BERASTAGI(SINDO) – Setelah menerpa
Deliserdang,giliran Berastagi
Kabupaten Karo, dihantam angin puting beliung kemarin.Angin kencang
disertai hujan deras merusak rumah warga di Desa Guru Singa di kota
wisata tersebut.
Dalam musibah alam ini,sedikitnya
delapan unit rumah rusak berat, sedangkan ratusan lainnya rusak ringan.
Selain meluluhlantakkan permukiman, angin kencang menumbangkan
pepohonan dan tiang listrik yang mengakibatkan penerangan di Desa Singa
terputus.
Kedelapan warga yang rumahnya rusak disapu angin
kencang ini adalah Sastra Perangin-angin, Proklamasi Guru Singa, K Lala
Guru Ginga, Marlon Keliat,Tembaba Tarigan, Samson Gurusinga, T beru
Tarigan, dan Tugas Ginting. Dari pantauan SINDO,hujan deras dibarengi
angin kencang mengguyur Berastagi. Sebagian besar masyarakat memilih
tinggal di rumah, berkumpul bersama keluarga.
“Kami lagi
ngumpul di rumah, tiba-tiba air masuk. Begitu saya lihat, ternyata atap
rumah sudah terbang dibawa angin,”tutur Sastra Perangin-angin, 50. Hal
senada juga diungkapkan K Lala Guru Singa, 35. Bapak dua anak ini
terpaksa mengevakuasi keluarganya ke rumah tetangga. Seluruh atap
bangunan porak-poranda diterbangkan angin. “Untuk sementara ini, kami
mengungsi ke rumah keluarga terdekat,” katanya sembari mengumpulkan
atap rumah yang tersisa.
Modes Guru Singa, Kepala Desa Guru
Singa menuturkan, puting beliung yang menghantam permukiman warganya
datang begitu cepat. “Cepat sekali, dalam hitungan detik semua sudah
hancur,”ucapnya. Data yang dikumpulkannya, seratusan rumah rusak
ringan, dan delapan di antaranya rusak parah. Untuk menanggulangi
masalah kerusakan ini, Modes sudah melaporkannya ke pihak kecamatan
untuk diteruskan ke kabupaten.
“Persoalan ini juga sudah saya
laporkan langsung ke pimpinan (camat),”ujarnya. Langkah awal yang
dilakukan, pihaknya menyarankan agar warga yang rumahnya rusak parah
untuk sementara mengungsi ke rumah keluarga ataupun ke jiran tetangga
yang bisa menampung. Sementara untuk merenovasi rumah yang rusak parah,
pihaknya akan melakukan gotong royong dan menggalang dana dari warga
lain.
“Untuk merenovasi rumah yang rusak, kita akan melakukan
penggalangan dana dan bergotong royong,” ungkapnya. Seperti dikatakan
Kepala BMG Wilayah I Medan Rifwar Kamin, potensi puting beliung akan
terjadi hingga akhir Agustus.“Walau telah memasuki musim kemarau,
potensi itu tetap ada,” katanya kemarin.
Musim kemarau di
Sumatera, khususnya Sumatera Utara berbeda dengan Pulau Jawa. Di Pulau
Jawa hujan dapat tidak terjadi berbulanbulan karena sering terjadi
kekeringan.Di Sumut,musim kemarau bersifat basah. “Jadi sekali-kali
hujan turun walau cuaca kemarau,” tambahnya. Puting beliung terjadi
akibat adanya gangguan cuaca di sekitar Samudra Hindia atau Laut Cina
Selatan.
Karena itu,dalam beberapa hari curah hujan di Medan
dan sekitarnya cukup tinggi. Saat ini BMG belum bisa memprediksi kapan
dan berapa kekuatan angin puting beliung secara pasti. Sebab,
peristiwanya hanya terjadi dalam beberapa menit.“Sulit diprediksi.
Sebab, paling lama 5 menit terjadinya,” ujar Rifwar. Hanya, gejalanya
dapat dilihat dari pola terbentuknya angin.
Dia memaparkan,
jika terjadi kemarau dalam beberapa hari, kemudian terjadi hujan
tiba-tiba, potensi terjadinya puting beliung cukup besar. Apalagi
disertai awan tebal yang bergulung-gulung. “Kita hanya bisa prediksi
dari gejala awalnya. Hujan turun setelah cuaca panas dan disertai awan
tebal bergulung- gulung, maka potensi itu pasti ada,”tandasnya.
Jadi,
tambah dia lagi, bagi masyarakat yang berada dalam wilayah pesisir
harusnya berhati-hati jika menemui gejala seperti itu. Masyarakat dapat
mengantisipasinya dengan memperkuat kudakuda rumah. (makmur jaya
sembiring)
Best Regarts
www.dausmedia.cjb.net