----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Gus Dur Harus Minta Maaf
Tuntutan Pimpinan FPI Habib Ali Baagil

koridor.com [16 Sep, 0:55]

Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Ali Baagil menuntut Presiden
Abdurrahman Wahid agar meminta maaf atas perintahnya kepada Kapolda Metro
Jaya untuk menangkap dirinya, sehubungan kasus peledakan bom di Bursa Efek
Jakarta (BEJ), Rabu (13/9/000 lalu.

Demikian diungkapkan Ketua Umum FPI Habib Rizieq, Jumat (15/9) malam.
Menurut Rizieq, sebagaimana diamanatkan Habib Ali; Gus Dur harus meminta
maaf dengan cara yang sama ketika melontarkan tuduhan itu.

"Gus Dur harus minta maaf apapun alasannya. Tindakannya itu sangat tidak
terpuji dan menyinggung perasaan kalangan habaib (habib--Red)," tutur
Rizieq.

Presiden Abdurrahman Wahid memerintahkan Kapolda Metrojaya Inspektur
Jenderal Nurfaizi, agar menangkap Tommy Soeharto dan tokoh Islam, Habib Ali
Baaqil; sehubungan peledakan bom, di BEJ (koridor.com, 15/9).

Pernyataan ini disampaikan Presiden Gus Dur, usai sholat Jumat di Masjid Al
Mussaworoh Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat.

Dijelaskannya, sangat tidak mungkin Habib Ali terkait dengan peledakan bom.
"Bila FPI hendak turun ke jalan, maka Habib Ali orang pertama yang
mengingatkan untuk tidak melakukan tindakan anarkis," katanya.

Meski demikian, pihaknya tidak akan membela jika memang Habib Ali terbukti
terlibat pemboman di BEJ. "Kalau Habaib Ali terbukti silahkan tangkap, tapi
kalau tidak FPI akan membela Habib Ali Baagil," cetusnya.

Selanjutnya, masalah ini, menurut SMC; diserahkan sepenuhnya kepada Badan
Hukum Front Pembela Islam (FPI) untuk menyelesaikannya secara
kekeluargaan.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 18 Sep 2000 jam 06:15:16 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke