----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

satunet.com, 12 September 2000

Milisi telah bubar pada 1999

Laporan Elvy Yusanti

satunet.com - Pemerintah menegaskan bahwa sesungguhnya milisi
telah dibubarkan pada tahun 1999 lalu.

Menko Polsoskam Susilo Bambang Yudhoyono atau yang sering
disebut SBY kepada pers usai Sidang Kabinet Terbatas di
Binagraha, Selasa, mengatakan bahwa laporan Panglima TNI
menyebutkan sesungguhnya milisi telah dibubarkan pada tahun
1999.

"Dari pembubaran itu senjata yang dikumpulkan jumlahnya 670,"
kata SBY meyakinkan. Pernyataan itu dikemukakan menjawab
pertanyaan adanya permintaan pelucutan senjata dan pembubaran
milisi yang diminta PBB pasca insiden 6 September di Atambua.

Dijelaskan SBY, jika masih ada sisa-sisa senjata yang belum
dikumpulkan secara persuasif tentu kepolisian dan TNI akan
melakukannya. "Setelah itu perlu ada konsep bagi elemen yang
memiliki senjata baik proses keamanan maupun jalan keluar
perlakuan yang tepat terhadap mereka," ujarnya.

Dalam sidang yang dipimpin Wapres Megawati tersebut juga
disepakati dalam waktu dekat segera mengembalikan keamanan dan
ketertiban. Untuk itu, pasukan yang telah dikirim yakni dua
batalyon TNI dan sudah digelar serta satu batalyon dari Brimob
ke NTT termasuk polisi militer, negosiator dari kepolisian
maupun satuan penyidik.

Sementara itu, investigasi menyusul insiden yang mendapat
perhatian khusus dari dunia internasional itu terus dilakukan
sesuai dengan proses hukum tanpa adanya tekanan politik.

Dalam kesempatan yang sama SBY juga membantah pemberitaan yang
menyatakan para pengungsi kekurangan stok makanan dan obat-
obatan. "Tidak ada kekurangan, stok ada batasnya dan jauh-jauh
hari sudah harus disiapkan untuk kebutuhan selanjutnya dengan
distribusi yang baik. Jangan sampai kita sibuk dengan urusan
politik dan keamanan tapi lupa yang fundamental," katanya.

Berkaitan dengan upaya komunikasi dengan pihak di luar
Indonesia, SBY berharap agar kesepakatan Joint Border Committee
yang diusulkan kepada Untaet segera terealisasi sehingga tidak
ada lagi saling menyalahkan antara kedua belah pihak.

SBY menyatakan, situasi di Atambua sediri hingga saat ini
relatif pulih dan jajaran menteri telah siap dengan tugas dan
tanggungjawab masing-masing untuk bersama-sama menyelesaikan
masalah ini.(trm)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 18 Sep 2000 jam 05:42:33 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke