JavaFX memang masih belum di-release oleh Sun baru preview. Akan tetapi
saya rasa ada beberapa aspek dari JavaFX yang berbeda dari Flex dan
Silverlight:

1. JavaFX menggunakan teknologi Java, jadi JavaFX hanya memerlukan JVM
dan bukan plug-in terpisah seperti Flex dan Silverlight (ya, memang kita
tahu bahwa ketika kita install JVM, ada browser plugin yang diinstall
pula). Jadi potensi untuk membuat JavaFX bisa berjalan di berbagai
devices sangat besar karena JVM sendiri telah terinstall di banyak
sekali devices.

Kemampuan memanggil java object juga adalah salah satu hal yang
memungkinkan java programmer untuk menggukan class dan framework yang
sudah ada. JavaFX juga menggunakan teknologi2 Java yang telah ada
seperti Java2D, Java3D, Java Media Framework, Swing, AWT, dst. Tentunya
teknologi2 tersebut juga akan dikembangkan jikalau ada feature2 yang
diperlukan tapi masih belum tersedia.

Performance juga adalah salah satu hal yang terbawa dari Java ke JavaFX.
Performance JavaFX akan tergantung dari performance Java dan karena
performance Java saat ini sangat baik, performance JavaFX pun akan
terbawa baik. Ini tergantung dengan seberapa efisien proses kompilasi
dari JavaFX, akan tetapi saat ini performancenya sudah sangat baik.
Lihat perbandingan JavaFX script vs ActionScript
http://blogs.sun.com/chrisoliver/category/JavaFX

2. JavaFX menggunakan script yang deklaratif tidak seperti Silverlight
dan Flex yang menggunakan XML + Javascript. Apakah hal ini baik atau
buruk tergantung dari sudut pandang kita dan apakah Sun berhasil
menciptakan feature2 yang berguna untuk programmernya dengan menggunakan
script tersebut seperti misalnya beans binding yang dapet mengubah
tampilan secara otomatis jikalau beans sebagai sumber datanya berubah.
XML dan Javascript adalah teknologi yang sudah dipahami banyak orang.
JavaFX Script masih membutuhkan si programmer untuk mempelajari script
baru. Akan tetapi script yang baru juga membuka banyak kemungkinan yang
mungkin lebih sulit untuk diimplementasi di Flex atau Silverlight.

Jadi kalau pertanyaannya apakah JavaFX bisa menyaingi Flex ke depannya?
Saya rasa seharusnya bisa tergantung dari eksekusi team JavaFX di Sun
dan seberapa banyak mereka bisa mempergunakan Java platform yang
memiliki banyak sekali kemampuan dan juga bagaimana eksekusi team Adobe
untuk mengembangkan platformnya. Saat ini Flex memang lebih mature di
dalam dunia RIA.

Hans
Disclosure: Saya kerja di Sun, akan tetapi pendapat di atas adalah
pendapat pribadi saya. Saya belum pernah menggunakan Flex tapi saat ini
sedang mempelajari JavaFX kalau ada waktu.

--- In [email protected], "buyung bahari" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Flex memang jauh lebih baik, silverlight not bad, but java fx still
far from
> hope.
>
> 2008/10/30 irfani YangBaikHati [EMAIL PROTECTED]
>
> >   sya bukan expert, tp mnurut sya Javascript yg akan mnjadi
masadepan GUI,
> >
> > bukan javafx, flex, silverlight
> >
> > dita_dsp wrote:
> > > menurut dari email yang saya liat di milis ini,dari siapa gtu,
untuk 2
> > > tahun k depan javafx belum bisa bersaing sama flex and
silverlight.
> > > saya mau tanya nih pendapat temen2 menurut temen2 apakah mempunyai
> > > pendapat yang sama tentang javafx belm bisa bersaing dengan flex
and
> > > silverlight?
> > > aku udah nyobain flex tapi lum nyobain silverlight dan hasilnya
memang
> > > sepertinya flex lebih unggul daripada javafx(sejauh yang saya
> > > tahu)buat temen2 yang udah expert gimana nih setuju gak?
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
> > --
> > irfani
> >
> > http://irfani.web.id
> > Y! irfani_s
> >
> >
> >
>
>
>
> --
> Best Regards
>
> Buyung Bahari
> ******************************
> http://www.bakhosting.com
> http://support.bakhosting.com
> ******************************
>


Kirim email ke