On 3/1/06, Vampire Lestat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
kalau menurut temen temen saya begini..
dulu tuh yang punya harley itu orang yang punya pengaruh.. gitu.. dan jarang bikin masalah dan hasil dari touring itu bisa di tunjukkan..
seperti sentul.. dulu itu sebelum jadi seperti sekarang jarang orang pergi ke sono, pas ada touring harley tempat itu jadi terkenal. seperti sekarang..
ada banyak tempat yang dulu itu jarang di kunjungi tapi setelah ada touring harley tempati itu jadi komplex, taman hiburan.. dll..
cuman sekarang itu jaman demokrasi yang kebablasan.. jadinya..banyak kasus.. yang menjelekkan daripada harley itu sendiri..
Sory Bro, gw gak ngerti kata2nya.... terlalu tinggi bahasanya, otak gw
gak nyampe...
maklum lagi, lemot...
Entar gw baca lagi ah... hehe
On 3/1/06, Andry < [EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Maaf OOT nih :-)
> Renungan bikers, kala ber-konvoi jati diri kita berubah menjadi lebih
> "percaya diri". Terbukti kan ?
>
> KOMPENSASI KEKURANGAN DIRI?
> Sisi Lain Kasus Harley-Davidson
>
> <http://www.otomotif-online.com/fullview.asp?act=2&seriID=7617&imageID=14690 >
>
> <http://www.otomotif-online.com/fullview.asp?act=2&seriID=7617&imageID=14691>
> Cicilia
> Yeti Prawasti. Identitas pribadi melebur menjadi identitas kelompok
>
> Ada yang menarik dari kasus komplain terhadap pengendara Harley-Davidson dan
> moge di Jalan Raya Cinere, Jaksel (OTOMOTIF No.42/XV). Yakni beberapa
> ungkapan kekesalan Sarie Fabriane yang disampaikan lewat milis bersubject
> OOT: Gerombolan Harley Davidson Makin Memuakkan dan Menjijikkan!
>
> *MENUTUPI KELEMAHAN*
> Menariknya, dari e-mail yang mendapat tanggapan dari ratusan orang ini sang
> korban mengemukakan "...masih sulit akal saya untuk menolerir aksi gagah2an
> mereka yang mentang2 itu. Pikiran kotor saya hanya sempat mengira, mereka
> hanyalah kumpulan begundal2 impoten yang mencari kompensasi dengan
> mengangkangi moge. Sehingga tercapailah ilusi kegagahan diri!! ..."
>
> Tentu bukan untuk memanas-manasi agar kasus ini menghangat kembali. Sebab,
> ada pelajaran berharga dari kasus tersebut yang bisa dijadikan sebuah
> renungan. Betulkah perilaku kasar sebagai kompensasi dari kelemahan diri
> yang berusaha kita tutupi? Wah, ini tentu mesti ditinjau dari sisi
> psikologi.
>
> Menurut Cicilia Yeti Prawasti Msi, pengajar Psikologi Sosial Universitas
> Indonesia ia enggak mengiyakan jika perilaku tersebut dihakimi seperti itu.
> Sebab banyak juga kelakuan kompensasi yang bernilai positif.
>
> Namun ia mengungkapkan kemungkinan tersebut bisa saja terjadi, hanya dengan
> persentase yang sangat kecil. "Jadi kompensasi itu berupa aktualisasi diri.
> Yaitu keinginan untuk mengatasi inferioritas atau perasaan rendah diri
> seseorang," tutur Yeti.
>
> Inferioritas itu memicu perasaan orang untuk jadi struggle atau berjuang
> mengatasi kelemahannya. Jadi, kalau seseorang enggak hebat di satu hal, ia
> bisa hebat dalam hal lainnya. "Contoh Napoleon. Orangnya kecil, tetapi ia
> memiliki strategi perang yang bagus."
