling mungkin dan berpotensi memiliki dan menggunakan alat-alat kekerasan. PBHI juga minta agar pemerintah segera membuka kemungkinan kerjasama dengan berbagai organisasi dunia atau pemerintah negara-negara lain yang memiliki banyak pengalaman menghadapi aksi teror dan kekerasan baik dalam kerja preventif maupun penyelidikan atas aksi-aksi tersebut.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 15 Sep 2000 jam 09:35:12 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
