sumber:
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/sumatera-utara/polisi-karo-tewas-ditembak-2.html
Polisi Karo Tewas Ditembak
Friday, 04 July 2008
KARO(SINDO)
– Empat hari menghilang, seorang anggota Satuan Reserse Narkoba
Kepolisian Resor (Polres) Karo Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Hotmazon
Matondang, 38, ditemukan tewas kemarin sore.
Jasad bintara polisi itu ditemukan di Sungai Lau
Mandin, Kecamatan Tiga Binanga, Karo sekitar pukul 15.00 WIB. Di kening
kepala korban terdapat luka seperti bekas tembakan. Tim medis Rumah
Sakit Umum (RSU) Kabanjahe dr Robinson Sembiring menyatakan, luka
berbentuk lubang di pelipis kanan korban tembus ke pelipis kiri.“Kita
belum dapat memastikan luka lubang tersebut diakibatkan oleh apa. Namun,
untuk sementara korban diduga meninggal dunia akibat luka pada lubang
tersebut,“ katanya Keterangan yang diperoleh, jasad anggota Polri
jebolan Sekolah Polisi Negara (SPN) Sampali Medan, angkatan ke-13 tahun
1992–1993 ini pertama kali ditemukan Mburak, warga Desa Pertumbuken,
Kecamatan Tiga Binanga.Sore itu hendak ke lahan pertanian miliknya di
kawasan aliran Sungai Lau Mandin. Saat melintas
di sungai berarus deras tersebut, Mburak mencium aroma tidak sedap. Dia
pun mencari tahu dan melihat sesosok mayat tersangkut di dahan pohon
yang menjorok ke sungai. Penemuan itu langsung dilaporkannya ke Polsek
Tiga Binanga yang kemudian membawa korban ke RSU Kabanjahe. Di rumah
sakit, polisi menemukan barang milik korban seperti kartu identitas,
sejumlah uang yang tersimpan rapi di dompet, dan cincin emas yang masih
melingkar di jari manisnya. Korban sempat
diautopsi luar oleh tim medis rumah sakit setempat dan selanjutnya
diboyong ke RSU Pirngadi Medan untuk diautopsi kembali. Kepala Polres
Karo Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Agus Pranoto mengatakan belum
dapat memastikan penyebab kematian anggotanya itu. “Dari hasil autopsi
ini akan diketahui penyebab kematian korban,” ujarnya. Menurut
dia, tidak tertutup kemungkinan kematian Hotmazon diduga karena masalah
pribadi yang menderanya belakangan ini. Untuk mengungkapnya, pihaknya
akan menyelidiki pihak-pihak yang berhubungan dengan korban. Sementara
itu, kedatangan Jenazah Bripka Hotmazon Matondang, 38, di instalasi
jenazah RSU Pirngadi Medan sekitar pukul 20.30 WIB langsung disambut
isak tangis keluarganya yang lebih dulu menunggu. “Sebelum
meninggal, dia memiliki masalah dengan pemilik kafe di Karo,” ujar
kakak ipar korban, Rosma br Sihombing sembari menangis di ruangan
tunggu depan kamar jenazah. Dia menambahkan, pihak keluarga baru
mengetahui Hotmazon meninggal sore kemarin. Sudah lebih dari sepekan
korban tidak pernah memberikan kabar kepada keluarga. Pernyataan
tersebut juga ditegaskan Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda)
Sumatera Utara Komisaris Besar Pol Baharuddin Djafar. Korban
sempat diperiksa Unit Pelayanan Pengaduan dan Penegakan Disiplin (P3D)
Polres Karo karena tidak masuk kerja selama sepekan. Seusai diperiksa,
korban kembali lagi tidak terlihat, baik oleh teman maupun komandannya.
Hotmazon juga tidak memberitahukan keberadaannya. “Tahu-tahu, korban
sudah ditemukan salah seorang warga dalam keadaan tewas di pinggir
sungai,” beber Baharuddin. Dari hasil
pemeriksaan sementara pihak kepolisian, korban diindikasikan tewas
bunuh diri. “Kemungkinan besar korban tewas bunuh diri. Pasalnya, saat
menghilang, korban terus membawa senjatanya. Saat ini senjata korban
belum juga ditemukan,” ucapnya. Mengenai luka yang ditemukan di
bahagian kepala, Baharuddin belum dapat memastikan kalau itu luka
tembakan.“ Yang jelas,luka itu di
kepala,”tandasnya. Sementara dari informasi seorang petugas Instalasi
Jenazah RSU Pirngadi Medan menyebutkan, korban mendapat dua luka di
bagian kepala maupun di leher. “Luka di kepala tembus dan di leher juga
tembus,” ujarnya yang minta namanya tidak disebutkan. Baik dengan Tetangga
Hotmazon
Matondang sendiri tercatat sebagai warga Jalan Sempakata Gang Cinta
Rakyat, Padang Bulan Medan. Kepala Lingkungan 5, Kecamatan Kuala
Bekala,Kelurahan Medan Johor Alamsyah Srubakti mengatakan, Hotmazon
merupakan warga yang baik. Selama tiga tahun
tinggal di sana, dia terkenal ramah dan sering beradaptasi dengan warga
sekitar. Hal serupa juga disampaikan br Sembiring, tetangga
korban.Korban sering bertegur sapa dengan tetangga jika bertemu di
jalan. Dia juga berkeyakinan bahwa korban tidak memiliki musuh.
“Mungkin tidak ada karena dia adalah orang yang baik,”ujarnya. Kini
tidak terlihat aktivitas di kediaman korban. Rumah sederhana itu
terlihat sepi. Pintu pagar rumahnya setinggi 1 meter pun terkunci.
(makmur sembiring/ismail siregar/richad yanato/ismail marzuki/syukri)
Best Regarts
www.dausmedia.cjb.net