DPRD Karo menemukan pelaksanaan rehabilitas melalui Dana Alokasi Khusus
(DAK) 2009 yang diduga bermasalah. Proyek senilai Rp 299 juta itu
ditemukan berada di SDN 045953 desa Selakkar kecamatan Munthe kabupaten
Karo. 

”Dari monitoring Komisi C, pengerjaan DAK itu diduga
bermasalah. Pengerjaan seharusnya selesai 31 Desember 2009. Namun,
kenyataannya sampai sekarang belum juga selesai,” ujar ketua Komisi C,
Horison Sitepu, kepada Waspada Online di Kabanjahe, tadi siang. 

Dikatakan,
volume pengerjaan proyek rehab di sekolah itu sebanyak 3 kelas berbiaya
Rp150 juta, sanitasi air bersih Rp20 juta, pembangunan ruang
perpustakaan dan meubelair Rp105 juta serta pembuatan ruang UKS dan
meubelairnya Rp24 juta. 

Dari hasil monitoring di sekolah itu,
imbuhnya, pengerjaan proyek masih tetap berlangsung hingga saat ini.
“Pekerja masih ada yang mengerjakan pengecatan sekolah, memasang kosen
dan lantai di kamar mandi. Jadi pekerjaan baru mencapai 90%,” ujarnya. 

Politisi
PAN itu menambahkan,  peralatan meubelair juga belum tersedia
seluruhnya dan kualitasnya jauh dari standar yang diharapkan. “Ada meja
dan kursi yang tidak diketam. Untuk itu, kita akan tetap memonitoring
keseluruhan pelaksanaan DAK 2009 di Karo,” pungkasnya. 

Paimin
Ginting, selaku kontraktor di sekolah itu, mengakui pengerjaan SDN
045953 desa Selakkar belum rampung seluruhnya. “Tinggal finishing saja
dan pengerjannya telah mencapai 95%,” ujarnya singkat. 

Sementara,
Kepala Bidang TK dan SD Diknas Karo, Sinar Ginting, yang dikonfirmasi,
tidak membantah adanya keterlambatan penyaluran meubelair ke beberapa
sekolah. “Pelaksanaan proyek DAK tidak ditender dan itu dana swakelola
yang sifatnya tidak ada batas waktu yang ditentukan,” kilahnya.

Sumber: 
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=85717:pengerjaan-dak-bermasalah-ditemukan-di-karo&catid=15:sumut&Itemid=28

Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community



      

Kirim email ke