Langkat Salah Satu DTW di Sumut Dengan Aneka Obyek Wisata MenawanLangkat (SIB)

Kabupaten Langkat bertekad menjadi salah satu daerah tujuan wisata di
Sumatera Utara. Mengapa? Karena di lokasi ini banyak ditemui obyek
wisata alam, bahari, wisata religi dan wisata petualangan maupun
belanja kuliner. Tidak heran, Langkat salah satu  agenda tujuan para wisatawan 
mancanegara maupun domestic dalam mengisi hari liburan.

Salah satu bukti objek wisata telah menyeantero yakni wisata pusat
rehabilitasi Orang Utan Bukit Lawang, Bahorok persis berada di lereng
Bukit Barisan serta Pemandian air terjun Tangkahan yang masih berada di
kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Kendati banjir bandang terjadi lima tahun lalu sempat menyurutkan nyali
wisatawan, secara berangsur “stigma” itu kini sirna. Bukit Lawang kini
telah menjadi daerah wisata handal dan akan menjadi daerah wisata
mancanegara dan lokal baik bagi mahasiswa maupun peneliti dan pencinta
alam.

Konon kabarnya, banjir bandang yang terjadi di Langkat, adalah
peringatan dini di Indonesia betapa pentingnya menjaga keseimbangan
ekosistem alam. Karena pasca banjir banding tidak lama kita disentakkan
adanya bencana Tsunami di Aceh dan Nias beberapa tahun lalu.

Tekad dan kerja keras Pemkab Langkat maupun pelaku pariwisata lainnya
di kawasan Bukit Lawang kini seakan mengugah agar para pelaku wisata di
daerah itu tidak larut lama dengan kesedihan. Di lokasi itu kini seakan
kembali “bersolek” ditandai banyaknya bangunan penginapan, hotel dan
fasilitas umum lainnya yang cukup representif.

Kabupaten Langkat memiliki luas wilayah 626.329 Ha terdiri 23
Kecamatan, 226 Desa serta 34 Kelurahan, berpenduduk 1.041.000 terdiri
suku Melayu, Jawa, Karo, Batak Toba. Mandailing, Kalimantan, Minang dan
lainnya. Memiliki kawasan pertanian, perkebunan, pertambangan minyak
dan gas lainnya juga kaya akan sumber daya alam.

Melihat kekayaan dan potensi ini Ngogesa Sitepu, Bupati Langkat optimis
melalui pariwisata ini akan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah
(PAD) Langkat. Melalui rencana terobosan di bidang pariwisata, dengan
pengelolaannya melalui wadah Koperasi akan membangun sejumlah fasilitas
pendukung objek wisata nantinya, Pemkab diyakini akan mampu menambah
pendapatan bagi daerahnya (PAD).

“Menghadapi tahun 2010, Tahun Pariwisata di Sumut, Pemkab mendukung
dengan memperbaiki segala infrastruktur dari dan ke lokasi objek
wisata,” sebutnya kepada wartawan saat acara pergelaran Sumut Expo di
Jakarta Sabtu (31/10) lalu.

Menurut Bupati Langkat Ngogesa Sitepu jauh-jauh hari dirinya
memprediksi untuk melakukan terobosan peningkatan PAD. Fakta ini
didukung banyak objek wisata yang memiliki panorama yang masih asri,
iklim yang sejuk, keunikan dan keanekaragaman budaya daerah,
peninggalan sejarah, flora dan fauna, wisata agro serta wisata bahari.
Kesemuanya itu ungkapnya tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi
pengunjung untuk menyinggahi daerahya.

Beberapa lokasi baik wisata Agro, Tirta dan wisata religius dan kuliner
keseluruhannya mencapai 20 lokasi objek wisata tersebar di
kecamatan-kecamatan Langkat. Beberapa potensi objek wisata itu hampir
seluruhnya masih alami sehingga jauh dari kesan nuansa rekayasa.

Karenanya seluruh potensi wisata tersebut kini terus dipoles sedemikian
rupa dengan dukungan sarana dan prasarana infrastruktur baik dengan
dukungan para investor maupun pihak sponsor.

