---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- PBB Desak Pemerintah Usut Tuntas Aksi Peledakan Bom Yogyakarta, Kompas Dalam Pernyataan Politik Partai Bulan Bintang (PBB) mendesak pemerintah khususnya aparat keamanan dan penegak hukum untuk dengan sunguh-sungguh mengusut tuntas kasus-kasus terjadinya aksi peledakan bom di sejumlah tempat di Jakarta, seperti di gedung Kejaksaan Agung, bis kota dan terakhir di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Wakil Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Drs.Sahar L Hassan, ketika membacakan pernyataan itu di depan wartawan seusai menutup Mukernas I PBB di Yogyakarta, Minggu malam, menyebutkan, selain itu, agar menyeret pelaku dan aktor intelektual aksi peledakan bom tersebut ke pengadilan. Aksi-aksi kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan dihalalkan segala cara untuk meraih tujuan tertentu dengan menimbulkan korban rakyat yang tidak berdosa. Untuk itu, PBB menyerukan kepada masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya ledakan di tempat-tempat umum, seperti stasiun KA, Terminal bis dan pusat perbelanjaan, katanya. Dalam pernyataan politiknya, PBB juga mendesak aparat keamanan bertindak tegas tanpa pandang bulu dalam memelihara keamanan dan menegakkan kedaulatan negara dari rongrongan anasir-anasir, baik asing maupun kaki tangannya di dalam negeri yang hendak merontokkan keutuhan NKRI. Selain itu, menolak keras internasionaliasai dan campur tangan terhadap masalah dalam negeri Indonesia seperti di Aceh,Irian Jaya, Maluku, Maluku Utara, Poso dan Atambua dengan dalih apapun, dan mendesak pemerintah segera menyelesaikan nya dari akar permasalahan masing masing secara jujur dan adil. Sedangkan kasus-kasus pelanggaran HAM yang terjadi selama Orde Baru dengan korban umat Islam hingga sekarang belum ada satupun yang tuntas, sehingga setiap saat dapat dijadikan komoditas politik oleh pihak tertentu. Untuk itu, mendesak Pemerintah segera menuntaskan kasus pelanggaran HAM khususnya kasus Tanjung Priok, Aceh dan Maluku, Poso dan menyeret pelakunya ke pengadilan HAM dan mengharapkanKomnas HAM bersikap adil serta proposional dalam kasus-kasus itu. Desakan kepada pemerintah yang tertuang dalam pernyataan politik PBB tersebut, dalam waktu dekat akan diserahkan secara resmi kepada pemerintah agar dapat ditindaklanjuti, katanya. Musyawarah kerja nasional (Mukernas) I berlangsung sejak tanggal 15 September itu, juga mentargetkan PBB masuk dalam tiga besar pada Pemilu 2004 dan menghantarkan Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra menjadi Presiden RI yang kelima, ujarnya.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 18 Sep 2000 jam 08:37:00 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