>
> Sementara itu, perilaku arogan perlu diselidiki terlebih dulu, apakah ada
> unsur inferioritas yang terpendam. Jadi Yeti menilai lebih tepat kalau kasus
> tersebut bukan ditinjau dari sisi kompensasi, melainkan dari sisi psikologi
> sosial. "Di dalam kelompok terjadi deindividuasi. Maksudnya, identitas diri
> seseorang berkurang, melebur dan digantikan identitas kelompok," beber dosen
> 39 tahun ini.
>
> Di dalam kelompok, seseorang cenderung tidak ada yang memperhatikan secara
> individual. Sehingga ia berani melakukan hal-hal yang belum tentu dia berani
> lakukan saat sendirian. "Apalagi dengan menggunakan pakaian dan motor gede,
> perasaannya menjadi berubah," ulas Yeti.
>
> Ia lantas memberi satu contoh lagi. Seorang suster di rumah sakit bisa
> santai mondar-mandir di kamar mayat tanpa perasaan takut. Padahal, jika
> tidak bertugas suster tersebut diliputi perasaan jiper. "Begitu ia memakai
> pakaian, topi dan sepatu perawat, otomatis ia merasa memiliki kewajiban yang
> diemban. Jadi ada peran yang ia mainkan, yaitu enggak boleh jadi penakut."
>
> Dengan demikian, adanya perilaku kasar tidak semata-semata berarti
> kompensasi seseorang untuk menutupi kelemahannya. Begitu juga dengan
> menekuni hobi seperti naik motor gede, bisa jadi karena daya pikat bidang
> tersebut cukup besar.
>
> Kalo cuma biar kelihatan berani, pake baju suster aja deh! *Iday *
> *Foto: Agus Salim, Tony Permadi*
>
> --
> -Andry-
> http://mod-inbike.fotopic.net/
> http://www.inbike.org
> -RIDE SAFE RIDE SMART-
>
>
======================================================================
Hadiri dan ikuti event akbar milis, Deklarasi dan Pilketum KHCC pada tanggal 19 Maret 2006. Don't miss it!
Milis ini merupakan ajang pertukaran informasi seputar masalah Sepeda Honda Karisma antar sesama pengendara dan Pencinta sepeda motor Honda Karisma.
Kalau ingin me-reply, mohon pesan yang tidak di perlukan dan sudah panjang di hapus agar message tidak terlalu panjang
Jangan mem-posting message yang tidak ada Hubungannnya dengan Milis ini, SPAM Mail, Junk Mail, SARA.
======================================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/karisma_honda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
kalau menurut temen temen saya begini..
dulu tuh yang punya harley itu orang yang punya pengaruh.. gitu.. dan jarang bikin masalah dan hasil dari touring itu bisa di tunjukkan..
seperti sentul.. dulu itu sebelum jadi seperti sekarang jarang orang pergi ke sono, pas ada touring harley tempat itu jadi terkenal. seperti sekarang..
ada banyak tempat yang dulu itu jarang di kunjungi tapi setelah ada touring harley tempati itu jadi komplex, taman hiburan.. dll..
cuman sekarang itu jaman demokrasi yang kebablasan.. jadinya..banyak kasus.. yang menjelekkan daripada harley itu sendiri..
======================================================================
Hadiri dan ikuti event akbar milis, Deklarasi dan Pilketum KHCC pada tanggal 19 Maret 2006. Don't miss it!
Milis ini merupakan ajang pertukaran informasi seputar masalah Sepeda Honda Karisma antar sesama pengendara dan Pencinta sepeda motor Honda Karisma.
Kalau ingin me-reply, mohon pesan yang tidak di perlukan dan sudah panjang di hapus agar message tidak terlalu panjang
Jangan mem-posting message yang tidak ada Hubungannnya dengan Milis ini, SPAM Mail, Junk Mail, SARA.
======================================================================
SPONSORED LINKS
| Motorcycle accessory | Automotive maintenance | Motorcycle parts |
| Automotive radiators |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "karisma_honda" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