Bukan mustahil, Langkat yang selama ini banyak mengandalkan inkam
pendapatan asli daerahnya dari sektor pertanian, perkebunan, kerajinan
dan industri lainnya, dimungkinkan sekali sektor Pariwisata menjadi
andalan karena memang cukup menjanjikan, sektor pariwisata Langkat
tahun 2009 memang baru menargetkan puluhan juta saja, tapi setelah itu….

Saat penulis menjelajah beberapa lokasi objek wisata di Langkat di luar
Objek Wisata Bukit Lawang, ditemui puluhan lokasi objek wisata alam dan
belum terusik tangan-tangan jahil semisal perambah hutan. Hal ini juga
menjadi modal awal Pemkab Langkat untuk lebih serius menanganinya.

Salah satu modal dasar masyarakat yang cukup peduli dapat dilihat dari
tanggung jawab moral warga di seputaran Tangkahan Batang Serangan.
Warga di sana siap menghalau setiap jengkal daerahnya dari mafia
illegal logging yang mencoba mengusik keindahan pemandian Tangkahan di
Kecamatan Batang Serangan.

Bukan tidak mungkin untuk menuju kawasan wisata yang satu ini yang
berjarak sekitar 90 Km dari kota Binjai menuju Tangkahan di dalamnya
terdapat banyak hamparan hutan rimba yang masih bagian Taman Nasional
Gunung Leuser (TNGL), menyimpan ribuan macam Flora serta Fauna, Orang
Utan, Harimau Sumatera, Kedih, Gajah dan beberapa jenis burung, Kuaw,
Merak dan Enggang menjadikan Tangkahan memukau dan mempesona.

Warga di sana telah mengetahui potensi tersebut dan sudah bila dijaga
akan dapat menambah penghasilan mereka dengan menjual paket wisata yang
masih alami tersebut. Salah seorang warga Batang Serangan Masita ketika
ditemui wartawan belum lama mengaku, potensi wisata Tangkahan diakuinya
mampu mengalahkan keindahan pemandian Bukti Lawang dan daerah lainnya.

Hanya saja sebutnya beberapa sarana di Tangkahan dirasa masih perlu
ditambah kalau tidak ingin disebut masih minim seperti penginapan,
lokasi parkir kendaraan yang dapat menjamin setiap pengunjung untuk
tidak was was bila bermalam. Hal ini tetap menjaga agar tarif parkir
tidak mahal.

Masih di Tangkahan ini, kita dapat menikmati derasnya debit air dari 14
lokasi air terjun ditambah pemandangan kupu kupu indah dan unik setiap
hari dapat disaksikan berjuta-juta ekor.

Tidak pas bila hanya membicarakan Tangkahan lokasi wisata lain di
Kecamatan Tanjung Pura yakni Pantai Kuala Serapuh Kecamatan Tanjung
Pura di pesisir perairan Selat Malaka. Objek wisata ini memiliki pasir
putih yang landai seluas 6 Ha . latar belakang pantainya ditumbuhi
Cemara dan didalamnya terdapat burung dan kera.

Di lokasi ini para pengunjung dapat bermain volley pantai, camping,
lomba layang-layang dan dapat menelurusi sungai Batang Serangan dengan
ban. Tidak heran di lokasi ini juga kerap dijadikan olahraga arum jeram
baik dari Medan, Deliserdang maupun warga Binjai sendiri.

Objek wisata lain adalah pemandian Pantai Biru di Kecamatan Salapian,
pemandian Alam Pangkal Namosira-sira, air terjun Lau Berte, pemandian
Namu Ukur Utara di Kecamatan Sei Bingai. Objek wisata lain seperti
Pamah Semilir, sumber air panas Desa Buluh Telang Kecamatan Padang
Tualang, pemandian Tangkahan, Pantai Tanjung Karang dan Pantai Pulau
Sembilan, Istana Batu Taman Nasional Gunung Leuser, Dusun Pantai Buaya,
Dusun Aras Napal.

