----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

PBNU: Kata Presiden Penangkapan Tapi Artinya Pemeriksaan

Senin, 18 September 2000, 14:05 WIB
Jakarta, Kompas

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi mengatakan, pernyataan Presiden Abdurrahman
Wahid tentang perintah penangkapan Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto,
seyogyanya dipahami sebagai perintah pemeriksaan, bukan penangkapan.

'Soal penangkapan, saya kira harus dibaca pemeriksaan karena
siapa pun tahu orang tidak bisa ditangkap tanpa bukti. Sehingga jika
Presiden mengatakan penangkapan tentu harus dibaca pemeriksaan,' kata Hasyim
Muzadi di Jakarta, Senin.

Menurut Hasyim, pernyataan Presiden itu mungkin tidak memiliki
tujuan tertentu, hanya ingin mendorong keseriusan polisi yang sudah sekian
lama terjadi masalah tapi tidak bisa diatasi.

Mengenai Habib Ali Baagil, Hasyim mengakui mengenalnya, tapi ia
menyatakan tidak mengetahui perkembangan selanjutnya tentang
pernyataan Presiden. 'Yah... dari anda itu, kalau Gus Dur sudah meminta maaf
kepada Habib Ali Baagil,' katanya.

Soal permintaan Presiden kepada Banser (Barisan Ansor Serba
Guna) --organ kepemudaan NU--untuk ikut mengamankan dan menjaga
masalah pemboman itu, ia mengatakan, hal itu belum dapat dikatakan
permintaan tapi hanya sebuah peringatan.

'Itu hanya sebuah 'warning', kalau permintaan saya diberitahu
dong, tapi kok tidak ada,' katanya.

Upaya menurunkan Banser atau massa, katanya, harus mempertimbangkan
kepentingan bangsa, tidak boleh kasus per kasus dan itu pun komitmen NU
bukan saja Banser, tegasnya.

'Hanya untuk kepentingan bangsa, Banser boleh diturunkan,' katanya.

Sementara itu, pengamat sosial-politik, Prof Dr Azyumardi Azra
menyayangkan pernyataan Presiden tentang Banser yang dinilai akan
memperkeruhkan suasana saja.

'Selama ini pimpinan NU wilayah Jawa Timur sudah sangat bijaksana untuk
menenangkan Banser agar tidak bertindak dalam kasus Aryanti, tapi kenapa kok
Presidennya yang demikian,' katanya.

Pernyataan Presiden itu, menurut Azra, sangat mengkhawatirkan
karena akan muncul gejala tindakan kekerasan baru dari pertikaian
berbagai kelompok. 'Di mana sekali kekerasan sudah dimulai, maka
akan sulit diakhiri,' katanya.

Azra juga menyesalkan pernyataan Presiden yang terkesan asal
keluarnya saja, terutama menyangkut masalah hukum yang tentu saja
harus ditempuh melalui jalur aparat hukum.

'Jadi bila Gus Dur memiliki informasi seperti itu, sebaiknya
disampaikan kepada aparat hukum. Tidak perlu Presiden
mengemukakannya di depan umum,' katanya.

Memang selama ini, ada imbauan kepada rakyat agar bisa
memahami Presiden tapi jika Presiden terus-menerus begitu, rakyat
semakin tidak percaya dan Presiden bisa kehilangan kredibilitasnya,
tegasnya.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 18 Sep 2000 jam 12:42:23 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke