Pertanian Karo terancam jadi “penonton” di daerah sendiri Pemkab Karo diminta segera melakukan langkah kongkrit dalam memperbaiki pemasaran komoditi hasil pertanian sayur-mayur dan buah-buahan untuk menembus pasar lokal di sejumlah daerah di Indonesia yang diharapkan memasuki pasar mancanegara.
Selama ini, produksi pertanian Karo dinilai selalu terbentur manajemen pemasaran yang kurang diperhatikan pemerintah. Pasalnya, hasil unggulan pertanian di Karo, kalah bersaing dengan produk pertanian China dan Taiwan yang telah memasuki pasaran di Indonesia dengan harga murah dan kualitas baik. “Seandainya ini terus terjadi, ke dua negara tersebut bakal merajai pasar di seluruh Indonesia. Bukan tidak mungkin, hasil produksi pertanian daerah ini akan menjadi “penonton” di daerah sendiri,” ujar ketua komisi A DPRD Karo, Sudarto Sitepu, kepada Waspada Online di Kabanjahe, malam ini. Dikatakan, berdasarkan masukan dari sejumlah eksportir, untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemkab Karo harus segera menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pertanian yang mengatur pemasaran hasil pertanian saat harga mengalami fluktuasi. “Pemkab Karo diharapkan segera membuat draf Ranperda pendirian BUMD P 2010 pada Maret mendatang. Legislatif akan segera menindaklanjutinya,” ujarnya. Dengan pendirian BUMD, menurutnya, petani Karo tidak akan kesulitan lagi memasarkan hasil pertaniannya. Selain untuk menampung berbagai hasil produksi pertanian Karo, juga akan menambah lapangan pekerjaan. Terlepas dari permasalahan itu, Dinas Pertanian Karo diminta untuk pro aktif memberikan penyuluhan dan jemput bola menampung persoalan yang dihadapi petani dalam bercocok tanam. “Dengan seringnya sosialisasi, diyakini petani akan mempergunakan pupuk organik sesuai tuntutan pasar regional maupun internasional,” pungkasnya. Sumber:http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=83564:pertanian-karo-terancam-jadi-penonton-di-daerah-sendiri-&catid=15:sumut&Itemid=28 Salam Mejuah Juah Karo Cyber Community