Wisata kuliner di Langkat yang hampir setiap hari dapat disaksikan
seperti di Kecamatan Tanjung Pura. Sepanjang pinggiran jalan itu kita
dapat membeli makanan dodol setiap hari. Di sini tersedia dodol paket
besar atau kecil dengan aneka cita rasa mulai dari rasa durian, pandan,
nangka dan sirsak serta lainnya.

Bila tidak ingin dengan wisata alam, pengunjung juga dapat menyaksikan
wisata religi, yang konon miniaturnya Bali yang terdapat di Kampung
Bali Kecamatan Wampu. Disini kita menemui Pura Alit Widhie Nata dan
Pura Panitiaan Agung Jagat Widhi Nata dan dalam waktu tertentu
dilakukan acara ritual keagamaan Hindu.

Masjid Azizi yang memiliki bangunan arsitektur bersejarah peninggalan
penjajahan dan di belakangnya terdapat makam Tengku Amir Hamzah atau
yang dikenal Raja Pujangga Baru di Kecamatan Tanjung Pura. Juga Haul
Tuan Guru Babusalam Besilam di Kecamatan Padang Tualang, yang setiap
tahun diperingati akan dihadiri ribuan jemaah pengikut Tarikat
Nagsyabandi hingga Manca Negara. Tidak heran banyak pemimpin Sumut
tidak puas bila tidak mendatangi lokasi ini.

Sejalan Visi dan Misi Bupati Langkat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Langkat, berupaya mensosialisasikan program tersebut, semisal dengan
menjual paket wisata liburan anak sekolah sejak Juni 2009 lalu.
Walaupun diakui sarana jalan masih menyisakan kendala, namun diharapkan
tidak menjadi alasan stagnannya pembangunan wisata di daerah itu.

Karena itu Dinas Pariwisata terus mencoba bekerjasama dengan Dinas
Perhubungan maupun sponsor salah satu penerbangan di Indonesia, untuk
dapat meningkatkan minat pengunjung ke sana, dengan menjual paket
liburan sekolah dengan menyediakan segala fasilitas kemudahan seperti
tiket dan bus.

“Kita terbuka dengan pihak investor dan kami telah mencoba menyusun
program dengan langkah awal terus mensosialisasikan potensi wisata
kepada masyarakat baik lewat Kalender Wisata juga membuat Paket Tour,
seperti liburan anak sekolah. Pada gilirannya dapat meningkatkan
apresiasi sehingga dapat menyampaikan informasi tentang keindahan
panorama wisata di Langkat,” kata Kadis Parawisata dan Kebudayaan
Kabupaten Langkat Dra Hj Purnama Dewi Br Tarigan kepada wartawan SIB
belum lama ini.

Diperkirakan sampai bulan September 2009 berjumlah 11.100 kunjungan
turis mancanegara, dengan asumsi 1 orang turis mancanegara menghabiskan
waktu rata-rata selama 2 hari di Bukit Lawang dan Tangkahan dengan
mengeluarkan biaya ±Rp 2 juta selama 2 hari. Sehingga perputaran dana
sampai bulan September ±2 miliar rupiah. Dana yang masuk dapat
digunakan untuk pembinaan habitat serta dapat menggerakkan perekonomian
masyarakat sekitarnya.

Kunjungan ke objek wisata di Langkat setiap tahunnya terus mengalami
peningkatan. Tahun 2008 sebanyak 31.608 orang wisata lokal (domestik)
maupun wisata mancanegara (turis) datang mengunjungi berbagai macam
objek wisata di Langkat. Dari data tersebut 23.657 pengunjung domestik
dan 7.951 turis mancanegara.

Khusus Target pengunjung Tahun 2009, Purnama Tarigan ngaku tidak
menggunakan target PAD, namun dengan kerja keras dirinya berharap akan
meningkatkan jumlah pengunjung dan pasti meningkatkan pendapatan
masyarakat dan daerahnya dengan tetap mengontrol agar lokasi wisata
tetap menjaga konsep ramah lingkungan, sebutnya. (y)

Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community



      

Kirim email ke