"MENGIKUTI KENDARAAN LAIN"
 
 
WASPADA DAN ANTISIPASI
 
1. Mengatur jarak aman
Jarak yang ada antara kendaraan di depan dengan motor yang kita tunggangi,
sebenernya mengindikasika seberapa cepat atau lambat kita berkendara.
Sekaligus menunjukan tingkat keamanan dan kenyamanan berkendara.
 
Jika tidak ada kendaraan lain di depan,
maka artinya kita dalam kondisi bebas dan tak ada yang perlu di khawatirkan.
Sebaliknya, saat arus kendaraan begitu banyak dan padat, timbul pertanyaan,
"Berapa jarak aman yang harus diambil?"
 
2. Tidak ada yang aman
Perlu ditekankan, sebenarnya tidak ada jarak yg benar2 aman antara
kita dengan kendaraan di depan atau di belakang.
Semua itu ditentukan dari jenis dan tipe kendaraan,
keleluasaan pandangan kita ke depan, hingga kondisi arus lalu-lintas.
 
Apalagi dalam kondisi arus 'padat-merayap',
sukar dihindari hidung kendaraan kita menyentuh bumper mobil di depan.
Kadang pula, bokong motor kita tercium roda depan motor lainnya.
Namun yang pasti, berkendaralah dengan 'halus' dan tertib.
 
3. Living with enemy
Maksudnya, jika kita dalam waktu yang cukup lama terus berada di belakang mobil,
banyak bahaya mengintai.
Penyebabnya, tanpa disadari kita terbawa irama berkendara supir mobil tersebut.
Dia melambat, kita ikut pelan. Dia cepat, kita ikut kencang.
Bahaya lain, jika fisik mobil itu besar dan tertutup.
Dijamin, pengendaranya sulit mengetahui kendaraan kita di belakangnya.
Bayangkan akibatnya, jika mobil itu tiba-tiba berbelok atau berhenti.
 
Cara terbaik menghindarinya,
jangan pernah berada di belakang mobil dalam waktu lama.
Ambil jarak aman yang tegas, khususnya saat sedang melaju cukup kencang.
Jika memungkinkan, segera salip mobil itu dengan cara yang aman.
 
4. Di belakang bus / truk
Situasi seperti ini yang sulit dan berbahaya. Kita tidak bisa melihat kendaraan,
baik situasi lalu-lintas maupun kondisi jalan di depan kita.
Artinya, resiko dapat mengintai dari mana saja.
Karenanya, segera kurangi kecepatan untuk mendapat ruang/jarak aman.
 
Perhatikan keadaan. Jika bus/truk itu melaju kencang, tidak perlu diikuti.
Sebaliknya, jika bus/truk itu berjalan lambat,
atur jarak dan kecepatan untuk segera mandahuluinya.
 
Prinsip terbaik, bus/truk itu ada dibelakang kita. Bukan sebaliknya.
(MotoRiders - Mei 2003)
 


Milis ini merupakan ajang pertukaran informasi seputar masalah Sepeda Honda Karisma antar sesama pengendara dan Pencinta sepeda motor Honda Karisma.

Kalau ingin me-reply, mohon pesan yang tidak di perlukan dan sudah panjang di hapus agar message tidak terlalu panjang

Jangan mem-posting message yang tidak ada Hubungannnya dengan Milis ini, SPAM Mail, Junk Mail, SARA.





Yahoo! Groups Links

Kirim email ke