----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Aktivis SIRA Yang Ditahan, Sudah Dibebaskan

BANDA ACEH (Waspada): Aktivis SIRA Muhammad Saleh dan Personil Tabloid SUWA,
Mazakir yang ditahan aparat keamanan, sudah dibebaskan
kembali Rabu (20/9) sore. Sebelumnya, sejumlah media massa sempat
memberitakan, sebagai mana dituturkan Ketua Presidium SIRA
Muhammad Nazar, keduanya diculik orang tak dikenal ketika sedang memperbaiki
mobilnya di bengkel CV Munas Karya, di Desa Lamteumen,
Banda Aceh.
Kapolres Aceh Besar, Supt. Sayed Hoesainy, kepada Waspada, Rabu malam,
menjelaskan aktivis dan personil tabloid milik SIRA itu
dibebaskan sekitar pukul 17:30 dalam kondisi sehat.

"Keduanya sudah kita bebaskan, setelah diperiksa berkaitan dengan mobil
minibus L-300 milik Kanwil BKKBN Aceh, yang berada di tangan
mereka ketika ditangkap petugas," kata Kapolres. Menurut Kapolres, jika
dibutuhkan suatu waktu mereka akan dipanggil kembali, karena
selain menyangkut kepemilikan mobil tersebut, mereka juga diduga telah
melanggar hukum dengan merubah warna cat plat nomor polisi
dari merah menjadi putih.

Mengenai pembebasan itu sendiri, Kapolres mengatakan, dalam pemeriksaan
terhadap sebuah kasus, tidak semua tersangka harus ditahan.
"Itu tergantung kasusnya apa," ujarnya singkat.

Sedangkan tentang adanya penyiksaan pihak aparat ketika berlangsung
pemeriksaan, sebagaimana pengakuan korban kepada Presidium SIRA,
Kapolres mengaku bahwa selama dalam penahanannya pihaknya, korban tidak
diapa-apakan kecuali hanya dimintai keterangannya. "Tapi,
saya tidak tahu sebelumnya," ujar Sayed Hoesainy.

Babak Belur
Presidium Pusat SIRA Ridwan M, dalam siaran persnya kepada Waspada,
menyebutkan kedua anggotanya itu memang sudah dibebaskan dan
diantar oleh pengacara mereka ke Sekretariat SIRA, Rabu sore.

Namun, sebutnya, selama dalam tahanan keduanya mengalami perlakuan tidak
wajar dari aparat keamanan. Selain mengalami penyiksaan,
kedua korban juga dituduh telah memberikan ceramah GAM di Kampus Unida Banda
Aceh, ketika berlangsung ospek mahasiswa baru beberapa
waktu lalu.

Penyiksaan itu, ungkap Ridwan mengutip pengakuan korban, baru akhir pukul
22:40 setelah menjalani pemeriksaan aparat. "Akibat
penyiksaan itu, kondisi kedua korban babak belur dan terpaksa dirawat di
rumah sakit umum dr. Zainoel Abidin Banda Aceh," tambahnya.

Pengungsi Aceh 20 Ribu Di Sumut

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumut Drs. H. Sofyan Nasution,
SH mengatakan, daerah Sumut menerima sekitar 20.000
pengungsi asal Aceh yang tersebar hampir di seluruh daerah tingkat-II di
Sumut.

Kepada wartawan di Medan, Selasa (19/9), Nasution mengatakan, kedatangan
pengungsi Aceh ke Sumut akibat situasi keamanan yang masih
bergejolak di Aceh walau pun dalam keadaan jeda kemanusiaan.

Berdasarkan data, katanya, sekitar 90 persen dari pengungsi tersebut adalah
warga bersuku Jawa yang bermata pencaharian sebagai
petani di berbagai lokasi transmigrasi. "Mengungsi merupakan pilihan
terakhir bagi mereka karena ketakutan akan keselamatan mereka
dan terpaksa meninggalkan harta benda yang dipunyai termasuk tanaman dan
lahan transmigrasi yang rata-rata mempunyai luas di atas 2
hektar," ungkap Nasution.

Namun, diakuinya, penanganan para pengungsi yang berlangsung sejak 6 bulan
lalu masih mengalami berbagai kendala, utamanya dana.
Saat ini, pihaknya hanya mampu memberi bantuan berupa beras dimana 10 kg per
jiwa sementara untuk lauk pauk terpaksa dicari sendiri
oleh para pengungsi.

Pihaknya bersama berbagai perusahaan berupaya memfasilitasi penyaluran para
pengungsi untuk dapat dipekerjakan. Namun ada juga
pengungsi yang menolak 'tawaran' tersebut karena kecilnya penghasilan yang
bakal diterima.

Akibatnya, banyak para pengungsi bekerja 'mocok-mocok' di sektor informal
(mocok-mocok) di berbagai tempat untuk memenuhi kebutuhan
lauk pauk. Kepala Dinas Sosial Sumut tersebut berharap agar konflik yang
terjadi di daerah 'Serambi Mekkah' dapat segera berakhir
dan para pengungsi dapat kembali ke Aceh dan hidup bersama dengan warga
setempat dalam situasi rukun dan damai.(tim) Waspada Kamis 21 Sept 2000

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 22 Sep 2000 jam 06:45:38 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke