Usul frans, disiapkan saja prosedur-prosedurnya, apa saja yang harus dipenuhi, dan deadlinenya.. klo mendaftarkan diri ke kampus, kampus mana saja yang jadi rujukan resmi.. tapi klo hanya rujukan kampus dalam negeri, kayaknya klo harus diterima dulu kayaknya susah.. mungkin cukup surat rekomendasi bahwa yang bersangkutan siap diterima dan layak masuk ke kampus rujukan..
Klo kampus luar negeri, mungkin layak klo saya harus diterima dulu, bagaimanapun beasiswa yang diajukan bisa lebih dari satu. tapi klo dalam negeri kayaknya bakal lebih susah.. urusan pemotongan revenue sih gak masalah, asal ikatan dinas itu disediakan dari penyedia beasiswa, maksudnya, disediakan pekerjaan-pekerjaan yang harus diikuti oleh penerima beasiswa. Btw, potongan itu bisa mengurangi TAX engga? 2010/4/7 Frans T <[email protected]> > > > hi semuanya > > update terbaru adalah > > modelnya ternyata bukan tiap orang dapat jatah maximum berapa, tetapi > secara total anggaran yang diperlukan berapa. > > ok ini beberapa syaratnya > 1. lulus test kepercayaan untuk menjalankan program yaitu jadi team ekpansi > nasional, > 2. revenue yang didapat harus disumbangkan untuk digunakan sebagai tambahan > pendanaan kuliah angkatan berikutnya. 20% gimana :) > > 3. mendaftarkan diri ke kampus.. jadi kampusnya sudah menerima.. tapi > gimana yah kalau gak diapprove, tapi diterima.. nah ini prosedur diknas agak > aneh juga.. -> diknas juga pengen tahu itu S2 ke kampus itu berapaan. maklum > program pertama kali, biasa ke negeri kan. > > 4. mengiri semua dokumen manual, yah bisa ke Meruvian dulu saja, nanti kita > bawa ke diknas. > > Team ini akan disebut Team Skill Up, karena nanti akan dibuat 2 > program,selain kuliah yah skillup industri yang kita "ramalkan" akan laku di > ASEAN, sebab targetnya mau go ASEAN dulu. > > Frans > > > <[email protected]?subject=update:+Beasiswa+S2+-+Skill+Up+Java> > -- Sincerely, Martinus J Wahyudi Software Engineer

