Sekedar share, dpt dari tentangga..

Saat ini orangtua cenderung untuk membelikan anaknya motor, sebagai
sarana transportasi yang efektif dan efisien untuk pergi ke sekolah.
Seringkali orangtua juga menjanjikan anaknya dibelikan motor jika
mendapat ranking di kelas, ini memang suatu reinforcement yang baik,
dibelikan motor sebagai reward atas prestasi anak. Boleh-boleh saja
memberikan reward seperti ini, asal harus hati-hati dan dengan
pertimbangan tertentu.

Banyak kasus kecelakaan fatal yang menyebabkan kematian karena anak
tersebut tidak siap secara mental, pikiran dan skill dalam mengendarai
motor. Jangan terlalu dini membelikan anak motor, apalagi jika masih
duduk di bangku SD, SMP, dan awal masuk SMA. Minimal adalah usia 17
tahun keatas.

Secara psikologis, usia anak antara 12-17 tahun adalah masuk dalam
tahap remaja, yang belum memiliki kematangan mental atas bahaya, masih
bersifat egosentris, belum memiliki kestabilan emosi, dan tidak
memiliki kemampuan ketepatan mengukur ruang yang baik.
Image

Menurut Elkind (dalam Papalia et. al., 2001) ada dua tipe berpikir
pada egosentrisme remaja, yaitu imaginary audience dan personal fable.
Imaginary audience merupakan delusi bahwa orang lain akan
memperhatikan perilaku dan penampilan remaja Tipe berpikir seperti ini
menyebabkan remaja merasa menjadi pusat perhatian dan seolah-olah
remaja berada di panggung pertunjukkan. Hal ini dapat menjelaskan
mengapa remaja sangat peduli dengan penampilannya. Personal fable
adalah keyakinan-keyakinan remaja akan keunikan dirinya yang dapat
saja keliru. Tipe berpikir seperti ini juga seringkali menyebabkan
remaja berani mengambil resiko untuk melakukan hal-hal yang
membahayakan dirinya.

Dari teori diatas, dapat dilihat mengapa seringkali banyak sekali
anak-anak usia remaja seringakali kebut-kebutan dijalan, dengan
mengunakan motor yang tidak standart (tidak ada spion, lampu depan &
belakang, dll) dan juga tidak menggunakan helm, sarung tangan, sepatu,
dan jaket yang sesuai untuk mengendarai sepeda motor. Ditambah dengan
perilaku berkendara yang tidak memperhatikan keselamatan dirinnya dan
orang lain. Itulah mengapa syarat seseorang memiliki SIM adalah dengan
usia 17 Tahun keatas, sebab Kepolisian sudah menyesuaikan keadaan
psikologis seseorang dengan kemampuan berkendarannya.

Hendaknya orangtua harus mematuhi peraturan ini, dengan tidak
mengijinkan anak mengendarai motor dibawah usia 17 tahun. Sebelum
membelikan motor, pahami juga karakter dan kepribadian anak. Misalnya
adalah orangtua yang memiliki anak dengan kepribadian yang agresif,
cepat marah, egois, dan terlalu berani, jangan dibelikan motor
berkarakter “garang” seperti Yamaha RX-King, atau Kawasaki Ninja 2
tak, cukup dibelikan motor berkarakter kalem (motor 4 tak dibawah 125
cc) seperti Honda Supra Fit, Yamaha Jupiter, Suzuki Smash, yang tidak
mengundang kebut-kebutan dijalan.

Perketatlah diskusi tentang keselamatan di jalan raya (safety riding),
tanamkan bahwa motor adalah objek terkecil di jalan raya setelah
sepeda, yang berarti motor mengandung potensi bahaya jika tidak
memahami pentingnya safety riding.

Juga tanamkan sifat kompetitif yang sportif pada anak yang suka
ngebut, hilangkan pemahaman bahwa balapan liar atau kebut-kebutan di
jalanan adalah hal yang hebat dan merupakan kebanggaan. Arahkan
anak-anak untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab atas
keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Image Jika anak memiliki bakat dan minat dalam “ngebut”, arahkan anak
untuk mengikuti klub-klub balap resmi yang dapat bertarung di sirkuit
resmi, seperti mengikuti grass track, road race, atau stunt rider.
Jangan halangi anak untuk masuk ke club motor yang memiliki orientasi
positif, sebab karakter anak akan terbina dengan baik disana. Larang
anak anda masuk dalam geng motor, atau club motor yang tidak resmi dan
tidak menanamkan safety riding di dalam berkendara.

Jadilah contoh yang baik bagi anak, sebab anak usia dibawah 17 Tahun
sedang mencari eksistensi diri. Percuma melarang anak anda ngebut
dijalan dan selalu berbicara safety riding tetapi anda sendiri selalu
ngebut dan tidak hati-hati jika membonceng anak. Jaukanlah definisi
jantan atau macho adalah sama dengan kehebatan mengendarai motor
dijalan, justru sebaliknya bahwa mengendarai dengan elegan, sabar,
hati-hati, penuh perhitungan, taat peraturan lalu-lintas, dan safety
riding adalah kejantanan yang sesunguhnya dan dapat menjadi sampel
berkendara yang baik bagi kawan-kawannya.

Jangan lupa harus tanamkan bahwa anak harus menggunakan helm full face
atau minimal half face dengan kualitas bagus (co: INK, AGV, Givi, kyt,
mds, GM, NHK, dll). Jangan mengunakan helm batok seperti yang sering
dipakai tukang ojek (yang dapat berfungsi sebagai gayung jika di kamar
mandi tidak ada gayung, hehehe..). Gunakanlah juga sarung tangan,
jaket, sepatu, dan celana panjang, dan taatilah rambu-rambu lalu
lintas.


-- 
Trims,
Bob


------------------------------------

<Available for sponsorship, contact : [email protected]>
- KOPDAR RUTIN KHCC hanya 1 bulan 1x, di minggu pertama hari jumat malam, jam 
18.30 - 21.30 WIB, Pelataran Patung Panahan Senayan, Jakarta 
==========================================================================
- Info, masukan, saran maupun kritik untuk KHCC, jangan ragu untuk kirim email 
ke : [email protected]
- Di jalan melihat member KHCC yang melakukan pelanggaran dalam berlalu lintas? 
silahkan melaporkan detailnya (plat nomer, no id dan pelanggarannya) ke : 
[email protected]
===========================================================================
Related Link:   http://www.khcc.or.idYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/karisma_honda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/karisma_honda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke