----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http: under construction
Xpos, No 28/III/16-23 September 2000
================================================

FIGHT OR FLIGHT

(LUGAS): Sungguh kejam pelaku pemboman itu. Bukan saja karena korban
tewas dan luka-luka di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada Rabu
kelabu itu (13/9), namun lantaran peledakan itu dilakukan ketika
berbagai lapisan masyarakat Indonesia sedang berusaha memulihkan
kepercayaan diri untuk bangkit dari krisis. Di saat roda perekonomian
mulai perlahan berputar, di saat masyarakat mulai "kebal" dengan
persepsi negatif tentang Indonesia serta menggantinya dengan optimisme
baru, ledakan itu betul-betul mengguncang.

Lepas dari sasaran yang hendak dituju, teror belakangan ini memang
berupaya menciptakan kepanikan di masyarakat, sehingga memungkinkan
kekuatan pro-Soeharto yang disinyalir berada di balik pemboman itu
- --mengambil keuntungan "sebesar-besarnya".

Syukur tidak terlihat kepanikan berlebihan yang ditunjukkan masyarakat
ibukota. Sehari setelah peristiwa itu, para mahasiswa yang senantiasa
jadi "juruselamat" reformasi menggelar aksi menuntut Soeharto
mempertanggungjawabkan segala perbuatannya. Malah, nilai rupiah yang
sempat terjun bebas mendekati 9.000 per dolar AS, menguat menjadi
8.600 keesokan harinya --entah ini pertanda "kebalnya kulit investor"
di Indonesia atau mereka sekedar melihat peluang untuk meraih untung
di saat tak terduga.

Sampai sejauh mana sikap tidak panik masyarakat akan terus bertahan,
belum bisa dinilai dari sekarang. Namun, kemungkinan munculnya
kepanikan skala besar akan tetap terbuka bila teror makin bereskalasi.
Entah lantaran tidak becus atau takut, aparat keamanan yang selalu
lambat bertindak --bahkan belum berhasil mengidentifikasi pelaku
pemboman-- akan semakin menciptakan rasa tidak aman di masyarakat.
Bila aparat keamanan terus-menerus gagal mengusut tuntas pemrakarsa
dan pelaku teror ini, kita memang mesti bersiap menghadapi kondisi
terburuk.

Sulit membayangkan apa yang akan terjadi bila kepanikan skala besar
ini melanda masyarakat. Negara kita akan menjadi totally hopeless. Dan
betapa dahsyat luka yang akan dialami sebuah masyarakat traumatik.
Yang hancur bukan saja bangunan fisik, tapi juga peradaban.

Tentu, masih ada kemungkinan lain. Masyarakat yang muak menghadapi
teror tak berkesudahan, justru akan bersikap "melawan". Dalam
menghadapi ancaman, kita memang hanya ada  dua pilihan: fight atau
flight. Lawan atau lari. (*)

=========================================================
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]

- -------------------------------------
SiaR WEBSITE:
http://www.minihub.org/mailinglists/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 20 Sep 2000 jam 04:36:17 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke