---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Antara, 17 September 2000 PNG TIDAK AKAN BANTU SEPARATISME DI IRJA Biak, 17/9 (ANTARA) - Indonesia memperoleh jaminan dari Pemerintah Papua Niugini (PNG) bahwa negara tetangga itu tidak akan membantu gerakan separatis di Irian Jaya. Hal tersebut dikemukakan Wapres Megawati Soekarnoputri dalam jumpa pers di atas pesawat Boeing 737-300 yang membawa rombongannya menuju Jakarta, setelah menyesaikan rangkaian kunjungan ke Papua Nugini dan Irian Jaya, Minggu. Wapres menyatakan cukup puas dengan hasil kunjungannya selama empat hari tersebut, terutama setelah mendengar pernyataan Perdana Menteri PNG Mekere Morauta dan Gubernur Jenderal Silas Atopare pada pertemuan di Port Moresby. Kedua pemimpin tertinggi PNG itu secara tegas mendukung kedaulatan wilayah Republik Indonesia, yang termasuk didalamnya Irian Jaya. Dukungan PNG tersebut, kata Wapres, sangat penting bagi Indonesia yang tengah berusaha meredam keinginan sebagian masyarakat Irian Jaya, yang berbatasan langsung dengan PNG, untuk merdeka. Tuntutan merdeka itu kini menjadi perhatian serius Pemerintah Indonesia, karena aksi-aksi separtisme di propinsi tersebut makin meningkat. Topik lainnya yang dibicarakan Megawati dengan Perdana Menteri dan Gubernur Jenderal PNG adalah soal perbatasan, termasuk perlunya meningkatkan pengamanan di wilayah garis batas. Perbatasan Indonesia-PNG merupakan salah satu persoalan karena lokasinya yang umumnya di daerah pedalaman dan penuh dengan rintangan alam. Situasi tersebut cukup menyulitkan dalam penjagaan keamanan, dan mudah dimanfaatkan oleh kaum separatis. Mengenai rincian dari pembahasan soal perbatasan, Wapres menyerahkannya kepada Panglima TNI. Meskipun demikian Wapres merasa yakin persoalan Irja dapat segera diselesaikan. Munculnya keinginan untuk memisahkan dari dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, kata Wapres, adalah karena kesalahan Pemerintahan sebelumnya yang kurang memperhatikan pembangunan dan kesejahteraan propinsi paling timur itu. "Tapi pemerintah yang sekarang adalah lain dari yang dulu. Pemerintah sekarang yang terpilih secara demokratis telah melakukan langkah-langkah kongkret untuk mempercepat pembangunan di Irja. Mega juga menepis anggapan bahwa seolah-olah seluruh orang Irian Jaya ingin merdeka. Kenyataannya, kata Wapres, dalam kunjungannya ke Irja ini dan langsung bertemu dengan masyarakatnya, terbukti bahwa banyak yang ingin tetap bersama negara kesatuan Indonesia. Sangat sulit Ketika berkunjung ke Fak Fak, Minggu siang, di hadapan warga setempat Megawati mengharapkan masyarakat Irja tidak secara emosional menuntut merdeka. Menurut dia, perlu pertimbangan yang matang sebelum ingin mandiri, karena hal tersebut sulit dalam pelaksanaannya. Dia memberi contoh, yakni negara Papua Nugini yang sudah 25 tahun merdeka namun sampai sekarang masih tergantung kepada Australia. "Perdana Menterinya sendiri mengakui dan mengatakan kepada saya untuk menyelenggarakan negara secara mandiri itu sangat sulit," kata Mega. Ketika berbicara dalam pembukaan Konferda PDI-P Irja di Biak sehari sebelumnya, Mega juga menunjuk contoh Timor Timur yang memilih memisahkan diri dan ingin menjadi negara sendiri. Dia menjelaskan, setelah hampir satu tahun Timor Timur melepaskan diri dari Indonesia, mereka masih juga belum dapat mandiri. Bahkan tidak ada tanda-tanda mereka (masyarakat Timor Timur) dapat menyelesaikan masalah internalnya sendiri. Sebulan menjelang jajak pendapat, kata Megawati, ia sudah berupaya keras agar Timor Timur tidak lepas dari Indonesia. "Saya sempat datang kesana dan bertemu dengan masyarakat Timtim. Saya juga mengatakan kepada pihak PBB keinginan untuk melepaskan diri itu bisa menyengsarakan rakyat Timor Timur." katanya. Dalam kunjungan ke Fak Fak dan Biak, Megawati mendapat sambutan meriah dari masyarakat setempat. Mereka sengaja datang ke Bandara dan berjejer sepanjang jalan untuk menyambut Wapres. Bahkan ketika transit di bandara Kaimana, untuk meneruskan perjalanan dengan helikopter ke Fak Fak, warga kecamatan Kaimana menyambut dengan tarian tradisional meminta Mega singgah sejenak. Mega pun mendatangi ratusan warga Kaimana dan menyempatkan untuk bersalaman. (T.OK04/RU2/20:08/B) 1709002007 NNNN ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 19 Sep 2000 jam 07:41:48 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
