Bisnis Indonesia JAKARTA: 

Dukungan terhadap IGOS datang dari raksasa teknologi informasi global 
termasuk IBM, Oracle dan Sun Microsystems dalam berbagai bentuk. Ketiga 
perusahaan itu selama dua tahun terakhir aktif mempromosikan open source 
dalam kegiatan bisnisnya.

Untuk memajukan IGOS, IBM memberikan 500 paten miliknya kepada komunitas 
open source sebagai modal para pengembang menciptakan berbagai aplikasi 
siap pakai dengan harga terjangkau untuk UKM dan pemerintah.

IBM berencana menggandeng perguruan tinggi, asosiasi dan Kementerian 
Riset dan Teknologi (Ristek) untuk memperluas pengetahuan dan 
pemanfaatan paten-paten tersebut, kata Presdir PT IBM Indonesia Betti 
Alisjahbana belum lama ini.

"Mudah-mudahan gayungnya bersambut karena sifatnya win-win. Saya pikir 
resources Indonesia bisa menjadi bagian dari resources global, 
terkoneksi dengan belahan dunia yang lain."

Sebanyak 500 paten yang diberikan IBM itu sudah lolos verifikasi dari 
Open Source Initiative (OSI) -lembaga internasional yang mengkaji 
kelayakan peranti lunak open source, baik dari sisi teknis maupun 
peraturan lisensinya.

Paten itu akan disumbangkan untuk memperkaya repository nasional yang 
dibentuk tim IGOS 2004. Fasilitas ini ibarat 'perpustakaan digital' yang 
menyimpan berbagai komponen untuk memudahkan pengembangan aplikasi open 
source.

Sementara itu, dukungan Oracle berupa penawaran kerja sama mendirikan 
Center of Excellence (COE) di Indonesia sebagai tempat untuk 
mengembangkan, menguji dan mensertifikasi aplikasi e-government berbasis 
open source.

"Fasilitas ini juga sebagai sarana proof-of-concept, sebab dengan 
membuktikan satu aplikasi itu berjalan, akan mendorong penerapannya," 
kata Adi Juwono Rusli, Managing Director PT Oracle Indonesia.

COE didirikan melalui kerja sama dengan instansi pemerintah, perguruan 
tinggi dan perusahaan TI. Salah satu proyek di Filipina adalah penerapan 
Single Identification Number (SIN).

Dukungan terhadap IGOS juga diberikan Sun Microsystems yang belum lama 
ini menjadikan sistem operasi Solaris 10 menjadi open source, melalui 
proyek OpenSolaris melalui lisensi CDDL (Common Development and 
Distribution License).

"Kami akan merintis komunitas OpenSolaris untuk kemudian dirangsang 
menciptakan produk derivatif dari sistem operasi ini yang sesuai dengan 
kebutuhan di Indonesia," kata Presdir PT Sun Microsystems Indonesia Bhra 
Eka Gunapriya.

Berbagai inisiatif para vendor global itu bertujuan mengangkat gerakan 
open source dari komunitas ke jenjang berikutnya, terutama ke UKM dan 
instansi pemerintah seperti tujuan IGOS.

Betti mengatakan dukungan dari komunitas warnet untuk menggunakan 
peranti lunak open source sebagai bagian dari kampanye 'go legal' 
sebagai salah satu pondasi sekaligus modal IGOS ke depan. "IGOS butuh 
'quick wins' agar orang punya percaya diri yang tinggi. Ini yang harus 
terus ditumbuhkan. Menurut saya, dukungan dari komuniti warnet itu 
datang pada waktu yang tepat."

Adi mengatakan agar pemerintah bergerak lebih gesit dalam 
menindaklanjuti dukungan para vendor global, sehingga membuahkan hasil 
yang nyata.

Salah satu bentuk lambannya respons pemerintah ini adalah hilangnya 
kesempatan mendirikan COE e-government yang sebenarnya bisa terwujud 2004.

Kini bola berada di tangan pemerintah untuk memanfaatkan berbagai 
dukungan tersebut untuk menggulirkan program nasional pemanfaatan 
peranti lunak open source itu ke e-government, UKM dan dunia pendidikan. 
([EMAIL PROTECTED])

*{aditional}
Kabarnya jararan RISTEK sudah mau mulai menerapkan OS dan Aplikasi yang 
berbas, ini di tunjukan dengan adanya pelatihan di lingkungan kementrian 
RISTEK
*


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12heah934/M=362335.6886445.7839731.1510227/D=groups/S=1705006580:TM/Y=YAHOO/EXP=1123136138/A=2894361/R=0/SIG=13jmebhbo/*http://www.networkforgood.org/topics/education/digitaldivide/?source=YAHOO&cmpgn=GRP&RTP=http://groups.yahoo.com/";>In
 low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help 
bridge the Digital Divide!</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

"This is my way being a linuxer..."
http://jogja.linux.or.id
http://jogja.linux.or.id/wiki/

Untuk berhenti langganan silahkan kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jogja-linux/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke