Kalo menurut gw seh...
jika yg di jadikan patokan adalah KEMACETAN (isu yg saat ini di
gulingkan).
solusinya bukan motor di larang..
tapi coba dibikin peraturan, mobil pribadi dilarang lewat
yg boleh lewat cuma:
1. Mobil umum - lewat jalur kiri
2. taxi - kosong jalur kiri, isi jalur cepat
3. motor - jalur cepat aja
4. busway - yg ini sih udah ada jalurnya...

di bandingkan dengan: Pelarangan motor lewat sudirman thamrin, kira
kira tingkat kemacetannya parahan mana coba???

Kalau mau dilihat dari segi kuantitas saya berkeyakinan akan banyakan orang yang
punya motor daripada yg punya mobil. Bila memang demikian, voting
menang donk.. heheheee..... (boleh dianggap serius, boleh kagak).

Kang Prie
B 6758 KCY
#Bebek gak bisa Renang
KHCC#038
YM: kang_pri
-------------------
Doni Laksmana Wrote:
-------------------
Setelah kita ngobrol2 ngalor-ngidul ttg Perda di YM Conference Room hari ini
ternyata banyak juga ya yang gak setuju dan yang setuju ttg Perda Pelarangan 
Kendaraan Bermotor Roda 2 di Jalan Protokol.

Bagaimana nasib masyarakat menengah kebawah yang hanya mempunyai
motor, gaji pas2an dan kerja di Jalur Sudirman ato Thamrin...

Bagaimana para karyawan ato karyawati yang "haram" akan panasnya udara luar,
mereka merasa nyaman dengan mobil pribadinya tanpa harus di-"zholimi"
oleh para pengendara2 motor

Wah, pelik memang...
Siapa yang harus disalahkan ya..
Bang Yoss... ?
Pengendara Motor...?
Dinas Perhubungan..?
Ato AHM....:)... yang tidak memikirkan "After Sales Marketnya.."

Gw melihat sih salah satunya karena 80% pengendara motor adalah 
"pesakitan" yang tidak tersaring karena mekanisme pengeluaran SIM 
yang gak sunggung2 dan bukan karena orang itu lolos..

Nah, bagaimana KHCC menyikapi hal ini..?

Doni - 006





Kirim email ke