2008/10/24 Andri Hariadi <[EMAIL PROTECTED]>:
> posting mengenai pengalamannya di tilang polisi dan ketika diminta Form Biru
> si polisi ga ngasih, tp tetap dikasih Form Merah.  Entah Cross-Post atau

ini berdasarkan arsip di gmail saya om andri,
saya cek di yahoogroups, email tertanggal 30/05/07 malah tidak ada.
beritanya ambil dari detik, email dikirim oleh hendra kusuma.

begin of copast:
Rabu, 30/05/2007 09:07

Kisah Tilang dan Slip Biru
Pengirim: Moehamad Iqbal


Jakarta - Maaf saya hanya mau share sedikit tentang slip biru yang sedang
ramai dibicarakan di milis. Pada Sabtu lalu saya kena razia di jalan
raya Ciputat.

Jelasnya di jalan Situ Gintung. Di situ saya ditanya SIM dan STNK. SIM
C saya ternyata ssudah hangus dan
belum sempat saya perpanjang. Akhirnya STNK saya ditahan. Ini sedikit
cerita krnologinya:

 Polisi : selamat siang pak !!!
Saya : Siang, pak...
Polisi : bisa minta SIM dan STNK?
Saya : Silakan pak (sambil memberikan SIM dan STNK)
Polisi : Wah mas SIM udah habis nih masa berlakunya.
Saya : Waduh pak, mohon maaf saya lupa kalau harus diperpanjang.
Polisi : Sidang aja ya tanggal 5 besok ya? (sambil mengeluarkan buku tilang).

Saya : (Ingat berita dimilis) Pak, gini aja deh, saya ngaku salah nih,
saya nggak usah ditilang tapi langsung bayar aja ke bank yah, saya
minta slip yg warna biru deh jangan yang merah, saya nggak ada waktu
buat ikutan sidang-sidang gitu deh.

Polisi : Wah nggak bisa mas, mas harus sidang.
Saya : Sejak kapan pak? Kayaknya kemarin teman saya cerita, dia
ditilang di Depok, dia minta slip biru dikasih tuh. Emang siapa yan
memberi perintah slip biru tidak berlaku lagi?
Polisi : Atas perintah Kapolda.

Saya : Pak, masa kapolda kasih perintah tiap daerah beda-beda sih,
pokoknya saya nggak mau disidang, tetap saya minta yang biru, terserah
bapak. Polisi : Nggak bisa mas sini (sambil menarik STNK yang ada di
tangan saya dengan cepat bagaikan maling dan langsung menulis di slip
warna merah no stnk saya dislip tersebut).

 Saya : Terserah bapak, saya minta yang biru yah.
Polisi : Tanda tangan pak di sini (sambil memberikan slip merah dan pulpen).
Saya : nggak mau pak, saya maunya tetap slip biru, gimana sih, maksa
betul jadi aparat, saya tahu hukum pak, dan saya mengaku salah,
makanya saya daripada sidang kan buang waktu, lagian kalau disidang
saya kan tidak mengakui saya salah atau melanggar pasal makanya ada
isitlah disidang, tapi kan di sini beda, saya mengaku salah dan mau
langsung bayar ke bank saja, gitu aja kok repot
sih.

Eh dia malah main tanda tangan aja di slip merah tersebut, disobek
dari buku dan diberikan kepada saya. Nah dari situ mulai
teman-temannya berdiri di belakang sang polisi dengan arogannya
memaksa saya harus menerima slip tersebut. Namun saya tetap memaksa
meminta yang biru. Saking kesalnya saya minta ketemu dengan
komandannya yang ternyata tidak jauh dari lokasi razia. Di situ saya
bertemu pak komandan, kebetulan beliau yang bertugas sebagai kepala
operasi. Setelah negosiasi yang sangat alot akhirnya daripada kelamaan
saya mengalah dan memberikan uang Rp 50 ribu kepada anak buahnya.
Setelah itu saya pulang dengan hati yang masih bertanya-tanya kenapa
slip biru tidak berlaku lagi?


Moehamad Iqbal
PT Astra International, Tbk - Honda
Email: [EMAIL PROTECTED]
dari detik.com
end of copast.

> H-002

-- 
so
KHCC 058
www.khcc.or.id
[email protected]

Kirim email ke