oops...sorry bros or bris, tadi subjeknya gak ada OOT-nya.....:-(
sebelom kena sentil bom, gw nyentil dulu dech!
mumpung bom-nya gi touring perdana xixixixi......
 
bebex-the-kill
w/ spion kek gi berdoa
 
Ps. info terakhir dari radio elshinta (14:30), korban jiwa sudah mencapai 296 orang
Innalillahi wa inna ilaihi roji'un....................
 
<copas dari postingan BOM khcc>:
nanti jadi presenden buruk buat milis ini di kemudian hari. mohon maaf sebelumnya,
"Warning Level 1" of max.3.

on behalf of,
ciki ciki bom bom .... ciki ciki bom bom ... alala bom bom
tok


---------- Forwarded message ----------
From: Krisdenis <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 27-May-2006 13:18
Subject: Re: Gempa di Yogyakarta
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]

 

Updated: Sabtu, 27 Mei 2006, 11:43 WIBNASIONAL

 

 
 

100 Orang Lebih Diperkirakan Tewas Akibat Gempa di Yogyakarta

 

 

Berdasarkan data sementara dari lima rumah sakit besar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), 100 orang lebih diperkirakan tewas akibat gempa bumi yang terjadi Sabtu (27/5) pagi.

 

Berdasarkan pantauan di Rumah Sakit (RS) Dr Sardjito, RS Panti Rapih, RS Bethesda, RS PKU Muhammadiyah dan RSUD Wirosaban Yogyakarta menyebutkan hingga siang ini korban tewas yang dibawa ke rumah sakit tersebut terus bertambah.

 

Selain itu juga tercatat ribuan korban luka baik berat maupun ringan yang  berdatangan di rumah sakit tersebut. "Sebagian besar korban dibawa ke sini sudah dalam keadaan tewas yang berasal dari sejumlah Puskesmas di Bantul dan sekitarnya. Mereka ini belum sempat mendapat perawatan di puskesmas," kata seorang staf di RS Sardjito, Yogyakarta.

 

Sementara itu, akibat bencana tersebut hampir seluruh wilayah di DIY mengalami kerusakan dan keruskaan paling parah di Kabupaten Bantul. Sedangkan kerusakan di Kota Yogyakarta paling parah dialami Gelanggang Olah Raga (GOR) Among Rogo di Jalan Cendana, Yogyakarta yang runtuh total dan Auditorium Radio Republik Indonesia (RRI) di Jalan Gejayan.

 

Sementara itu, Walikota Yogyakarta Herry Zudianto mengimbau masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada dan menghindari upaya-upaya provokasi. "Masyarakat kami harapkan tetap tenang dan jangan terpancing propvokasi terutama isu adanya Tsunami, karena dari letak geografis kecil kemungkinan terjadi di Kota Yogyakarta," kata Herry.

 

Di sejumlah wilayah di Kota Yogyakarta terlihat masyarakat masih berada di luar rumah maupun di tanah-tanah lapang atau terbuka.

Sedangkan di beberapa SPBU terjadi antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar. Sejumlah SPBU tidak beroperasi karena listrik padam.

 

Dari Kantor PLN Cabang Yogyakarta dinformasikan kemungkinan listrik belum dapat menyala hingga malam hari nanti, karena adanya sejumlah kabel yang putus. Dikhawatirkan jika listrik dipaksa untuk dinyalakan justru akan terjadi korsleting yang dapat memicu kebakaran.

 

Sumber: Ant

Penulis: Nik

 
 

Berita Lain:

 

27/05/2006, 11:35 wib

• 27 Warga Klaten Tewas

27/05/2006, 11:30 wib

• Jalan Solo Rusak Parah, Kanopi Saphire Square Rubuh

27/05/2006, 11:24 wib

• RS PKU Muhammadiyah Dipenuhi Korban Gempa

 



---------- Forwarded message ----------
From: Krisdenis < [EMAIL PROTECTED]>
Date: 27-May-2006 12:49
Subject: Gempa di Yogyakarta
To: [email protected]

Liputan6.com, Yogyakarta: Jumlah korban jiwa gempa bumi di Yogyakarta hingga Sabtu (27/5) siang, bertambah dari 39 menjadi 44 orang. Jumlah ini dipastikan terus bertambah mengingat masih banyak korban kritis dan banyak juga yang belum dievakuasi.

Sejumlah korban luka-luka kini dirawat di sejumlah rumah sakit di Kota Pelajar itu. Umumnya korban luka-luka ditampung di luar rumah sakit mengingat kekhawatiran akan adanya gempa susulan [ baca: Gempa Mengguncang Yogyakarta].

Hingga kini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah menerima laporan mengenai bencana gempa bumi di Yogyakarta. Menurut Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng, Presiden saat ini sudah memberikan instruksi kepada sejumlah menteri, instansi terkait maupun jajaran musyawarah pimpinan daerah Yogyakarta. Presiden meminta untuk mengerahkan segala kekuatan untuk membantu proses evakuasi, identifikasi, dan penyelamatan di Yogyakarta.

Berdasarkan pemantauan SCTV, kepanikan warga akan gempa bumi mulai terlihat berkurang. Rombongan warga yang menghindari wilayah selatan Yogyakarta menuju arah utara kini sudah berkurang. Kepanikan ini dikarenakan isu akan adanya gempa susulan maupun bencana Tsunami. Namun hingga kini pihak Basarnas maupun pihak pemerintah daerah setempat meminta kepada warga untuk tetap tenang mengingat akan terjadinya Tsunami itu hanya isu.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) maupun Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), gempa berkekuatan 5,9 skala Richter ini gempa tektonik, bukan vulkanik. Dengan begitu, gempa ini terjadi bukan karena aktivitas Gunung Merapi. Kendati begitu, saat terjadi gempa, Gunung Merapi sempat mengeluarkan lava pijar dan hawa panas.(ORS/Tim Liputan 6 SCTV)



====================================================================
Mailing List KHCC    : [email protected]
Website KHCC         : www.khcc.or.id

Hubungi BOM          : [EMAIL PROTECTED]
Hubungi Pengurus     : [EMAIL PROTECTED]

Bacalah dan patuhilah Tata Tertib milis !
"Terima kasih untuk bertutur kata layaknya seorang yang terpelajar"
====================================================================





SPONSORED LINKS
Honda motorcycles Honda motorcycle accessory Honda motorcycle parts
Honda motorcycle cover Honda motorcycle tire Honda motorcycle part accessory


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke