Kerusakan Jalan Negara Kabanjahe-NAD Kembali Ambil Korban, 5 Truk Membawa 
Jagung Terbalik di Tigabinanga
                           Posted in Marsipature Hutanabe by Redaksi on Januari 
23rd, 2010 
                
                                
        T Karo (SIB)

Kerusakan jalan negara jurusan Kabanjahe-Propinsi NAD yang semakin parah 
kembali ambil korban materil dan
mengecewakan ratusan warga dan pelajar. Sejak Jumat (22/1) sekitar
pukul 04.00 WIB, 5 truk sarat muatan produksi jagung, buah pinang dan
bahan bangunan terbalik dan lainnya terperosok di badan jalan yang
berlubang-lubang di simpang Desa Pertumbuken dan simpang Desa Laukapur
Kecamatan Tigabinanga, Karo.

Akibatnya, sejak kejadian tersebut sampai berita ini dikirim, Jumat
(22/1) pukul 16.00 wib, lalulintas dari arah Kabanjahe ke arah Propinsi
NAD macet total. Bahkan selain sejumlah PNS tidak bisa masuk kantor dan
terjebak di jalan yang macet, juga ratusan pelajar SMA dari Desa
Sukajulu, Lisang, Butar, Kutambaru, Kutabangun, Simolap dan Desa
Laukapur tidak dapat sekolah ke Tigabinanga.

Hal ini dikatakan Masdin DT Ginting, anggota DPRD Karo dan Jenguk warga
Desa Lisang kepada SIB, Jumat (22/1) di lokasi kejadian, simpang Desa
Pertumbuken.

Pantauan dan informasi yang diperoleh SIB dari masyarakat di lokasi
kejadian bahwa, truk Nopol BK8001 LL membawa bahan bangunan dari
Kabanjahe menuju arah ke NAD terperosok di badan jalan yang mengalami
rusak parah. Dua truk jenis fuso membawa jagung pipil dan membawa kayu
jati putih dari arah Tigabinanga menuju arah Medan Nopol BK 8952 LS dan
Nopol BK 8129 SG muatan jagung menuju Medan terbalik di simpang Desa
Pertumbuken. Sedangkan dua truk lainnya Nopol BK8952 LL membawa buah
pinang datang dari Aceh Tenggara dan membawa jagung dari Laubaleng
terperosok ke badan jalan di simpang Desa Laukapur, Simolap sehingga
kemacetan pun terjadi mencapai 10 kilometer dari Sarinembah-Tigabinanga
dan Simolap.

“Akibat kerusakan jalan dan mengakibatkan berkali-kali truk terbalik di
Desa Simolap dan di simpang Desa Laukapur ini, membuat beberapa kali
juga ratusan pelajar dari Desa Sukajulu, Lisang, Butar, Kutambaru,
Kutabangun, Simolap dan Desa Laukapur yang sekolah di SMA Negeri
Tigabinanga tidak bisa sekolah dan terjebak di jalan yang tiap hari
macat,” ujar Jenguk dan Masdin yang tinggal di Lisang dan Desa Kidupen
Kecamatan Tigabinanga.

Sementara itu, sejumlah warga, Pulung Sinulingga, Andri, Sukat dan
Wisma Ginting yang terjebak dalam kemacatan menuju Medan yang
dikonfirmasi SIB di lokasi kejadian, mengaku emosi melihat kerusakan
jalan negara yang sudah bertahun-tahun rusak parah namun tidak mendapat
perhatian UPT atau Balai Dinas Jalan Jembatan Pemprovsu yang menangani
pemeliharaan dan perbaikan jalan negara ini.

“Mungkin besok-lusa jalan ini tidak dapat dilintasi lagi baru ada
perhatian Pemprovsu, Pusat dan Pemkab Karo. Sebab, Pemkab Karo pun
berkewajiban melobi dan terus meminta perhatian dan perbaikan jalan ini
ke Pemprovsu atau ke depertemen terkait di pusat. Tidak cukup Pemkab
Karo hanya mengatakan, “ini tanggung jawab Pusat atau Pemprovsu. Tapi
melobi atau tidak bosan-bosan menyuratinya, pasti diperhatikan,” ujar
Wisma. (M37/m)

Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community



      

Kirim email ke